Skip to main content

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Pemprov Lampung Perluas Pupuk Hayati Cair ke 800 Lokasi Desa

Pemprov Lampung Alokasikan Anggaran Rp11,6 Miliar

Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Pemprov Lampung memperluas program pupuk hayati cair ke 800 lokasi desa pada 2026.

Program Desaku Maju menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian.

Selain itu, program tersebut mendorong kemandirian petani di seluruh Provinsi Lampung.

Advertisement
Advertisement

Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran Rp11,6 miliar melalui APBD murni 2026.

Dana tersebut mendukung pengembangan pupuk hayati cair di 800 lokasi desa yang tersebar di 15 kabupaten dan kota.

Advertisement
Advertisement

Kepala Bidang Perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Endang Wahyuni, menjelaskan pengembangan pupuk hayati cair menjadi salah satu program dalam Program Desaku Maju.

Menurutnya, pemerintah terus mendorong berbagai program yang mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Advertisement
Advertisement

“Dalam pelaksanaan Program Desaku Maju ada sejumlah program, salah satunya adalah pengembangan pupuk hayati cair yang bertujuan untuk mendukung peningkatan produksi sektor pertanian,” ujar Kepala Bidang Perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung Endang Wahyuni di Bandar Lampung, Rabu.

Selanjutnya, Endang menjelaskan program tersebut mencakup seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

Advertisement
Advertisement

“Pada 2026 ini pemerintah daerah telah mengalokasikan pengembangan pupuk hayati cair itu di 800 lokasi di desa yang ada di 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung dengan nilai anggaran sebesar Rp11,6 miliar,” katanya.

Endang kembali menjelaskan bahwa pemerintah menyediakan anggaran melalui APBD murni 2026 untuk mendukung program tersebut.

Advertisement
Advertisement

“Pada 2026 ini melalui APBD murni telah dialokasikan 800 lokasi pengembangan pupuk hayati cair, dan ini otomatis akan mampu meningkatkan produksi pertanian,” katanya.

Program Berlanjut hingga 2027

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung menjalankan program pengembangan pupuk hayati cair di 500 lokasi desa selama 2025. Kini, pemerintah memperluas cakupan program agar lebih banyak petani memperoleh manfaat.

Meski demikian, Endang mengingatkan bahwa hasil pertanian tidak hanya bergantung pada penggunaan pupuk. Kondisi irigasi dan cuaca juga menentukan hasil panen.

“Pupuk hayati cair ini diyakini mampu meningkatkan produksi sebesar 30 persen per hektare, namun yang perlu diingat juga untuk peningkatan hasil pertanian bukan hanya dipengaruhi pupuk saja, tapi irigasi, ancaman cuaca atau iklim pun harus menjadi perhatian,” ucap dia.

Pupuk Hayati Cair Perkuat Produktivitas Petani

Pupuk hayati cair mampu memperbaiki kualitas tanah pertanian. Selain itu, petani dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk sintetis.

Program ini juga membantu menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas tanaman, dan memperkuat kemandirian kelompok tani.

Pemerintah juga menyiapkan perluasan program pada 2027. Dengan langkah tersebut, semakin banyak desa dapat memanfaatkan pupuk hayati cair.

Endang menjelaskan pemerintah akan memperluas pengembangan pupuk hayati cair hingga ribuan titik di desa.

“Dan pada 2027 nanti ditargetkan program pupuk hayati cair ini bisa dikembangkan secara aktif serta teraplikasi penuh di 2.000 titik di desa atau kelompok dengan luas lahan yang terlayani kurang lebih 800 ribu hektare,” tambahnya.

Menurut Endang, penggunaan pupuk hayati cair berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian sebesar 15 hingga 30 persen.

Pada komoditas padi, peningkatan tersebut dapat menambah produksi ratusan ribu ton gabah kering giling.

Endang juga menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas pertanian akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jika pada 2027 ada 2.000 titik pengembangan pupuk hayati cair dapat aktif dan terpakai penuh di kurang lebih 800 ribu hektare lahan pertanian, maka potensi tambahan ekonomi Lampung bisa mencapai Rp17-21 triliun per tahun bila berdasarkan skenario sedang. Bila program sangat berhasil maka potensi ekonomi bisa mencapai Rp30 triliun per tahun,” ujar dia.

(Ahmad Royani, S.H.I)