Cirebon, NU Media Jati Agung – Tim PBNU tinjau pesantren Cirebon sebagai bagian dari survei calon lokasi penyelenggaraan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Tim Panitia Muktamar Ke-35 NU mengunjungi tiga pondok pesantren di Kabupaten Cirebon, yakni Pondok Buntet Pesantren, Pondok Pesantren Kempek, dan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Sabtu (4/7/2026).
Survei tersebut bertujuan menilai kesiapan sarana, prasarana, akses, dan kapasitas lokasi sebelum panitia menetapkan tuan rumah Muktamar Ke-35 NU.

Tim PBNU Survei Tiga Pesantren di Kabupaten Cirebon
Tim survei terdiri atas Katib Syuriyah PBNU KH Abu Yazid Al-Busthami, Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Amir Ma’ruf, Bendahara PBNU H Nuruzzaman, serta staf PBNU Hj Qonitatul Ulya.
Selain itu, Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani, dan Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi turut mendampingi rombongan.

Setelah meninjau lokasi, KH Abu Yazid Al-Busthami menyampaikan hasil penilaian awal terhadap kesiapan fasilitas.
“Insyaallah, ini memenuhi,”kata KH Abu Yazid Al-Busthami kepada NU Online di Pondok Buntet Pesantren.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa survei tersebut belum menentukan lokasi penyelenggaraan Muktamar.
Sebab, keputusan akhir tetap berada di tangan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Muktamar yang akan menggelar rapat pada Selasa (7/7/2026).

“Semua nanti berpulang kepada keputusan panitia, baik SC maupun OC,” ujarnya.
Fasilitas Pesantren Dinilai Memenuhi Kebutuhan Muktamar
KH Abu Yazid menjelaskan Pondok Buntet Pesantren memiliki gedung berkapasitas besar.

Selain itu, tersedia lapangan yang dapat dimanfaatkan apabila panitia membutuhkan ruang tambahan.
Selama ini, kawasan tersebut telah beberapa kali menjadi lokasi kegiatan berskala besar, termasuk haul yang dihadiri ribuan jamaah.
Menurutnya, lokasi Muktamar harus mampu menyediakan ruang sidang komisi, ruang pleno, akses transportasi yang baik, serta akomodasi yang memadai.
Pasalnya, Muktamar diperkirakan diikuti sekitar 5.000 hingga 6.000 peserta resmi, di luar warga Nahdliyin yang hadir.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan Muktamar akan dipusatkan di tiga pesantren apabila Kabupaten Cirebon terpilih sebagai tuan rumah.
“Seandainya jadi tuan rumah, ada tiga pesantren. Makanya kita akan melaporkan apa adanya. Nanti yang menentukan panitia SC dan OC,” katanya.
PCNU Kabupaten Cirebon Menyatakan Kesiapan
Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani menegaskan bahwa seluruh jajaran PCNU siap apabila Kabupaten Cirebon dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 NU.
“Kami PCNU Kabupaten Cirebon siap apabila Muktamar dilaksanakan di Kabupaten Cirebon. Di sini ada tiga pesantren yang menjadi alternatif lokasi, yakni Buntet, Kempek, dan Babakan Ciwaringin. Insya Allah semuanya siap. Untuk NU, apa yang tidak siap,” ujarnya.
Pondok Buntet Mendapat Penilaian Positif
Pengasuh Pondok Buntet Pesantren KH Fahad Ahmad Sadat menjelaskan bahwa tim survei telah meninjau berbagai fasilitas, mulai dari masjid, ruang rapat, Graha Mbah Muqayyim, hingga lokasi yang diproyeksikan menjadi tempat sidang pleno, pembukaan, dan akomodasi peserta.
Setelah peninjauan selesai, ia menyampaikan hasil evaluasi yang diterima dari tim PBNU.
“Alhamdulillah, hasil kunjungan tim survei PBNU memberikan penilaian positif terhadap kesiapan kami. Secara sarana dan prasarana serta dukungan pesantren, insyaallah kami siap menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Muktamar,” katanya.
PWNU Jawa Barat Berharap Muktamar Kembali Digelar di Jabar
Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad berharap Jawa Barat kembali mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah Muktamar NU.
Menurutnya, Jawa Barat terakhir menjadi penyelenggara pada Muktamar Ke-29 NU di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, tahun 1994.
“Sebagai Ketua PWNU Jawa Barat tentu kami berharap Muktamar bisa kembali digelar di Jawa Barat,” katanya.

Disisi lain, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi menilai Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin layak menjadi bagian dari lokasi penyelenggaraan bersama Buntet dan Kempek.
“Babakan merupakan salah satu pesantren yang usianya telah mencapai tiga abad. Kami berharap Pesantren Babakan menjadi wasilah menyambungkan sanad keilmuan para leluhur kami,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa banyak pejuang dari Pesantren Babakan mendampingi Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dalam perjuangan Resolusi Jihad.
Selain itu, banyak dzuriyah Babakan yang menimba ilmu di Pesantren Tebuireng sehingga memiliki kesinambungan sanad keilmuan.
Penentuan Lokasi Diharapkan Disertai Istikharah
Pengasuh Pondok Pesantren Kempek KH Mustofa Aqil Siroj berharap panitia tidak hanya mempertimbangkan hasil survei teknis dalam menentukan lokasi Muktamar. Menurutnya, para kyai juga perlu melakukan ikhtiar spiritual melalui istikharah.
“Hasil survei apa pun, setelah diserahkan kepada Pengurus Besar, kami mohon diserahkan kepada para kyai untuk melakukan istikharah,” katanya
Dalam kesempatan itu, Rais Syuriyah PBNU tersebut juga menyampaikan terima kasih karena Pesantren Kempek masuk sebagai salah satu kandidat lokasi penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU. (Ahmad Royani, S.H.I)

