Lampung Timur, NU Media Jati Agung – Tim SAR gabungan evakuasi nelayan hilang di perairan sekitar PGN Pertamina, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Korban bernama Selamet (50) hilang saat mencari ikan sejak Sabtu (4/4).
Selain itu, tim SAR gabungan menemukan korban pada Minggu (5/4) malam setelah melakukan pencarian intensif di lokasi kejadian. Petugas kemudian membawa korban ke Puskesmas Labuhan Maringgai untuk penanganan lebih lanjut.
Proses Evakuasi dan Identitas Korban
Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, menjelaskan bahwa korban merupakan warga Teluk Betung, Kota Bandarlampung. Ia memastikan tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban setelah menerima laporan dari berbagai pihak.
Ia juga menjelaskan proses evakuasi yang berlangsung di lokasi kejadian sebelum menyampaikan keterangan resmi.
βIya, SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi satu orang diduga terjatuh saat mengambil ikan di sekitar PGN Pertamina Lampung Timur. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban pada Minggu (5/4) malam dalam kondisi meninggal dunia dan dibawa ke Puskesmas Labuhan Maringgai,β ujarnya.
Lokasi Penemuan Korban
Selanjutnya, tim SAR gabungan menerima informasi awal dari kapal tug boat yang melintas di perairan Lampung Timur. Informasi itu membantu tim mempercepat pencarian korban.
Tim kemudian menemukan posisi korban cukup jauh dari lokasi kejadian perkara (LKP) sebelum menyampaikan koordinat secara rinci.

βTim SAR gabungan menerima informasi dari kapal tug boat bahwa korban terlihat di sekitar 10,08 Nm arah selatan tenggara dari LKP pada Koordinat 525’56.0”S – 10557’05.6″E,β katanya.
Kronologi Kejadian Nelayan Hilang
Kemudian, Rezie Kuswara memaparkan kronologi kejadian secara rinci. Ia menjelaskan bahwa kapal ikan berangkat dari Pandeglang, Banten menuju perairan Labuhan Maringgai, Lampung Timur.
βKetika dalam perjalanan, korban bersama ABK lainnya pergi menyortir ikan di bagian depan kapal bersama rekan-rekannya. Pada 4 April 2026 sekitar pukul 15.30 WIB beberapa saat kemudian rekan tidak lagi melihat korban dan diduga korban terjatuh saat sedang menyortir ikan tersebut,β ucapnya.
Selain itu, rekan korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polairud Lampung Timur. Selanjutnya, pihak terkait meneruskan laporan itu kepada Basarnas Lampung untuk memulai pencarian. (Ahmad Royani, S.H.I)

