Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Satelit Lampung-1 menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat kolaborasi internasional melalui kerja sama sister province dengan Provinsi Shandong, China. Selain memperluas pemanfaatan teknologi satelit, program ini juga mendukung pengembangan kecerdasan artifisial (AI), riset, hingga pembangunan berbasis data di berbagai sektor.
Satelit Lampung-1 Perkuat Kerja Sama Lampung dan Shandong
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan peluncuran Satelit Lampung-1 menjadi tindak lanjut nyata kerja sama sister province antara Provinsi Lampung dan Provinsi Shandong, China, yang mulai terjalin sejak 2025.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari pertanian modern, teknologi, investasi, perdagangan, infrastruktur, hingga pengembangan sumber daya manusia. Selain itu, kedua daerah juga mengembangkan pemanfaatan satelit sebagai bagian dari transformasi teknologi.
Gubernur menegaskan bahwa pengembangan satelit tidak hanya berfokus pada penyediaan data.
“Peluncuran Lampung-1 merupakan salah satu tindak lanjut konkret kerja sama sister province antara Provinsi Lampung dan Provinsi Shandong yang mulai dibangun sejak 2025,” ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Rabu.
Pengembangan AI dan Ekosistem Teknologi
Pemerintah Provinsi Lampung tidak hanya memanfaatkan citra satelit. Sebaliknya, pemerintah juga membangun ekosistem teknologi hiperspektral dan Artificial Intelligence (AI) melalui transfer pengetahuan, riset bersama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan aplikasi sesuai kebutuhan daerah.
Sebelum menegaskan tujuan pengembangan tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi akan berlangsung dalam jangka panjang.
“Yang kami bangun bukan sekadar akses terhadap data satelit. Ini adalah kerja sama jangka panjang untuk membangun kompetensi, mengembangkan aplikasi, dan menjadikan data sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih cepat dan lebih presisi,” katanya.
BRIN Dukung Pengolahan Data Satelit
Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Lampung akan bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi ini bertujuan memastikan seluruh proses pengolahan data satelit berjalan sesuai standar ilmiah dan regulasi nasional.
Data satelit akan melalui proses pengolahan, kalibrasi, validasi kualitas, analisis, hingga penerjemahan menjadi informasi yang dapat digunakan pemerintah untuk menyusun kebijakan, melaksanakan program pembangunan, serta melakukan evaluasi.
Gubernur menekankan pentingnya tata kelola data.
“Data satelit akan melalui proses pengolahan, kalibrasi, validasi kualitas, analisis, dan penerjemahan menjadi informasi yang relevan. Setelah proses tersebut, hasil analisis dapat dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Lampung sebagai salah satu sumber informasi untuk perencanaan, kebijakan, pelaksanaan program, dan evaluasi pembangunan,” ujar dia.
Selain itu, ia menambahkan bahwa kerja sama dengan BRIN akan menjaga kualitas pemanfaatan data agar tetap sesuai standar ilmiah dan regulasi penginderaan jauh di Indonesia.
Satelit Lampung-1 Dukung Pertanian dan Lingkungan
Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pemanfaatan Satelit Lampung-1. Teknologi tersebut akan membantu pemetaan lahan, pemantauan kondisi tanaman, identifikasi kekurangan air, deteksi dini gangguan tanaman, hingga perkiraan potensi produksi. Salah satu komoditas yang mulai masuk tahap eksplorasi ialah singkong.
Selain pertanian, pemerintah juga akan memanfaatkan data satelit untuk pengelolaan lingkungan, pemantauan wilayah pesisir dan kelautan, mitigasi banjir dan kekeringan, pemantauan perubahan tutupan lahan, serta perencanaan pembangunan yang lebih presisi.
Sebelum menjelaskan manfaat teknologi bagi masyarakat, Gubernur menegaskan bahwa teknologi berfungsi sebagai alat pendukung.
“Teknologi ini bukan menggantikan petani. Melainkan membantu petani dan pemerintah mengambil keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran,” ujar dia.
Satelit Masih Jalani Tahap Validasi
Lampung-1 merupakan satelit hiperspektral yang memiliki kemampuan kecerdasan artifisial untuk membantu pemrosesan awal data di orbit. Dengan pendekatan tersebut, data yang dikirim ke bumi dapat lebih terpilah sehingga pengguna menerima informasi lebih cepat.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa satelit masih menjalani pemeriksaan sistem, stabilisasi, kalibrasi sensor, pengujian muatan, serta validasi kualitas data sebelum beroperasi secara optimal.
Gubernur menekankan bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada proses peluncuran.
“Keberhasilan sesungguhnya bukan hanya ketika roket mencapai orbit, tetapi ketika teknologi yang dibawanya benar-benar membantu menyelesaikan tantangan pembangunan di daerah,” ujar dia pula. (Ahmad Royani, S.H.I.,)

