NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Ragam Budaya Indonesia dan 5 Tradisi Unik

Ragam Budaya Indonesia yang Perlu Dilestarikan

Bandar Lampung, NU Media Jati Agung β€”Ragam budaya Indonesia mencerminkan kekayaan tradisi yang tumbuh dan berkembang di berbagai daerah nusantara. Indonesia dikenal sebagai bangsa majemuk karena setiap wilayah, baik pulau maupun provinsi, memiliki tata kehidupan sosial dan budaya yang berbeda.

Selain itu, luasnya wilayah Indonesia turut memengaruhi keberagaman budaya yang lahir di tengah masyarakat.

Nana Supriatna dkk dalam buku IPS Terpadu (2006:22) menjelaskan bahwa keragaman budaya tumbuh dari interaksi manusia dengan sesama dan lingkungannya demi memenuhi kebutuhan hidup.

Sementara itu, Christiana Umi dalam buku Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 4 (2020:24) menyebutkan bahwa ragam budaya daerah meliputi pakaian adat, bahasa, makanan, sistem ekonomi, kesenian, alat musik, tarian, sistem pengetahuan, hingga kepercayaan setempat.

Berikut lima tradisi unik yang memperkaya ragam budaya Indonesia.

Tradisi Potong Jari di Papua

Pertama, masyarakat Suku Dani di Papua mengenal tradisi potong jari. Tradisi ini menunjukkan rasa sedih ketika anggota keluarga meninggal dunia.

Masyarakat memaknai jari sebagai simbol kerukunan, kesatuan, dan kekuatan keluarga. Meski demikian, saat ini sebagian besar masyarakat sudah meninggalkan praktik tersebut.

Tradisi Gigi Runcing Suku Mentawai

Selanjutnya, wanita Suku Mentawai menjalankan tradisi meruncingkan gigi. Mereka meyakini tradisi ini dapat menambah kecantikan.

Tradisi tersebut berkembang sebagai bagian dari identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Ritual Tiwah di Kalimantan Tengah

Kemudian, masyarakat Kalimantan Tengah mengenal Ritual Tiwah. Warga melaksanakan ritual ini untuk mengantar tulang orang yang telah lama meninggal ke rumah khusus bernama Sandung.

Gambar Artikel

Melalui ritual tersebut, masyarakat bertujuan meluruskan perjalanan arwah menuju Lewu Tatau atau surga.

Upacara Tabuik di Sumatera Barat

Di Sumatera Barat, masyarakat Pariaman menggelar Upacara Tabuik setiap 10 Muharam atau hari Asyura.

Upacara ini menjadi bentuk duka dan penghormatan umat Islam terhadap cucu Nabi Muhammad SAW. Selain itu, masyarakat mengarak tabuik dalam prosesi yang meriah setiap tahunnya.

Tradisi Tatung di Singkawang

Terakhir, masyarakat Singkawang mengadakan Tradisi Tatung menjelang perayaan Cap Go Meh. Dalam pawai tersebut, para tatung memperlihatkan atraksi kebal terhadap benda tajam dan aksi debus.

Tradisi ini selalu menarik perhatian wisatawan karena menghadirkan pertunjukan budaya yang unik dan penuh simbol.

Meskipun masyarakat Indonesia memiliki latar belakang suku, budaya, dan sosial yang berbeda, persatuan tetap menjadi fondasi kehidupan berbangsa.

Oleh karena itu, masyarakat perlu menjaga dan melestarikan ragam budaya Indonesia sebagai warisan yang bernilai tinggi. (ARIF)