Bandar Lampung, NU Media Jati Agung β sosialisasi pencegahan campak di Provinsi Lampung terus diperkuat pemerintah daerah. Langkah ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran penyakit tersebut.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan bahwa pemerintah aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Edukasi tersebut mencakup pencegahan dan pengenalan gejala campak, terutama di layanan kesehatan dasar.
Upaya Pencegahan dan Pendataan Kasus
Jihan Nurlela menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan langkah konkret. Salah satunya yaitu mendata jumlah pasien campak di wilayah Lampung. Selain itu, pemerintah memastikan kondisi kasus tetap dalam batas aman.
βMengenai penanganan kasus campak di Lampung, kita bersyukur dari Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan vaksin untuk Provinsi Lampung, ini jadi langkah pencegahan juga,β kata dia di Bandar Lampung, Senin.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa tim masih melakukan pendataan pasien. Pemerintah terus memantau kondisi di lapangan agar tetap terkendali.
βKita saat ini sedang mendata pasien dan berdasarkan data terkini tidak menunjukkan angka yang mengkhawatirkan,β katanya.
Penguatan Sosialisasi Hingga Tingkat Puskesmas
Selain pendataan, pemerintah juga meningkatkan sosialisasi pencegahan campak. Sosialisasi tersebut menyasar hingga tingkat puskesmas dan layanan kesehatan lainnya. Dengan cara ini, masyarakat dapat memahami gejala dan pencegahan secara lebih baik.

βMeski semua masih aman, tapi kita tetap waspada. Dan kami pun tetap melakukan penguatan sosialisasi di tingkat paling bawah, puskesmas dan lain sebagainya agar bisa dilakukan penguatan langkah pencegahan,β ucap dia.
Imbauan Kewaspadaan dan Vaksinasi
Lebih lanjut, Jihan Nurlela mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Ia menekankan pentingnya memahami gejala campak, terutama pada anak-anak. Selain itu, pemerintah terus meningkatkan cakupan vaksinasi di daerah.
βKita tetap harus waspada, salah satunya dengan memahami gejala campak, sedangkan mengenai target nol kasus campak, kita masih terus memantau kondisi, lalu menunggu arahan selanjutnya dari Kementerian Kesehatan. Tapi yang pasti kami sudah mengerjakan apa yang menjadi arahan-arahan dan diupayakan pula peningkatan cakupan vaksinasi di daerah,β katanya.
(Ahmad Royani, S.H.I)

