Zulkarnain Dorong Sekolah Perkuat Literasi Digital dan Tabayyun
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung, Zulkarnain, mengajak sekolah dan madrasah menanamkan etika jurnalistik kepada peserta didik sejak dini.
Langkah ini penting untuk membentuk generasi yang kritis, jujur, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Ajakan tersebut disampaikan saat Zulkarnain membuka Workshop Mengelola Program Reporter Cilik Sekolah yang diselenggarakan Lampung Post di Hotel Horison, Bandar Lampung, Sabtu (7/11/2026). Dalam kegiatan itu, ia juga memberikan materi kepada para peserta.
Zulkarnain menilai perkembangan teknologi informasi membuat anak-anak semakin mudah memperoleh dan menyebarkan informasi.
Karena itu, kemampuan literasi digital perlu dibarengi pemahaman tentang etika jurnalistik.
“Anak-anak perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi, memeriksa kebenarannya, dan memahami dampak dari setiap informasi yang disampaikan. Dalam ajaran Islam, kita mengenal tabayyun, yaitu memastikan kebenaran berita sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” ujar Zulkarnain.
Menurut dia, pengenalan jurnalistik di sekolah bukan sekadar bertujuan mencetak wartawan cilik.
Kegiatan tersebut juga dapat melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, serta kepekaan peserta didik terhadap lingkungan sekitar.

Karena itu, ia berharap sekolah dan madrasah memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan menulis, membaca, melakukan wawancara, dan menyampaikan informasi berdasarkan fakta.
“Jurnalistik mengajarkan anak-anak untuk jujur, berani, dan bertanggung jawab. Jangan sampai mereka terbiasa menyampaikan informasi tanpa mengetahui kebenarannya. Nilai-nilai inilah yang harus ditanamkan sejak dini,” katanya.
Reporter Cilik Jadi Sarana Pengembangan Literasi Pelajar
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Lampung Post, Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa program Reporter Cilik menjadi salah satu upaya media dalam mendorong budaya literasi di kalangan pelajar.
Menurutnya, anak-anak perlu memperoleh kesempatan mengenal dunia jurnalistik melalui pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka.
“Kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan kemampuan literasi, kreativitas, dan keberanian dalam menyampaikan gagasan. Melalui program Reporter Cilik, mereka belajar bagaimana mencari informasi, melakukan wawancara, serta menyusun berita secara sederhana,” ujar Abdul Ghofur.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari sekolah, madrasah, guru, orang tua, hingga insan pers.
Workshop tersebut diikuti peserta dari 19 madrasah dan 17 sekolah umum. Sebanyak 16 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung turut berpartisipasi.
Keterlibatan madrasah tersebut menjadi wujud dukungan terhadap pengembangan budaya literasi.
Program Reporter Cilik juga memperkenalkan keterampilan jurnalistik kepada peserta didik sejak usia dini. (ARIF)

