NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

1.885 Warga Jati Agung Lampung Selatan Terdampak Banjir

JATI AGUNG, NU MEDIA JATI AGUNG, – 1.885 warga terdampak banjir di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (8/3/2026) dan berdampak pada ratusan kepala keluarga di sejumlah desa.

Banjir tidak hanya melanda Kecamatan Jati Agung. Namun, banjir juga terjadi di beberapa wilayah lain di Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung.

Kronologi Banjir di Jati Agung

BPBD Lampung mencatat banjir di Kecamatan Jati Agung berdampak pada 1.885 jiwa dari 665 kepala keluarga. Warga terdampak tersebar di beberapa desa di wilayah Kecamatan Jati Agung.

Humas BPBD Lampung Wahyu Hidayat mengatakan terdapat tujuh desa yang mengalami banjir. Desa tersebut yaitu Gedung Harapan, Marga Agung, Margo Lestari, Karang Sari, Way Hui, Jati Mulyo, dan Fajar Baru.

“Ada tujuh desa yang mengalami musibah banjir tersebut, yakni Gedung Harapan, Marga Agung, Margo Lestari, Karang Sari, Way Hui, Jati Mulyo dan Fajar Baru,” kata Wahyu, Minggu (8/3/2026).

Selain di Jati Agung, banjir juga terjadi di wilayah lain di Lampung Selatan.

Banjir Terjadi di Kecamatan Tanjung Sari

BPBD Lampung juga mencatat banjir di Kecamatan Tanjung Sari. Jebolnya tanggul milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) memicu banjir di wilayah tersebut.

Di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari, banjir berdampak pada 38 kepala keluarga. BPBD Lampung memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, banjir yang terjadi di wilayah Kaliasin menyebabkan satu orang meninggal dunia.

“Ada 38 KK yang terdampak dan tidak ada korban jiwa. Tapi ada satu orang yang meninggal dunia pada saat banjir di Kaliasin,” jelas Wahyu.

Dampak Banjir di Tanjung Bintang dan Natar

BPBD Lampung juga mencatat banjir di Kecamatan Tanjung Bintang. Banjir berdampak pada 93 kepala keluarga dari tiga desa.

Ketiga desa tersebut yaitu Lematang, Way Galih, dan Sabah Balau.

Selain itu, banjir juga terjadi di Kecamatan Natar. Air merendam dua desa yaitu Hajimena dan Sidosari.

Gambar Artikel

Di kedua desa tersebut, banjir berdampak pada 143 kepala keluarga.

Data BPBD Lampung menunjukkan banjir terjadi di beberapa kecamatan di wilayah Lampung Selatan.

Bandar Lampung Alami Dampak Banjir Terparah

BPBD Lampung mencatat Kota Bandar Lampung mengalami dampak banjir paling parah. Petugas menemukan sedikitnya 38 titik banjir di berbagai wilayah kota.

Banjir tersebut juga menimbulkan korban jiwa.

“Ada dua korban yang meninggal dunia diduga akibat banjir yang menerjang Bandar Lampung,” kata Wahyu.

Salah satu korban berinisial Sa berusia 10 tahun. Arus banjir menyeret korban di wilayah Rajabasa hingga meninggal dunia.

Korban lainnya merupakan orang dewasa yang ditemukan di Jalan Dr Harun II.

BPBD Terus Melakukan Pendataan

BPBD Lampung terus melakukan pendataan terhadap warga yang mengalami dampak banjir di berbagai wilayah. Petugas juga memantau kondisi sejumlah titik yang masih terendam air.

Pendataan tersebut bertujuan memastikan jumlah warga terdampak serta kondisi wilayah yang mengalami banjir.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama pihak terkait terus memantau situasi di lapangan. BPBD Lampung akan memperbarui data dampak banjir sesuai hasil pendataan di lapangan.