STQ Lampung Selatan 2026 Diikuti Peserta Tanjung Bintang
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung – STQ Lampung Selatan 2026 menjadi ajang penting bagi setiap kecamatan, termasuk Kecamatan Tanjung Bintang yang mengirimkan lima peserta terbaiknya.
Camat Tanjung Bintang, Heri Purnomo, S.KM, menyampaikan kesiapan wilayahnya saat wartawan mengonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (26/4/2026).
Selain itu, Heri menjelaskan bahwa pihak kecamatan menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) dalam proses pengiriman peserta.
“Bekerjasama dengan KUA untuk pengiriman peserta STQ,” ujarnya singkat.
Asal dan Cabang Lomba Peserta
Selanjutnya, Heri merinci bahwa lima peserta tersebut berasal dari beberapa desa, yaitu Desa Sukanegara, Sabah Balau, dan Desa Serdang. Mereka akan mengikuti cabang lomba tilawah dan tahfidz.
Adapun nama peserta yang mewakili Kecamatan Tanjung Bintang yaitu: Ratu Teoh Noer Ershanda, Atu Choerunnisa, Anastasya Bilqis Azahra, Fakih Adiemyati, dan Fatimah Azzahra.
“Jumlah 5 orang,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa usia peserta berkisar antara 12 hingga 19 tahun. Namun demikian, tidak ada peserta yang memiliki riwayat prestasi sebelumnya di ajang serupa.
Tidak Ada Seleksi Tingkat Kecamatan
Heri mengungkapkan bahwa pihak kecamatan tidak menggelar seleksi khusus dalam menentukan peserta.
“Tidak ada seleksi,” ungkapnya.
Meski begitu, pembinaan tetap berjalan dengan melibatkan KUA serta penyuluh agama setempat.
“KUA dan penyuluh agama,” tambahnya.
Fasilitas dan Bantuan Minim
Heri mengakui bahwa dukungan dari pihak kecamatan masih terbatas. Ia menyebutkan bahwa bentuk dukungan hanya sebatas mobilisasi peserta.
“Memobilisasi,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa tidak ada dukungan tambahan maupun fasilitas khusus yang diberikan.
“Tidak ada,” jawabnya singkat terkait dukungan dan fasilitas.
Harapan dan Motivasi Peserta
Sementara itu, salah satu peserta, Ratu Teoh Noer Ershanda (13), asal Desa Sukanegara, Dusun Kemang, yang saat ini duduk di kelas 1 MTs Darul Ulum Desa Kaliasin, mengaku bangga bisa mengikuti ajang tersebut.
Ia menyampaikan rasa bahagianya setelah menjalani persiapan latihan.
“Saya merasa senang dan bangga bisa ikut STQ ini. Ini pengalaman pertama saya tampil di tingkat kabupaten. Saya sudah berlatih semaksimal mungkin, semoga bisa memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan harapan untuk membanggakan daerahnya.
“Saya ingin membanggakan orang tua, guru, dan Kecamatan Tanjung Bintang. Semoga saya bisa tampil lancar dan percaya diri,” tambahnya.
Optimisme di Tengah Keterbatasan
Heri menyatakan bahwa pihak kecamatan tidak menetapkan target tinggi dalam ajang ini.
“Dengan keterbatasan kami tidak mempunyai target, harapan kami para peserta dapat meraih hasil yang terbaik,” kata Heri.
Namun demikian, ia tetap menyimpan optimisme terhadap kemampuan peserta.
“Mudah-mudahan,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar peserta tampil maksimal selama perlombaan berlangsung.
“Berusaha tampil semaksimal mungkin, mudah-mudahan dapat membanggakan Kecamatan Tanjung Bintang,” pesannya.
Membangun Generasi Cinta Al-Qur’an
Terakhir, Heri menegaskan bahwa ajang STQ memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang religius.
“Sangat penting,” tegasnya.
Ia menilai kegiatan ini mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
“Dengan adanya kegiatan STQ ini diharapkan bisa membangun generasi yang cinta Al-Qur’an,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya dukungan bersama dalam pembinaan ke depan.
“Perlu dukungan semua baik moril maupun materil,” pungkasnya.
(Ahmad Royani, S.H.I)

