Bank Jatim resmi jadi pemegang saham pengendali Bank Lampung
Jakarta, NU Media Jati Agung – Bank Jatim resmi menguasai posisi pemegang saham pengendali Bank Lampung setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui aksi pengambilalihan saham PT Bank Pembangunan Daerah Lampung. OJK juga menetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai ultimate shareholder dalam struktur kepemilikan baru Bank Lampung melalui keputusan tersebut.
OJK memberikan persetujuan kepada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim dengan skema penyertaan modal. Langkah ini menunjukkan komitmen Bank Jatim dalam memperkuat permodalan sekaligus mendorong sinergi antarbank pembangunan daerah.
Rincian transaksi penyertaan modal Bank Jatim
Dengan nilai transaksi Rp100 miliar, Bank Jatim mengakuisisi saham Bank Lampung. Melalui setoran modal sebesar Rp25,38 miliar, perseroan memperoleh 2.537.684 lembar saham. Sementara itu, sisa dana senilai Rp74,63 miliar masuk sebagai agio saham dalam pembukuan perusahaan.
Skema penyertaan modal tersebut menaikkan porsi kepemilikan Bank Jatim dan memperkuat kendali perusahaan atas struktur kepemilikan Bank Lampung.
Manajemen Bank Jatim menyampaikan penjelasan sebelum keterangan resmi dipublikasikan. Pihak manajemen menjalani seluruh tahapan administrasi serta pengawasan dari regulator pasar keuangan.
“Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham Bank Jatim pada PT Bank Pembangunan Daerah Lampung menjadi sebesar 5,42 persen, dan telah dicatat dalam administrasi pengawasan OJK,” ujar Corporate Secretary Bank Jatim Fenty Rischana K sebagaimana keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa.
Kinerja keuangan Bank Jatim hingga kuartal III-2025
Bank Jatim menunjukkan kinerja keuangan positif pada kuartal III-2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp1,148 triliun dan mencatat pertumbuhan 23,51 persen secara tahunan.
Bank Jatim juga meraih pendapatan bunga Rp7,42 triliun dan mencatat kenaikan 28,36 persen secara year-on-year. Kenaikan pendapatan bunga mendorong Bank Jatim menghasilkan pendapatan bunga bersih Rp5,1 triliun dengan pertumbuhan 29,25 persen.
Penyaluran kredit dan kualitas aset Bank Jatim
Bank Jatim menyalurkan kredit senilai Rp80,25 triliun pada kuartal III-2025. Nilai penyaluran kredit tersebut mencerminkan pertumbuhan 29,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam periode yang sama, Bank Jatim membukukan beban kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) sebesar Rp1,245 triliun. Perseroan menaikkan pencadangan tersebut untuk menyesuaikan kualitas aset dan memperkuat mitigasi risiko kredit.

