Pemprov Lampung Dorong Transformasi Pendidikan Lewat TKA
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Transformasi pendidikan Lampung terus didorong oleh Pemerintah Provinsi melalui pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di berbagai jenjang pendidikan.
Langkah ini bertujuan memperkuat sistem pendidikan berbasis data yang akurat dan terstandar.
Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa pendidikan memegang peran penting dalam mencetak generasi yang berdaya saing. Selain itu, upaya ini juga selaras dengan visi pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.
Pendidikan Jadi Fondasi Pembangunan SDM
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menjelaskan pentingnya sektor pendidikan dalam pembangunan daerah. Ia menyampaikan hal tersebut saat rapat peningkatan sektor pendidikan di Bandar Lampung.
“Pendidikan menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi yang berdaya saing,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan di Bandar Lampung, Jumat.
Ia menambahkan bahwa pembangunan pendidikan berjalan seiring dengan visi βBersama Lampung Maju, Menuju Indonesia Emas 2045.β Visi tersebut diwujudkan melalui Program Tiga Cita yang mencakup penguatan ekonomi inklusif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Pelaksanaan TKA Berjalan Optimal
Pemerintah Provinsi Lampung memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan TKA di berbagai jenjang pendidikan. Program ini mencakup SMA, SMK, SLB, dan MA sebagai alat ukur capaian pembelajaran yang objektif.
“Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh pelaksanaan TKA bagi jenjang pendidikan SMA, SMK, SLB, dan MA sebagai instrumen pemetaan capaian pembelajaran yang objektif dan terstandar,” ujarnya.
Berdasarkan data tahun 2025, pelaksanaan TKA di jenjang tersebut berjalan lancar. Sementara itu, kesiapan pelaksanaan tahun 2026 menunjukkan hasil yang sangat tinggi di berbagai tingkat pendidikan.
Kesiapan Sekolah Capai Hampir 100 Persen
Pemerintah mencatat tingkat kesiapan satuan pendidikan di Lampung sangat tinggi. Data menunjukkan kesiapan mencapai 99,96 persen untuk SD dan MI, serta 99,77 persen untuk SMP dan MTs.

“Yakni 99,96 persen untuk SD dan MI, 99,77 persen untuk SMP dan MTs, 94 persen untuk pendidikan kesetaraan, dan 74 persen untuk SLB,” katanya.
Untuk memastikan keberhasilan program, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Langkah tersebut meliputi pembentukan tim teknis, verifikasi infrastruktur, pelatihan sumber daya manusia, hingga penguatan koordinasi lintas daerah.
Pengawasan dan Sistem Digital Diperkuat
Pemerintah juga memperkuat sistem pelaksanaan melalui mekanisme pendaftaran kolektif dan verifikasi ketat. Selain itu, pemerintah menerapkan pengawasan silang serta pemantauan secara realtime melalui sistem daring.
“Dalam mendukung program tersebut Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari pembentukan tim teknis berjenjang, verifikasi kesiapan infrastruktur, pelatihan sumber daya manusia, hingga penguatan koordinasi lintas daerah,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa sistem ini akan meningkatkan kualitas pemetaan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
“Dengan TKA ini, maka tingkat kesiapan satuan pendidikan bisa lebih tinggi, dan ini sebagai fondasi pemetaan mutu pendidikan yang lebih akurat serta berkelanjutan,” ujarnya.
(Ahmad Royani, S.H.I)

