Sejarah Desa Sukanegara Berawal dari Penyatuan Dua Dusun
Lampung Selatan, NU Media Jati Agung – Sejarah Desa Sukanegara bermula dari penyatuan dua dusun pada tahun 1964.
Berkat semangat persatuan masyarakat lintas suku, desa di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, ini terus berkembang menjadi salah satu desa dengan potensi besar.
Kini, Desa Sukanegara mengandalkan sektor pertanian, pendidikan, dan industri sebagai penggerak pembangunan. Bahkan, sekitar 17 perusahaan besar telah beroperasi di wilayah tersebut.

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Desa (Sekdes) Sukanegara, Sunarna, saat menerima kunjungan dan wawancara tim NU Media Jati Agung di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026).
Menurut Sunarna, sebelum menjadi desa definitif, wilayah yang kini bernama Desa Sukanegara terdiri atas dua dusun yang berada di desa induk yang berbeda.

Dusun Kemang merupakan bagian dari Desa Galih Lunik, sedangkan Dusun Sukomulyo menjadi bagian dari Desa Sindangsari yang saat itu masih berada di wilayah Kecamatan Natar.
Selanjutnya, para tokoh masyarakat bersama pemerintah desa induk menggelar musyawarah.

Hasil musyawarah tersebut melahirkan desa baru yang kemudian diberi nama Desa Sukanegara.
Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan turut menyaksikan proses pembentukannya.

Nama Sukanegara memiliki filosofi yang kuat. Kata “Suka” melambangkan semangat persatuan masyarakat dari berbagai suku bangsa.
Sementara itu, kata “Negara” mencerminkan komitmen masyarakat untuk menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Desa ini berdiri pada 1964 dari penyatuan dua dusun. Semangat persatuan itu yang masih kami jaga sampai sekarang,” ujar Sunarna, Rabu (22/7/2026).
Berawal dari Dua Dusun, Kini Menjadi Enam Dusun
Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya wilayah Kecamatan Tanjung Bintang, Desa Sukanegara terus mengalami perkembangan.
Kini, Desa Sukanegara terdiri atas enam dusun, yaitu Dusun Banjarsari (8 RT), Dusun Sukomulyo (8 RT), Dusun Kemang (6 RT), Dusun Gunung Besi (4 RT), Dusun Talang Bayur (2 RT), dan Dusun Perumnas (3 RT).
Secara keseluruhan, wilayah administrasi Desa Sukanegara mencakup 31 Rukun Tetangga (RT).
Berdasarkan data Pemerintah Desa, Desa Sukanegara memiliki sekitar 6.000 jiwa yang tersebar dalam kurang lebih 1.800 kepala keluarga (KK).
Fasilitas Pendidikan Terus Berkembang
Dalam bidang pendidikan, Desa Sukanegara telah memiliki empat PAUD, tiga Sekolah Dasar Negeri(SDN), satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), serta satu Pondok Pesantren.
Meski bangunan SMP pernah ada, sekolah tersebut saat ini sudah tidak aktif. Karena itu, sebagian pelajar melanjutkan pendidikan ke desa maupun kecamatan lain.
Sekitar 17 Perusahaan Besar Beroperasi
Selain dikenal sebagai desa pertanian, Desa Sukanegara juga berkembang menjadi salah satu kawasan industri di Kecamatan Tanjung Bintang.
Menurut Sunarna, sekitar 17 perusahaan besar beroperasi di wilayah Desa Sukanegara.
Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai dari industri pakan ternak, pengolahan batu silika, manufaktur kasur dan furnitur, hingga pengolahan hasil perikanan.
Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Selain meningkatkan aktivitas ekonomi, sektor industri juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Sukanegara maupun wilayah sekitarnya.
“Keberadaan perusahaan ikut menggerakkan perekonomian masyarakat dan membuka banyak lapangan pekerjaan,” kata Sunarna.
Dipimpin Heri Tamtomo Sejak 2008
Berdasarkan dokumen profil desa, kepemimpinan Desa Sukanegara telah mengalami beberapa pergantian sejak 1947, yakni M. Jayun (1947–1956), Hamit’un (1956–1966), Sugiono (1966–1984), Akmal Hakim (1984–1990), Lujeng Samhadi (1991–1999), Asnaca (1999–2001), Suwarto (2001–2007), Sunarna (2007 PJ), dan Heri Tamtomo, S.Sos. yang menjabat sejak 2008 hingga sekarang,(18 tahun).
Di bawah kepemimpinan Heri Tamtomo, pembangunan desa terus berjalan di berbagai sektor.
Pemerintah desa meningkatkan pelayanan publik, membangun infrastruktur, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Struktur Pemerintahan Desa
Pemerintah Desa Sukanegara dipimpin Heri Tamtomo, S.Sos. sebagai Kepala Desa, didampingi Sunarna sebagai Sekretaris Desa.
Perangkat desa terdiri atas Anwar Nasikin (Kasi Pemerintahan), Tara Amalia Dwi Azizka (Kasi Kesejahteraan), Riski Ardi Perdana (Kasi Pelayanan), Wahyudi (Kaur Perencanaan), Gita Yonika Nur Indah Sari (Kaur Umum dan Tata Usaha), Buang Riyanto (Kaur Keuangan), Sudarso (Kepala Dusun Banjarsari), Sarno (Kepala Dusun Sukomulyo), Samsuri (Kepala Dusun Kemang), Jumiran (Kepala Dusun Gunung Besi), Sumardi (Kepala Dusun Talang Bayur), Prihatin Yudono (Kepala Dusun Perumnas), Jatmiko Kristanto (Operator Desa), serta Sutoyo.
Potensi Desa Terus Berkembang
Secara geografis, Desa Sukanegara berada pada ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut.
Desa ini memiliki curah hujan sekitar 2.000–3.000 milimeter per tahun dengan suhu rata-rata 27–30 derajat Celsius.
Selain itu, letaknya yang strategis di kawasan industri Kecamatan Tanjung Bintang semakin memperkuat potensi Desa Sukanegara.
Sektor pertanian tetap produktif, sementara fasilitas pendidikan terus berkembang untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Berawal dari penyatuan dua dusun pada 1964, Sejarah Desa Sukanegara menjadi cerminan perjalanan sebuah desa yang terus tumbuh dan berkembang.
Desa ini memadukan nilai persatuan, potensi ekonomi, serta pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Ahmad Royani, S.H.I.,)

