NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Antrean Kendaraan Logistik di Pelabuhan PT SMA 5 KM

Antrean Kendaraan Logistik di Pelabuhan PT SMA Mengular

Lampung Selatan, NU Media Jati Agungantrean kendaraan logistik di Pelabuhan pembantu PT Sumur Makmur Abadi (SMA), Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, mengular hingga sejauh lima kilometer pada Kamis (26/3).

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah truk pengangkut logistik seperti buah-buahan, sayuran, serta bahan pangan terjebak kemacetan hingga 10 jam. Selain itu, kepadatan terjadi di jalan lintas timur yang menjadi akses utama menuju pelabuhan.

Kemacetan Parah Hingga 10 Jam

Petugas gabungan TNI dan Polri langsung turun ke lapangan. Mereka mengatur arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan yang semakin parah. Namun demikian, antrean panjang masih terlihat mengular di sepanjang jalan.

Sopir Keluhkan Antrean Panjang

Salah satu sopir truk, Toni, menyampaikan keluhannya saat berada di depan pintu masuk Pelabuhan PT SMA. Ia menjelaskan kondisi antrean yang tidak kunjung bergerak sejak dini hari.

β€œSaya dari jam dua malem di sini, terjebak macet sampai sekarang belum juga bergerak untuk bisa masuk ke pelabuhan,” kata dia.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa lonjakan kendaraan menjadi penyebab utama penumpukan di area pelabuhan hingga ke jalan nasional.

Lebih lanjut, para sopir mengeluhkan lambatnya penanganan dari pihak terkait. Kondisi ini berdampak langsung pada muatan yang mereka bawa.

Gambar Artikel

β€œKasian para sopir yang mengangkut buah-buahan dan sayuran, akibat kemacetan ini muatan kami terancam busuk dan tidak bisa dijual lagi di kota,” ucapnya.

Petugas Lakukan Pengalihan Arus

Sementara itu, Kasatlantas Polres Lampung Selatan Iptu Erza Nasution menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan petugas di sejumlah titik. Langkah ini bertujuan untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan logistik.

Menurut dia, petugas juga melakukan pengalihan sebagian kendaraan menuju pelabuhan lain agar antrean tidak semakin panjang.

“Petugas telah kita terjunkan di titik-titik tertentu untuk mengatur arus lalu lintas dan mengantisipasi agar lalu lintas tetap lancar. Kepadatan antrean sudah terurai sebagian kendaraan truk sudah dialihkan ke Pelabuhan Wika Beton,” ujar dia.

(Ahmad Royani, S.H.I.,)