JAKARTA, NU MEDIA JATI AGUNG, – PT Pos Indonesia mengoperasikan sekitar 1.000 robot AI Pos untuk mempercepat proses sortir paket di berbagai kantor cabang di Indonesia. Perusahaan mulai menggunakan teknologi ini sejak 2023 sebagai bagian dari transformasi digital di sektor logistik.
Director of Business Development & Portfolio Management PT Pos Indonesia, Prasabri Pesti, menjelaskan perusahaan memanfaatkan robot untuk meningkatkan efisiensi operasional. Teknologi tersebut juga membantu mempercepat pengolahan paket di pusat logistik.
βTahun 2023 itu pertama di Surabaya, kemudian di Jakarta Timur dan minggu ini (operasionalkan di) Jogja,β ujar Prasabri di Kantor Pos Indonesia, Jakarta.
Robot AI Pos Mempercepat Sortir Paket
Pos Indonesia memanfaatkan robot AI Pos untuk meningkatkan kecepatan proses sortir paket. Teknologi ini membantu sistem logistik memproses paket lebih cepat dibandingkan metode manual.
Robot bekerja dengan sistem otomatis yang membaca data paket. Sistem tersebut kemudian mengarahkan paket ke lokasi yang sesuai dengan alamat pengiriman.
Teknologi ini membuat proses sortir paket menjadi 2,5 kali lebih cepat dibandingkan tenaga manusia. Oleh karena itu, Pos Indonesia dapat memproses lebih banyak paket setiap hari.
Jenis Robot AI Pos yang Digunakan
Pos Indonesia menggunakan dua jenis robot dalam operasional logistik. Kedua robot tersebut memiliki fungsi berbeda dalam proses pengolahan paket.
Jenis pertama adalah robotic sorting machine. Robot ini menyortir paket lalu menempatkannya ke kotak sesuai alamat tujuan.
Jenis kedua adalah auto labeling robot. Robot ini menempelkan label pada setiap paket sebelum proses pengiriman berlangsung.
Teknologi ini mempercepat proses yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga kerja. Selain itu, robot menangani pekerjaan berulang dengan lebih konsisten.
Robot AI Pos Tingkatkan Efisiensi Tenaga Kerja
Penggunaan robot AI Pos juga meningkatkan efisiensi tenaga kerja di Pos Indonesia. Robot menangani pekerjaan sederhana dan berulang dalam proses logistik.
βDampaknya terhadap efisiensi itu kerasa banget, terutama dari man power bisa menghemat sekitar 36% sehingga orang-orang itu bisa kita mutasikan ke tugas-tugas lain,β jelasnya.
Perusahaan kemudian mengalihkan tenaga kerja ke tugas lain yang lebih strategis. Langkah ini membantu meningkatkan produktivitas operasional perusahaan.

Selain itu, robot dapat bekerja tanpa henti. Sebagai contoh, fasilitas di Surabaya memiliki sekitar 400 robot yang dapat bekerja selama 24 jam.
βKalau di Surabaya itu total ada 400 (robot) bisa kerja 24 jam,β ucapnya.
Robot AI Pos Tingkatkan Akurasi Operasional
Selain mempercepat proses, robot AI Pos juga meningkatkan tingkat akurasi dalam pengolahan paket. Sistem robotik mampu menjaga konsistensi proses kerja.
Pos Indonesia mencatat tingkat akurasi operasional mencapai lebih dari 99 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan kualitas dalam proses logistik.
Tingkat akurasi tinggi sangat penting dalam layanan pengiriman paket. Kesalahan sortir dapat menyebabkan keterlambatan distribusi.
Karena itu, Pos Indonesia memanfaatkan robot untuk mengurangi potensi kesalahan manusia dalam pekerjaan berulang.
Investasi Teknologi Robot Pos Indonesia
Pos Indonesia mengalokasikan investasi sekitar Rp10 miliar untuk mengoperasikan robot AI di satu lokasi operasional. Investasi tersebut mencakup sistem robotik dan integrasi teknologi kecerdasan buatan.
Menariknya, Pos Indonesia juga membuka peluang kolaborasi dalam penggunaan robot tersebut. Operator logistik lain dapat memanfaatkan fasilitas robot yang tersedia.
Pos Indonesia menggunakan robot pada sesi sore hingga malam hari. Sementara itu, operator lain dapat menggunakan robot pada pukul 10.00 hingga 15.00.
Model ini mendorong pemanfaatan teknologi secara maksimal. Selain itu, kolaborasi tersebut mendukung pengembangan ekosistem logistik berbasis teknologi di Indonesia.


