Situasi Politik Venezuela Memanas
Jakarta, NU Media Jati Agung – Tangkap Maduro mengejutkan publik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS menyerang Venezuela secara besar-besaran dan menangkap Presiden Nicolás Maduro. Trump menyampaikan pengumuman itu pada Sabtu (3/1/2026) melalui akun Truth Social.
“Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut,” tulis Trump.
Ledakan dan Aktivitas Militer di Caracas
Lebih lanjut, Trump menyatakan militer AS membawa Maduro keluar dari Venezuela. Sementara itu, pemerintah Venezuela belum mengonfirmasi klaim Trump hingga berita ini ditulis.
Semeentara itu, ledakan mengguncang ibu kota Caracas dan beberapa wilayah lain, sehingga pengamat berspekulasi militer melakukan operasi besar.
Jika klaim Trump terbukti benar, intervensi ini menjadi langkah langsung AS paling signifikan di Amerika Latin sejak invasi Panama pada 1989 yang menggulingkan Manuel Noriega.
Reuters mencatat bahwa helikopter melintasi kepulan asap akibat ledakan di Caracas pada Sabtu pagi waktu setempat, dan peristiwa itu meningkatkan ketegangan nyata di ibu kota.
Ketegangan Washington dan Caracas
Washington dan Caracas mengalami ketegangan tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Pemerintahan Trump menuduh Maduro menjalankan “negara narkoba” dan memanipulasi pemilu.
Sementara itu, Maduro menolak tuduhan itu dan menuduh AS ingin menguasai cadangan minyak Venezuela, yang terbesar di dunia.
Ironisnya, sehari sebelum klaim penangkapan muncul, Maduro menyatakan kesiapannya berdialog dengan AS.
Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Venezuela yang dikutip BBC News, Maduro menegaskan bahwa ia bersedia membahas isu perdagangan narkoba dan minyak dengan AS.
Ia menambahkan bahwa dialog bisa berlangsung “di mana pun mereka mau dan kapan pun mereka mau”.
Respons Maduro terhadap Pernyataan Trump
Dalam wawancara itu, Maduro menghindari pertanyaan soal klaim Trump yang menyatakan AS menyerang fasilitas dermaga di Venezuela.
Menanggapi isu tersebut, Maduro menyatakan hal itu “bisa dibicarakan dalam beberapa hari ke depan”.
BBC News menyebut bahwa AS meningkatkan operasi militernya di kawasan Karibia dan Pasifik timur selama tiga bulan terakhir untuk “perang melawan narkoba”.
AS menyerang lebih dari 30 kapal yang dicurigai membawa narkotika, dan militer menyebut serangan itu menewaskan lebih dari 110 orang.
Rabu lalu, AS menargetkan dua kapal, dan militer menyatakan lima orang tewas.
Ancaman dan Status Venezuela oleh AS
Trump menggandakan hadiah bagi informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro, selain itu, ia berencana menetapkan pemerintah Venezuela sebagai Foreign Terrorist Organisation (FTO). (Redaksi)

