Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Desa Balinuraga Kembangkan Wisata Budaya Lampung Selatan

Lampung Selatan, NU Media Jati Agung – Desa Balinuraga mengembangkan potensi wisata budaya di Lampung Selatan melalui pelestarian tradisi, seni, dan penguatan masyarakat lokal. Desa di Kecamatan Way Panji ini memiliki budaya Hindu Bali yang masih terjaga hingga sekarang.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani mendukung pengembangan Desa Balinuraga sebagai destinasi wisata budaya unggulan.

Zita menyampaikan dukungan tersebut saat menghadiri rangkaian Upacara Ngaben Massal di Desa Balinuraga, Selasa.

Advertisement
Advertisement

Menurut Zita, masyarakat Balinuraga memiliki kekayaan budaya, seni, dan tradisi yang kuat. Potensi tersebut dapat memperkuat sektor pariwisata budaya di Kabupaten Lampung Selatan.

Masyarakat Balinuraga Jaga Budaya dan Gotong Royong

Zita melihat keramahan masyarakat serta semangat gotong royong menjadi kekuatan utama Desa Balinuraga.

Advertisement
Advertisement

Selain itu, masyarakat terus menjaga tradisi secara bersama. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya Hindu Bali di Lampung Selatan.

“Saya melihat masyarakat Balinuraga sangat ramah, budayanya masih sangat kuat, dan kreativitas masyarakatnya luar biasa. Potensi seperti ini harus terus didukung agar Balinuraga menjadi salah satu destinasi wisata budaya kebanggaan Lampung Selatan,” ujar Zita.

Advertisement
Advertisement

Ngaben Massal Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

Zita menilai budaya tidak hanya menjadi warisan leluhur. Menurutnya, budaya juga dapat menjadi aset daerah yang memberi manfaat ekonomi melalui pengembangan pariwisata.

Selain itu, tradisi Ngaben Massal mampu menarik perhatian wisatawan. Kegiatan tersebut juga memperkuat identitas budaya Lampung Selatan.

Advertisement
Advertisement

Ngaben Massal Tahun 2026 di Desa Balinuraga menjadi salah satu prosesi keagamaan Hindu terbesar di Provinsi Lampung. Pada puncak pelaksanaan Ngerit Jumat (7/8), sebanyak 153 sawa mengikuti prosesi tersebut.

Warga Balinuraga Siapkan Tradisi Ngaben Massal

Sejak pertengahan Juni, masyarakat Balinuraga menyiapkan seluruh rangkaian upacara secara gotong royong.

Advertisement
Advertisement

Warga membangun berbagai perlengkapan adat, seperti petulangan dan bade. Mereka juga menyiapkan kebutuhan lain untuk menghormati para leluhur.

Zita mengaku kagum melihat semangat masyarakat menjaga tradisi turun-temurun.

“Saya sangat bangga dengan masyarakat Desa Balinuraga. Saya menerima undangan kegiatan ini sejak beberapa hari lalu dan melihat antusiasme masyarakat begitu luar biasa. Hari ini saya menyaksikan sendiri bagaimana budaya ini dirawat dengan penuh kebersamaan. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Lampung Selatan,” ujarnya.

Zita mengatakan kekompakan masyarakat menjadi kekuatan utama yang membuat Ngaben Massal Balinuraga berkembang sebagai agenda budaya besar di Lampung.

Desa Balinuraga Perkenalkan Budaya ke Nasional

Zita juga mengapresiasi masyarakat Hindu di Lampung Selatan. Menurutnya, masyarakat ikut menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkan potensi daerah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali yang ada di Lampung Selatan. Bapak dan Ibu telah ikut membantu pemerintah daerah menjaga warisan budaya sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan ini,” katanya.

Kini, Ngaben Massal Balinuraga tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan. Tradisi tersebut juga menjadi ruang interaksi budaya bagi masyarakat luas.

Tahun ini, kegiatan itu menarik perhatian Assoc. Prof. David Ng Foo Seong dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Ia hadir untuk melihat langsung kekayaan tradisi masyarakat Hindu Bali di Lampung Selatan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus mendorong pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata. Langkah tersebut bertujuan memperkuat identitas daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, dan membantu ekonomi masyarakat. (Ahmad Royani, S.H.I.,)