Desa Sidodadi Jadi Pelopor Desa Digital Mandiri Energi
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Desa Sidodadi di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, kini dikenal sebagai pelopor desa digital mandiri energi melalui program “SERASI” (Solar Energy, Rambu Informasi, dan Sistem Informasi Desa).Program ini menggabungkan inovasi teknologi energi terbarukan dengan sistem informasi digital untuk meningkatkan potensi wisata dan ekonomi masyarakat.
Dosen IIB Darmajaya, Yan Aditiya Pratama, S.Pd., M.Pd., M.M, menjelaskan bahwa di balik keindahan wisata mangrove Cuku NyiNyi, masyarakat Sidodadi menghadapi tantangan keterbatasan listrik dan literasi digital.
Hal ini mendorong mahasiswa dan dosen IIB Darmajaya untuk beraksi melalui program pengabdian masyarakat.
“Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (2024/2025) dalam skema Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM,” kata Yan Aditya Pratama.
Inovasi Teknologi Energi Terbarukan untuk Desa Wisata
Melalui Program SERASI, mahasiswa merancang Smart Eco-Lighting berupa lampu jalan tenaga surya di sepanjang jalur wisata mangrove. Sebanyak 15 titik penerangan kini membuat kawasan wisata lebih terang dan aman bagi pengunjung malam hari.
“Teknologi ini memanfaatkan panel surya monokristalin berdaya 2.320 WP yang terhubung dengan sistem kendali otomatis berbasis mikrokontroler. Energi dari matahari disimpan dan digunakan saat malam hari tanpa perlu sambungan listrik PLN. Solusi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mengurangi biaya operasional sebagian desa dalam jangka panjang,” ujarnya.
Transformasi Digital untuk Promosi Wisata dan UMKM
Selain penerangan, tim SERASI juga membangun website desa digital yang berfungsi sebagai pusat informasi, promosi wisata, dan pemasaran produk lokal. Melalui portal ini, masyarakat dapat menjual hasil pertanian, olahan kelapa, dan kerajinan tangan secara online.
“Tim mahasiswa juga melatih masyarakat dalam literasi digital, mencakup pengelolaan data, pembuatan konten promosi, dan penggunaan media sosial untuk pemasaran. Akibatnya, pemuda dan pelaku UMKM di Sidodadi kini lebih percaya diri memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar dan menarik wisatawan,” kata Yan Aditya Pratama.
Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Membangun Desa
Mahasiswa, dosen, pemerintah desa, dan masyarakat berkolaborasi untuk membawa Desa Sidodadi melangkah mantap menuju masa depan desa digital yang mandiri energi, kompetitif, dan berkelanjutan. Langkah ini memastikan keberlanjutan program meskipun kegiatan pengabdian telah berakhir.
Dampak Nyata untuk Ekonomi dan Kemandirian Desa
Kolaborasi lintas disiplin antara mahasiswa berbagai jurusan, pemerintah desa, dan masyarakat menghasilkan keberhasilan program ini. Pemerintah Desa Sidodadi memberikan dukungan penuh dengan menyediakan lahan dan fasilitas.Tim Pokdarwis Cuku NyiNyi juga mengikuti pelatihan untuk mengelola sistem penerangan serta website promosi wisata secara mandiri.
Dalam waktu kurang dari satu tahun, hasil program desa digital mandiri energi ini sangat nyata:
- 15 lampu tenaga surya aktif menerangi jalur wisata
- 1 website desa digital berfungsi penuh
- 30 warga dilatih dalam literasi digital
- 20 produk UMKM terdigitalisasi
- Peningkatan jumlah pengunjung wisata
sebagai contoh desa digital berbasis energi bersih dan teknologi informasi di Lampung.
Dari Desa untuk Indonesia
Yan Aditiya Pratama menegaskan bahwa SERASI bukan hanya proyek mahasiswa. Lebih dari itu, program ini membuktikan bagaimana inovasi sederhana mampu mengubah wajah desa secara nyata.Selain berdampak langsung bagi masyarakat, SERASI juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 7 dan 8, yaitu mewujudkan energi bersih terjangkau serta menciptakan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.Melalui semangat kolaborasi, mahasiswa, dosen, pemerintah desa, dan masyarakat bersatu untuk membawa Desa Sidodadi melangkah mantap menuju masa depan desa digital yang mandiri energi, kompetitif, dan berkelanjutan.
(Ahmad Royani, S.H.I)

