TNI Tegaskan Seleksi Prajurit ke Gaza Tetap Berjalan
Jakarta, NU Media Jati Agung– Seleksi prajurit ke Gaza masih berlangsung di setiap matra. Proses ini berjalan aktif karena TNI ingin memastikan kesiapan personel sebelum pemerintah dan DK PBB menetapkan mandat final.
“Untuk proses seleksi masih di tingkat matra masing-masing berupa perencanaan, sambil menunggu mandat final Dewan Keamanan (DK) PBB dan keputusan politik Pemerintah,” kata Kapuspen Mabes TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Tahapan Seleksi Prioritaskan Pengalaman Prajurit
TNI menjalankan tahapan seleksi secara ketat karena ingin mengirim prajurit yang memiliki rekam jejak terbaik. Selain itu, pengalaman prajurit dalam misi kemanusiaan menjadi indikator utama untuk menilai kesiapan mereka.
Freddy kemudian menambahkan penjelasan mengenai tahapan seleksi yang berlangsung di seluruh matra. Setelah seluruh proses selesai, Mabes TNI akan menerima daftar prajurit yang lolos seleksi.
“Belum ada daftar nama yang diterima Mabes TNI. Yang dilakukan baru sebatas pendataan kesiapan satuan di tiga Matra sesuai Protap Operasi Luar Negeri,” jelas Freddy.
TNI Siapkan Peralatan Kesehatan dan Alat Konstruksi untuk Misi Gaza
Proses seleksi berlangsung seiring dengan persiapan logistik. Saat ini, TNI telah menyiapkan peralatan kesehatan dan alat konstruksi yang penting untuk mendukung misi kemanusiaan di Gaza. Dengan begitu, pasukan dapat membantu masyarakat yang terdampak konflik secara maksimal.
“Seperti fasilitas rumah sakit lapangan, peralatan medis emergensi, ambulans, perlengkapan air bersih dan sanitasi, serta kemampuan konstruksi Zeni termasuk alat berat dan sarana rekonstruksi,” kata Freddy.
Peralatan Medis dan Konstruksi Dipakai Layani Warga Gaza
TNI akan memakai peralatan kesehatan itu untuk memberi layanan medis bagi warga korban perang. Selain itu, pasukan Zeni akan memakai peralatan konstruksi untuk membangun berbagai fasilitas umum di Gaza. Freddy juga menegaskan bahwa personel yang berangkat sudah memiliki pengalaman dalam misi internasional.
“Ke 20.000 personel TNI yang dikirim sudah memiliki pengalaman dalam menjalankan misi perdamaian. Mereka hanya perlu melakoni beberapa pelatihan untuk memantapkan persiapan ke Gaza,” Ujarnya.
TNI Tunggu Persetujuan Pemerintah dan PBB
TNI menunggu persetujuan pemerintah dan PBB terkait rencana pengiriman pasukan ke Gaza. Meskipun begitu, TNI terus menyiapkan seluruh kebutuhan internal agar mereka dapat langsung memulai pelaksanaan misi begitu pemerintah dan PBB memberikan mandat. (ARIF)

