Desain Wisata Lampung Perlu Dikembangkan
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Pemerintah Provinsi Lampung perlu mengembangkan desain wisata Lampung secara menyeluruh guna meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperkuat daya saing daerah.
Pemerintah juga melihat sektor pariwisata terus tumbuh, namun pengelolaannya belum berjalan optimal.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan pertumbuhan destinasi wisata di Lampung menunjukkan tren positif seiring meningkatnya minat wisatawan.
Pertumbuhan Pariwisata Lampung Terus Meningkat
Ia menegaskan sektor pariwisata Lampung berkembang pesat karena banyak destinasi baru mampu menarik minat wisatawan.
“Sektor pariwisata di Provinsi Lampung ini perkembangannya sangatlah baik, dengan makin banyaknya juga destinasi-destinasi wisata yang tumbuh serta digemari wisatawan,” ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandar Lampung, Jumat.
Namun demikian, ia menilai sektor pariwisata Lampung masih berkembang secara alami tanpa perencanaan matang.
“Pariwisata kita di Lampung ini tumbuh secara organik dan belum didesain maka di 2026 ini terutama di Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus dan Bandar Lampung. Kita harus membuat desain pariwisata secara utuh, agar tahu daya saing serta potensi wisata di masing-masing wilayah,” katanya.
Potensi Ekonomi dari Pariwisata Lampung
Selanjutnya, ia menjelaskan jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, jumlah wisatawan mencapai 17 juta orang, kemudian angka tersebut naik menjadi 26 juta orang pada 2025.

“Di periode 2024 ke 2025 saja kenaikan kunjungan wisatawan mencapai sembilan juta orang. Dan rata-rata wisatawan berbelanja di sini Rp1,8 juta per orang, berarti ada Rp46 triliun uang dari wisatawan masuk ke daerah. Ini potensi ekonomi yang luar biasa dan harus dikembangkan melalui pembentukan desain pariwisata,” ucap dia.
Strategi Penguatan Wisata Budaya dan Ekonomi Kreatif
Selain itu, pemerintah daerah merancang pengembangan kampung atau desa tua sebagai bagian dari desain wisata Lampung. Langkah ini bertujuan memperkuat wisata budaya, wisata edukasi, serta wisata kuliner.
“Salah satu rencana kami adalah menghidupkan, menata ulang dan mempercantik kampung atau desa tua. Ini khusus untuk memperkuat wisata budaya, wisata edukasi, wisata kuliner serta pengembangan ekonomi kreatif masyarakat,” tambahnya.
Desain Wisata Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Lebih lanjut, ia menegaskan desain wisata yang baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara langsung.
“Kita harus buat kawasan wisata yang bagus, supaya wisatawan semakin banyak yang datang dan berbelanja di sini, pertumbuhan ekonomi Lampung bisa sampai delapan persen,” ujar dia.
(Ahmad Royani, S.H.I)

