NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Skema TBB ASDP Bakauheni Atasi Antrean Arus Balik

Skema TBB ASDP Bakauheni untuk Arus Balik Lebaran

Lampung, NU Media Jati AgungSkema TBB ASDP Bakauheni diterapkan untuk mengatasi antrean kendaraan pada arus balik Lebaran 1447 Hijriah di lintasan utama Bakauheni–Merak.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah ini agar arus kendaraan tetap lancar dan tidak menumpuk di kawasan pelabuhan.

Direktur Utama PT ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut menjadi solusi strategis dalam menghadapi lonjakan pemudik yang kembali ke Pulau Jawa.

Alasan Penerapan Skema TBB di Pelabuhan Bakauheni

Menurut Heru, penerapan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) menjadi kunci penting untuk menjaga kelancaran operasional penyeberangan. Selain itu, sistem ini mampu mempercepat pergerakan kapal sehingga antrean kendaraan dapat berkurang secara signifikan.

Ia menegaskan pentingnya langkah ini dalam mengurai kepadatan di pelabuhan.

Penjelasan Skema TBB oleh ASDP

“Kita akan berlakukan TBB. Skema TBB ini adalah tiba bongkar berangkat, yang kemudian ketika kapal bermuatan berangkat dari Pelabuhan Bakauheni, maka nanti di Merak hanya melakukan bongkar lalu kembali lagi ke Bakauheni untuk mengangkut para penumpang,” kata dia.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa penerapan skema tersebut sebelumnya telah terbukti efektif saat arus mudik.

Puncak Arus Balik dan Kondisi Terkini

Heru menyebutkan bahwa puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi pada H+2 atau Selasa, 24 Maret 2026. Hingga saat ini, pemudik masih terus berdatangan dan memenuhi kantong parkir dermaga serta ruang tunggu penumpang di Pelabuhan Bakauheni.

Gambar Artikel

Sebelum memberikan pernyataan lanjutan, ia menggambarkan kondisi kepadatan yang masih terjadi di lapangan.

Prediksi Gelombang Arus Balik

“Puncak arus balik terjadi hari ini 24 Maret 2026 untuk gelombang pertama, kemudian diprediksi terjadi lagi pada 28-28 Maret 2026,” ujar dia.

Peran Vital Jalur Bakauheni–Merak

Lintasan penyeberangan Bakauheni–Merak memiliki peran strategis karena menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa. Oleh karena itu, jalur ini tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga menjaga distribusi logistik nasional tetap berjalan lancar.

Dengan demikian, penerapan Skema TBB ASDP Bakauheni diharapkan mampu menjaga kelancaran arus balik sekaligus meminimalkan kemacetan di pelabuhan.

(Ahmad Royani, S.H.I.,)