Pesantren Tri Bakti Darul Falah Dorong Nasionalisme Santri
Jati Agung , NU Media Jati Agung— Pondok Pesantren Tri Bakti Darul Falah Nidhomut Tholibin di Desa Sidodadi Asri, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, mendorong santri untuk memadukan pendidikan agama dengan semangat nasionalisme.
Salah satu bentuknya, para santri mendapat kepercayaan menjadi petugas Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kecamatan Jatiagung.
Pengasuh pesantren, Gus Zamzami, menilai santri perlu mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Menurutnya, pendidikan pesantren tidak hanya membekali santri dengan ilmu agama, tetapi juga menumbuhkan tanggung jawab sebagai warga negara.
Gus Zamzami Tekankan Tanggung Jawab Santri kepada Negara
Dalam wawancara bersama jurnalis NU Media Jati Agung, Gus Zamzami menjelaskan pentingnya membangun kesadaran kebangsaan di lingkungan pesantren.
Ia mendorong para santri agar berani berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.
“Saya cuma ingin menanamkan bahwa kita, walaupun seorang santri, punya kewajiban kepada negara. Pesantren hari ini harus berani mengambil posisi di bagian-bagian umum, bukan hanya keagamaan. Jangan sampai jadi santri yang hanya berprasangka buruk (su’udzon) terhadap urusan umum hanya karena tidak pernah terjun langsung di dalamnya,”Jelasnya di lapangan kecamatan jati agung di sela-sela kegiatan Gladi kotor paskibra HSN 2026.
Untuk mempersiapkan para santri menjalankan tugas sebagai Paskibra, pihak pesantren menggelar latihan intensif sejak September.
Program tersebut mencakup latihan fisik harian di lingkungan pondok, gladi bersih tingkat kabupaten, serta koordinasi dengan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU).
Melalui persiapan tersebut, pesantren ingin membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesiapan santri dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Latihan Paskibra Bentuk Ketangguhan Mental Santri
Gus Zamzami memandang latihan fisik dan mental sebagai bagian penting dalam pendidikan karakter.
Ia menilai santri perlu belajar menghadapi tantangan dan menjalani proses sebelum meraih hasil.
“Apa pun konsekuensinya—walaupun panas dan perih—mereka harus tangguh,Inilah realitas kehidupan. Kalau ingin menikmati hasil yang manis, hari ini harus siap berproses. Orang di luar sana hanya melihat hasil akhirnya yang tampak bagus, tanpa tahu perjuangan di belakangnya.” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman menjalani latihan dan tugas upacara dapat mengajarkan santri tentang kedisiplinan, ketekunan, serta daya tahan ketika menghadapi kesulitan.
Nilai-nilai tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan akademik di pesantren.
Selain mendorong santri aktif dalam kegiatan sosial, Gus Zamzami mengarahkan mereka agar berani mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
Gus Zamzami Tanamkan Mentalitas Juara kepada Santri
Pondok Pesantren Tri Bakti Darul Falah Nidhomut Tholibin juga mendorong santri untuk mengembangkan budaya kompetisi.
Gus Zamzami menggunakan pendekatan pembinaan yang menantang santri agar terus meningkatkan kemampuan, bahkan melampaui pencapaian gurunya.
Ia menyampaikan pesan, kamu harus bisa mengalahkan kyaimu.
“Saya sampaikan kepada mereka: kalau ingin sukses, kamu harus bisa lebih baik dari kiai kalian,” ungkapnya.
“Dan hari ini saya bangga karena sudah ‘dikalahkan’. Anak-anak berhasil meraih juara di tingkat kecamatan hingga menembus kemenangan di tingkat provinsi,” Imbuh Gua Zami.
Lebih jauh, Gus Zamzami mengaku bangga melihat capaian para santri tersebut. Ia berharap prestasi itu dapat memotivasi mereka untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan meningkatkan kemampuan dalam berbagai bidang.
Pesantren Padukan Pendidikan Agama dan Nasionalisme
Keterlibatan santri sebagai petugas Paskibra HSN 2026 menunjukkan salah satu bentuk partisipasi mereka dalam kegiatan kewarganegaraan di tingkat kecamatan.
Bagi pesantren, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk menerapkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengabdian kepada negara.
Selain memperkuat pendidikan agama, pesantren juga mendorong santri untuk mengenal kehidupan sosial dan berkontribusi bagi masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, Gus Zamzami berharap para santri mampu mengembangkan prestasi akademik sekaligus menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara.
Melalui pendidikan yang memadukan tradisi keagamaan, pembentukan karakter, dan partisipasi sosial, Pondok Pesantren Tri Bakti Darul Falah Nidhomut Tholibin berupaya mempersiapkan santri agar mampu mengambil peran positif di tengah masyarakat.
Keterlibatan dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi salah satu ruang bagi para santri untuk mempraktikkan nilai-nilai tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara kehidupan pesantren dan semangat kebangsaan. (Erwin Indra Saputra).

