NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Tinggalkan Perselisihan, Kyai Sahalludin Ajak Warga NU Bersatu Dukung Program Organisasi

Ajakan Persatuan untuk Warga NU

LAMPUNG SELATAN, NU MEDIA JATI AGUNG, — Pengasuh Pondok Pesantren Darul Muta’allimin, Kyai Muhammad Sahalludin Mahfudz, mengajak warga NU bersatu dengan meninggalkan perselisihan dan perbedaan. Ia menyampaikan ajakan itu saat acara di lingkungan pesantrennya di Jati Agung, Lampung Selatan.

Selain itu, Kyai Sahalludin juga menekankan pentingnya mendukung program NU dari tingkat pusat hingga ranting. Menurutnya, dukungan tersebut akan membuat organisasi berjalan lebih sinergis dan semakin kokoh.

Lebih lanjut, ia mengingatkan warga NU bahwa kebenaran tanpa organisasi bisa kalah oleh kebatilan yang terorganisir. Dengan demikian, setiap pengurus wajib melaksanakan tugas sesuai AD/ART, baik secara kultural maupun struktural.

Soliditas dari Ranting Hingga Pusat

Sementara itu, sebagai Wakil Katib PCNU Lampung Selatan, Kyai Sahalludin menegaskan perlunya soliditas di semua tingkatan NU. Ia menekankan bahwa ranting, MWC, PCNU, PWNU, hingga PBNU harus saling mendukung dalam visi dan langkah.

Bahkan, ia mengingatkan bahwa ketidaksejalan di antara ranting, MWC, PC, maupun PW bisa memunculkan masalah besar. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa NU menjadi rumah besar bersama, dan hanya warganya yang mampu merawat serta menjaganya.

Selanjutnya, ia mengajak seluruh elemen NU membangun satu barisan yang kokoh. Dengan demikian, persatuan akan melahirkan kekuatan besar yang mampu menjaga keberlangsungan organisasi.

Digitalisasi dan Tantangan Zaman

Dalam kesempatan itu, Kyai Sahalludin juga mendukung program digitalisasi PBNU. Ia menilai digitalisasi menjadi kebutuhan mendesak agar NU terus berkembang, mampu bertahan, dan tetap solid menghadapi tantangan zaman.

Selain itu, ia berpesan kepada warga nahdliyin agar selalu mengesampingkan perbedaan yang berpotensi memicu perpecahan. Bahkan, ia menegaskan bahwa jika warga NU tidak bersatu, maka mereka akan runtuh dan terpecah. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa kekuatan luar biasa hanya lahir dari persatuan dan kebersamaan.

Wasiat Pendiri NU

Akhirnya, Kyai Sahalludin menutup pesannya dengan doa agar warga NU istiqamah dalam berkhidmat. Ia juga mengutip wasiat pendiri NU, KH. Hasyim Asy’ari, bahwa siapa pun yang mengurusi NU akan diakui sebagai santrinya.

Dengan demikian, ia berharap semua warga NU memperoleh keberkahan dari cita-cita luhur para muassis NU. Pada akhirnya, ia menegaskan bahwa semangat persatuan harus menjadi warisan yang terus dijaga lintas generasi.