SMK NU Banat Kudus Buktikan Kualitas Siswa di Panggung Fesyen Nasional
Jakarta, NU Media Jati Agung—SMK NU Banat Kudus kembali mengharumkan dunia pendidikan vokasi. Kali ini, karya para siswanya tampil dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026.
Sebanyak tujuh siswa menghadirkan sembilan busana siap pakai (ready to wear). Seluruh karya itu berhasil memukau tamu undangan dalam salah satu panggung fesyen terbesar di Indonesia.
Koleksi “Akar Langit” Padukan Tradisi dan Modernitas
Tujuh siswa yang terlibat ialah Kesya, Lidia, Firsta, Mahrunisa, Nadia, Kamila, dan Syifa. Mereka memperkenalkan karya melalui jenama Zelmira dengan koleksi bertajuk “Akar Langit”.
Selanjutnya, koleksi tersebut mengusung konsep busana siap pakai. Desainnya memadukan unsur tradisi dengan sentuhan modern.
Selain itu, para siswa menghadirkan busana yang elegan, fungsional, dan tetap mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.
Dalam proses pembuatannya, mereka bekerja selama sekitar dua bulan. Seluruh tahapan dikerjakan secara mandiri. Mulai dari pengembangan ide, perancangan desain, hingga proses produksi busana.
Tampil Memukau di Indonesia Fashion Week 2026
Koleksi karya siswa SMK NU Banat Kudus tampil di Jakarta Convention Center pada Sabtu (1/8/2026).
Pada kesempatan itu, mereka mengangkat teknik anyam yang dipadukan dengan wastra khas Pulau Nias.
Hasilnya, koleksi tersebut menghadirkan perpaduan kreativitas, nilai budaya, dan fesyen modern.
Berkat konsep tersebut, penampilan mereka mendapat apresiasi dari berbagai kalangan yang hadir di Indonesia Fashion Week 2026.
Desainer Apresiasi Kualitas Karya Siswa
Pendiri jenama Jenna & Kaia, Lira Krisnalisa, mengaku terharu sekaligus terkesan dengan koleksi rancangan siswa SMK NU Banat Kudus.
“Saya masih tidak menyangka murid SMK bisa membuat karya dengan perpaduan warna, motif, serta teknik jahit yang unik seperti ini,” ungkap Lira, dikutip dari NU Online, Senin (3/8/2026).
Selain itu, Lira menilai kemampuan teknis para siswa sudah memenuhi kebutuhan industri fesyen.
“Secara keterampilan dasar, murid SMK NU Banat itu sudah sangat mumpuni. Tinggal memperkuat kapasitas soft skill untuk bersaing di industri,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi para pengajar SMK NU Banat Kudus. Menurutnya, para guru terus mengembangkan keterampilan siswa di bidang fesyen.
Pembelajaran Mengacu pada Standar Industri
Sementara itu, Manajer Program Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, mengatakan penampilan para siswa di IFW 2026 menjadi bukti kualitas pembelajaran di SMK NU Banat Kudus.
Menurutnya, proses belajar di sekolah telah mengacu pada standar industri fesyen.
“Ini bisa terwujud karena kami menerapkan metode pembelajaran mendalam,” ujar Galuh.
Kemudian, ia menjelaskan bahwa sekolah menghubungkan pembelajaran di kelas dengan praktik nyata di dunia kerja.
“Kami menjembatani pembelajaran di kelas dengan praktik nyata dunia kerja. Kami memastikan murid menguasai teknik sesuai kebutuhan industri. Selain itu, kami membangun etos kerja sebagai bekal mendapatkan pekerjaan yang layak,” paparnya.
Konsisten Cetak Talenta Muda Berprestasi
Di balik pencapaian tersebut, SMK NU Banat Kudus terus konsisten membekali siswa dengan pembelajaran berbasis standar industri.
Dengan pendekatan itu, sekolah mampu melahirkan talenta-talenta muda yang berprestasi. Bahkan, karya mereka mampu tampil di panggung fesyen nasional, termasuk Indonesia Fashion Week 2026. (ARIF)

