Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Yenny Wahid Berharap Muktamar NU Bahas Persoalan Umat

Yenny Wahid Harapkan Muktamar NU Bahas Persoalan Umat

JOMBANG, NU Media Jati Agung — Kamis, 27 Agustus 2026 | 13.56 WIB — Yenny Wahid berharap Muktamar NU tidak hanya menjadi agenda untuk memilih Ketua Umum baru, tetapi juga menjadi forum strategis yang membahas berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid menyampaikan harapan tersebut saat menghadiri rangkaian kegiatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Menurutnya, tantangan bangsa yang semakin kompleks membutuhkan kerja sama kuat antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Selain itu, Yenny menekankan pentingnya membangun komunikasi melalui sikap saling mendengarkan sebagai bagian dari upaya menghadapi persoalan bangsa.

Pemerintah dan Masyarakat Perlu Saling Mendengarkan

Yenny Wahid menilai pemerintah dan masyarakat harus membangun hubungan yang saling mendukung. Pemerintah, menurutnya, perlu mendengarkan aspirasi masyarakat, sementara masyarakat juga perlu memberikan dukungan agar pemerintah dapat menjalankan amanah.

“Semua harus saling mendengarkan. Pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat, masyarakat juga mendoakan pemerintah agar bisa memegang amanah dengan teguh,” ujarnya.

Menurut Yenny, komunikasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dapat memperkuat upaya bersama dalam menghadapi berbagai tantangan nasional.

Tantangan Bangsa Memerlukan Kerja Sama Seluruh Elemen

Kondisi Ekonomi Global Menjadi Tantangan Bersama

Yenny mengatakan Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ia menyoroti kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil serta dampak ketegangan politik dunia terhadap kehidupan masyarakat.

Menurutnya, berbagai kondisi tersebut turut memengaruhi harga kebutuhan dan membutuhkan perhatian bersama dari seluruh elemen bangsa.

“Karena pada saat ini tantangan bangsa sangat besar. Ekonomi tidak baik-baik saja di seluruh dunia. Harga-harga barang juga naik karena ketegangan di tingkat politik dunia. Ini semua membutuhkan kerja sama kita semua,” katanya.

Oleh karena itu, Yenny mengajak seluruh pihak untuk mengambil peran dalam menghadapi persoalan yang muncul dan memperkuat semangat kerja sama demi kepentingan masyarakat.

Muktamar NU Diharapkan Fokus pada Persoalan Keumatan

Muktamar Tidak Sekadar Memilih Ketua Umum

Lebih lanjut, Yenny Wahid berharap Muktamar NU tidak hanya berfokus pada proses pemilihan Ketua Umum. Ia menilai forum tertinggi organisasi juga perlu membahas persoalan keumatan yang membutuhkan perhatian dan solusi bersama.

“Saya berharap Muktamar ini bukan cuma sekadar memilih Ketua Umum baru, tetapi juga membahas persoalan-persoalan yang langsung berdampak pada keumatan,” tegasnya.

Menurut Yenny, NU memiliki posisi strategis sebagai organisasi besar yang dapat memberikan kontribusi dalam menghadapi persoalan sosial, ekonomi, dan kebangsaan.

Karena itu, ia berharap pembahasan dalam Muktamar dapat memberikan perhatian terhadap berbagai isu yang berkaitan langsung dengan kepentingan umat dan masyarakat.

Yenny Wahid Harapkan Marwah NU Kembali Menguat

Muktamar Menjadi Momentum Kebangkitan Organisasi

Selain membahas persoalan umat, Yenny Wahid juga berharap Muktamar ke-35 NU dapat menjadi momentum untuk menguatkan kembali marwah organisasi.

Ia berharap seluruh warga Nahdliyin dapat memperkuat semangat kebersamaan dan menjadikan Muktamar sebagai momentum untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Kita berharap dari Muktamar ini NU yang kemarin sempat terpuruk, muru’ahnya bisa bangkit kembali. Semangat itu yang harus menjadi semangat kita semua,” ujarnya.

Menurut Yenny, penguatan organisasi membutuhkan komitmen bersama dari seluruh unsur NU. Dengan demikian, NU dapat terus menjaga peran dan kontribusinya bagi masyarakat serta bangsa.

NU Diharapkan Terus Menjadi Mitra Pemerintah

Menguatkan Peran untuk Kesejahteraan Bangsa

Yenny Wahid berharap NU ke depan terus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam mendorong kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Dengan jaringan organisasi yang luas serta kekuatan warga Nahdliyin di berbagai daerah, ia menilai NU memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.

“Semangat untuk menguatkan NU ke depan, menjadi mitra pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan, kemakmuran, dan menjadikan Indonesia negara yang kuat dan disegani oleh dunia,” pungkasnya.

Muktamar ke-35 NU diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat komitmen organisasi dalam menjawab berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan.(Erwin Indra Saputra)