Pencarian Korban Kapal Wisata Labuan Bajo Berlanjut
Labuan Bajo, NU Media Jati Agung – Tim SAR temukan serpihan kapal wisata di Labuan Bajo ketika tim melanjutkan operasi pencarian hari kedua terhadap empat korban kecelakaan kapal di perairan Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (28/12/2025). Pada operasi tersebut, personel menemukan serpihan badan kapal pada jarak sekitar lima nautical mile dari titik kejadian.
Tim SAR Fokus Cari Empat WNA Asal Spanyol
Dalam operasi lanjutan, tim SAR gabungan memusatkan pencarian pada empat warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang masih hilang. Sejak pagi hari, personel menyisir perairan sekitar Pulau Padar secara intensif hingga sore untuk memperluas area pencarian.
Sebelum menyampaikan keterangan resmi, unsur SAR mengecek kesiapan armada dan memastikan seluruh tim bergerak sesuai rencana operasi serta pembagian sektor pencarian.
“Pencarian terhadap empat korban yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Spanyol masih terus dilakukan,” kata Kepala Kantor Basarnas Maumere Fathur Rahman dihubungi dari Labuan Bajo, Sabtu.
Serpihan Kapal KM Putri Sakinah Muncul di Area Pencarian
Pada operasi hari sebelumnya, tim SAR gabungan mengevakuasi tujuh dari total 11 penumpang kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Pulau Padar pada Jumat (26/12) malam. Setelah evakuasi tersebut, tim kembali melanjutkan pencarian dan menemukan sejumlah barang milik kapal pada hari kedua.
Fathur Rahman menjelaskan bahwa tim SAR menemukan tabung gas, serpihan atau puing kapal KM Putri Sakinah, serta bagian body kamar nahkoda di sekitar area operasi.
Untuk mempercepat pencarian, tim SAR mengerahkan berbagai armada laut, seperti Rigid Inflatable Boat (RIB) Pos SAR Manggarai Barat, Sea Rider KSOP Labuan Bajo, RIB Lanal Maumere, RIB Ditpolair Polda NTT, dan Kapal KPC Ditpolair Polda NTT.
Cuaca dan Arus Laut Hambat Operasi SAR
Sepanjang hari, personel SAR menyisir perairan utara Pulau Padar hingga pukul 18.00 WITA. Meski demikian, gelombang laut dan arus yang cukup kuat memperlambat pergerakan tim di lapangan.
“Pencarian hari ketiga terhadap empat orang WNA Spanyol ini akan dilanjutkan pada esok hari,” katanya.
Selain itu, Fathur Rahman memaparkan sejumlah kendala yang muncul selama operasi SAR berlangsung.
“Namun, tidak menurunkan semangat tim SAR gabungan dalam proses pencarian,” ungkapnya.
Empat Korban Hilang Merupakan Satu Keluarga
Tim Komunikasi Basarnas Maumere melakukan penelusuran dan pencocokan data manifest penumpang kapal. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa keempat korban yang masih hilang berasal dari satu keluarga wisatawan.
Keluarga tersebut terdiri atas seorang ayah dan tiga anak. Ayah korban bernama Fernando Martin Farreras, yang selama ini melatih Tim B Putri klub Spanyol Valencia.
Sementara itu, dua WNA Spanyol yang selamat dan telah dievakuasi pada Jumat malam merupakan istri dan satu anak korban. Selain itu, empat korban selamat lainnya berasal dari unsur anak buah kapal (ABK), termasuk kapten KM Putri Sakinah, serta seorang pemandu wisata.
Sebelumnya, kapal wisata KM Putri Sakinah berlayar menuju Pulau Kalong di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Setelah menyelesaikan kunjungan wisata, kapal melanjutkan perjalanan ke Pulau Padar untuk kegiatan trekking pada Sabtu pagi. Namun, kapal mengalami mati mesin di tengah perjalanan hingga akhirnya tenggelam. (Ahmad Royani, S.H.I)

