Lampung Selatan, NU Media Jati Agung β Sore itu, suasana di Dusun Munggur, Desa Sindang Sari, Kecamatan Tanjung Bintang terasa berbeda. Menjelang waktu berbuka, ratusan warga mulai berdatangan dengan wajah penuh harap.
Di tengah nuansa Ramadan yang hangat, sebuah kegiatan sederhana namun penuh makna digelar.
Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Pramadji Nadyan Inggarjito dari Fraksi Golkar, membuka pintu kediamannya untuk berbagi kebahagiaan bersama anak yatim dan lansia, Rabu (18/3/2026).
Hangatnya Ramadan dalam Balutan Kebersamaan
Sejak pukul 16.00 WIB, halaman rumah sudah dipenuhi warga. Tidak hanya sekadar berkumpul, mereka datang membawa rasa kebersamaan yang kental.

Panitia pun menyusun acara dengan rapi, diawali dengan tausyiah oleh Ustadz Budi.
Dalam tausyiahnya, ia mengajak seluruh hadirin untuk memaknai Ramadan sebagai momentum berbagi dan memperkuat kepedulian sosial. Suasana pun menjadi lebih khidmat, sekaligus menyentuh hati para peserta.
121 Bingkisan, 121 Senyuman
Warga akhirnya menyambut momentum yang paling mereka tunggu. Satu per satu, Pramadji menyerahkan bingkisan kepada para penerima.
Total sebanyak 121 warga menerima santunan, yang terdiri dari anak yatim dan lansia dari Desa Sindang Sari serta Purwodadi Simpang.
Bukan sekadar bantuan, momen ini menghadirkan kebahagiaan yang terlihat jelas dari raut wajah para penerima.
” Apa yang saya berikan ini, sejatinya adalah rezeqi mereka yang dititipkan oleh Allah melalui saya, dan saya hanya perantara,” ujar Pramadji kepada wartawan.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian yang ingin terus ia jaga.
” Ramadan adalah waktu terbaik untuk berbagi. Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa sedikit meringankan beban dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat,” tambahnya.
Tak hanya itu, ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.
” Insyaallah kegiatan seperti ini akan terus kami upayakan. Karena kebersamaan dan kepedulian adalah kunci membangun masyarakat yang kuat,” lanjutnya.
Pesan untuk Warga Dapil VI
Kepada wartawan, Pramadji juga menyampaikan pesan khusus untuk warga Daerah Pemilihan VI, meliputi Kecamatan Tanjung Sari, Tanjung Bintang, dan Merbau Mataram.
βIbadah di bulan Ramadan yang telah dilaksanakan dengan khusyuk semoga diterima oleh Allah SWT. Selebihnya, kami berharap yang terbaik untuk seluruh warga Dapil 6,β jelasnya.
Ia pun menutup dengan ucapan hangat menjelang Hari Raya.
βSelamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.

Doa, Harapan, dan Ketulusan Seorang Ibu
Di balik kegiatan tersebut, sosok Bunda Dwi turut memberikan warna tersendiri. Dengan penuh kelembutan, ia menyapa para tamu yang hadir, terutama anak-anak yatim dan para lansia.
β Terima kasih. Semoga setiap langkah mbah dari rumah hingga ke sini senantiasa dirahmati oleh Allah SWT, selalu diberikan kesehatan, kelimpahan rezeki dan tentunya selalu bahagia,” ujarnya.

Kepada anak-anak yatim, ia menyampaikan pesan yang begitu menyentuh.
” Pesan ibu kepada adik-adik, meskipun mungkin kalian telah ditinggalkan oleh ayah atau ibu, kalian harus tetap semangat dalam belajar. Karena tanpa belajar, kita tidak akan bisa menjadi apa-apa,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Walaupun mereka tumbuh tanpa kehadiran kedua orang tua, lanjutnya, anak-anak harus tetap berusaha menjadi kebanggaan keluarga, menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah, serta kelak berguna bagi bangsa.
Kerendahan Hati untuk Para Lansia
Tak hanya kepada anak-anak, Bunda Dwi juga menyampaikan rasa hormatnya kepada para lansia yang hadir.
” Saya juga memohon maaf kepada Mbah Putri dan Mbah Kakung. Seharusnya kami yang sowan ke rumah njenengan, namun hari ini justru mbah yang berkenan datang ke kediaman kami. Terima kasih banyak atas kehadirannya,” ucapnya.
Lebih dari Sekadar Bingkisan
Bagi Bunda Dwi, santunan ini bukan tentang nilai materi. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai jembatan kasih sayang antara keluarga dan masyarakat.
βDan terkait bingkisan yang kami berikan, mohon jangan dilihat dari seberapa banyak atau nilainya, ya Mbah. Ini semata-mata sebagai bentuk kasih sayang dan tali silaturahmi dari kami sekeluarga,” jelasnya.

Ia pun menutup dengan harapan besar untuk Pramadji.
” Saya juga ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan doa yang telah diberikan kepada Mas Pramadji. Semoga beliau dapat menjalankan amanah dengan baik, bekerja secara maksimal, dan insyaallah membawa manfaat bagi masyarakat Desa Sindang Sari serta seluruh warga di Dapil 6,” tutupnya.
Menjelang waktu berbuka, panitia menutup acara dengan doa bersama. Warga perlahan meninggalkan lokasi sambil membawa bingkisan, namun lebih dari itu, mereka membawa rasa hangat yang sulit mereka ungkapkan.
Di tengah kesederhanaan kegiatan tersebut, kegiatan ini menghadirkan pesan kuat tentang arti berbagi, kepedulian, dan kebersamaan.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
Di Dusun Munggur sore itu, panitia membagikan 121 bingkisan, namun nilai kemanusiaan yang tumbuh terasa jauh lebih besar. (ARIF).


