Gelar Pahlawan Nasional Diberikan di Istana Negara
Bangkalan, NU Media Jati Agung — Syaikhona Muhammad Kholil, ulama besar asal Madura, Jawa Timur, resmi dinobatkan Pahlawan Nasional. Presiden RI Prabowo Subianto langsung menganugerahkan gelar itu kepada perwakilan zuriah Syaikhona Muhammad Kholil pada upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional di Istana Negara, Senin (10/11/2025).
Proses Pengusulan Gelar Pahlawan
Ketua Tim Pengusul Gelar Pahlawan Syaikhona Muhammad Kholil, Muhaimin, menjelaskan bahwa mereka mulai menyiapkan pengusulan gelar pahlawan sejak 2020. Kemudian, administrasi lengkap mereka ajukan pada 2021.
Tantangan Pengumpulan Dokumen dan Manuskrip
“Saat itu, di awal-awal, kami sempat kesulitan mencari catatan perjalanan Syaikhona Kholil. Kami pun menyusun manuskrip dari ulama dan kiai yang pernah menulis tentang beliau,” ungkap Muhaimin, Senin (10/11/2025).
Harapan Tim Pengusul
Muhaimin menambahkan, proses pengusulan gelar pahlawan memakan waktu lama karena banyak faktor menantang mereka dalam melengkapi berkas.
“Hari ini, setelah gelar pahlawan nasional berhasil didapatkan, kami berharap nilai-nilai, karakter, dan sejarah ini akan menjadi warisan yang tidak ternilai bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” terangnya.
Keluarga dan Masyarakat Menyambut Bangga
Ra Nasih Aschal, keturunan langsung Syaikhona Muhammad Kholil, menilai bahwa penganugerahan ini merupakan hasil perjuangan panjang yang mereka jalani dengan doa dan harapan.

“Alhamdulillah, setelah sekian lama, perjuangan ini akhirnya berbuah manis. Gelar ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tapi kebanggaan umat. Semoga semakin banyak generasi muda mengenal jasa dan perjuangan beliau,” tuturnya, Senin (10/11/2025).
Inspirasi untuk Generasi Muda
Ra Nasih menekankan bahwa Syaikhona Kholil berkiprah tidak hanya di bidang keagamaan.
Selain itu, beliau menginspirasi pembangunan karakter kebangsaan dan menumbuhkan semangat kemerdekaan Indonesia.
“Semoga ini menjadi berkah bagi semua masyarakat di Bangkalan, Madura, dan Indonesia,” tutupnya. (ARIF)

