Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Prabowo Muktamar ke-35 NU: Jangan sekali-kali Melupakan Jasa Ulama

Prabowo Muktamar ke-35 NU Tegaskan Peran NU dan pesantren dalam sejarah ,serta masa depan Indonesia 

JOMBANG, NU Media Jati Agung — Kamis, 27 Agustus 2026 | 16.58 WIB — Prabowo Muktamar ke-35 NU menegaskan peran besar Nahdlatul Ulama (NU) sebagai aset bangsa dalam perjalanan sejarah, perjuangan kemerdekaan, hingga menjaga stabilitas dan masa depan Indonesia.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan penegasan tersebut saat memberikan sambutan dalam pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepadanya untuk menghadiri forum tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama tersebut.

NU Memiliki Jasa Besar bagi Kemerdekaan

Prabowo menilai NU sebagai institusi bersejarah yang memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Ini kehormatan besar bagi saya. Nahdlatul Ulama adalah institusi yang bersejarah, yang sangat besar jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Prabowo.

Selain itu, Presiden menegaskan bahwa perjalanan NU tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

NU dan Semangat Nasionalisme Indonesia

Prabowo mencontohkan lagu Ya Lal Wathon karya K.H. Abdul Wahab Hasbullah sebagai bukti kuat semangat patriotisme dan nasionalisme yang tumbuh di lingkungan ulama jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Menurutnya, lagu tersebut menggambarkan cita-cita besar para pendiri NU untuk melihat bangsa Indonesia bangkit dan berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Selanjutnya, Prabowo menegaskan bahwa bangsa harus mewujudkan kebangkitan melalui keadilan dan kemakmuran.

“Bangsa yang terhormat adalah bangsa yang adil dan makmur. Tidak ada bangsa yang dihormati kalau dia tidak makmur, dan tidak ada kemakmuran tanpa keadilan,” tegasnya.

NU Berperan Menjaga Stabilitas Bangsa

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi NU dalam berbagai momentum penting perjalanan bangsa.

Ia mengatakan NU selalu hadir ketika Indonesia menghadapi berbagai persoalan dan krisis. Karena itu, Prabowo menilai organisasi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan perdamaian.

“Nahdlatul Ulama hadir selalu dalam kejadian-kejadian bangsa ini, dalam krisis-krisis bangsa ini. Nahdlatul Ulama selalu hadir dan Nahdlatul Ulama yang menentukan stabilitas, keamanan, perdamaian, dan masa depan bangsa Indonesia,” katanya.

Pemerintah, Ulama dan Umara Perlu Bersinergi

Sementara itu, Prabowo menambahkan bahwa pemerintah, ulama, dan umara perlu terus memperkuat hubungan demi menjaga persatuan dan kemajuan bangsa.

Ia juga menekankan pentingnya peran Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, ulama, dan umara harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama. Dan juga Muhammadiyah,” ujarnya.

Prabowo Komitmen Perkuat NU dan Pesantren

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan komitmennya untuk memperkuat dan memberdayakan organisasi keagamaan, termasuk NU, Muhammadiyah, serta pondok pesantren di Indonesia.

Prabowo mengakui bahwa dukungan masyarakat dari berbagai elemen, termasuk NU dan Muhammadiyah, memiliki arti penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

“Saya berpikir terus bagaimana saya membesarkan, memperkuat, memberdayakan Nahdlatul Ulama, pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah,” tutur Prabowo.

Sekolah NU Akan Mendapat Layar Interaktif

Selain itu, Prabowo menyampaikan permohonan maaf karena sejumlah sekolah dan pesantren di lingkungan NU belum mendapatkan fasilitas layar interaktif seperti sekolah lainnya.

Namun, ia memastikan pemerintah akan memberikan perhatian terhadap kebutuhan pendidikan di sekolah-sekolah NU.

Menurut Prabowo, seluruh ruang kelas sekolah NU akan mendapatkan fasilitas layar interaktif sebagaimana program yang telah dijalankan pemerintah.

“Walaupun terlambat, semua ruang kelas sekolah-sekolah NU akan menerima layar interaktif sama dengan semua sekolah negeri,” katanya.

Dengan demikian, pemerintah akan memberikan fasilitas tersebut kepada sekolah-sekolah NU sesuai dengan program pendidikan yang sedang dijalankan.

Prabowo Ingatkan Jangan Lupakan Jasa Ulama

Pada bagian akhir sambutannya, Prabowo Muktamar ke-35 NU memberikan penghormatan khusus kepada para kiai dan ulama yang memiliki peran besar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia menyinggung perjuangan rakyat Indonesia dalam Pertempuran Surabaya pada Oktober hingga November 1945. Menurutnya, perjuangan tersebut tidak dapat dipisahkan dari peran ulama, kiai, dan pesantren.

Karena itu, Prabowo mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan jasa para ulama dalam sejarah bangsa.

Ia kemudian mengaitkan pesan tersebut dengan pernyataan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno tentang pentingnya tidak melupakan sejarah.

“Kalau pernah, kalau tidak salah Bung Karno mengatakan, ‘Jas Merah: Jangan sekali-kali melupakan sejarah’, saya ingin menyampaikan: ‘Jas Hijau: Jangan sekali-kali melupakan jasa ulama!’ ungkapnya.

Terima Kasih untuk Seluruh Ulama Indonesia

Prabowo kemudian menyampaikan terima kasih kepada seluruh ulama di Indonesia. Apresiasi tersebut ia sampaikan kepada tokoh yang dikenal secara luas maupun para kiai kampung yang setiap hari menjalankan peran penting di tengah masyarakat.

“Terima kasih kepada semua ulama, yang terkenal maupun kiai-kiai kampung yang mungkin namanya tidak pernah masuk televisi, tapi setiap hari menjaga akhlak,” ucapnya.

Apresiasi untuk Kiai, Nyai dan Santri

Dalam sambutan tersebut, Presiden juga memberikan penghormatan kepada jajaran PBNU, para Rais, Mustasyar, pengasuh pondok pesantren, masyayikh, habaib, para ibu nyai, santri dan santriwati, serta seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama.

Prabowo menilai para kiai dan nyai memiliki peran penting dalam menjaga nilai keagamaan, pendidikan, moral, dan kebangsaan di tengah masyarakat.

Pada akhir sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang mengikuti rangkaian Muktamar ke-35 NU.

“Dirgahayu Nahdlatul Ulama! Selamat bermuktamar,” pungkas Prabowo.

Muktamar ke-35 NU Jadi Momentum Penting

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama menjadi momentum penting bagi warga NU untuk membahas berbagai agenda organisasi sekaligus menentukan arah perjalanan organisasi dalam menghadapi tantangan masa depan.

Dengan jumlah warga yang besar dan jaringan pesantren yang tersebar di berbagai daerah, NU terus menjalankan peran penting dalam kehidupan keagamaan, sosial, pendidikan, dan kebangsaan Indonesia.

Oleh karena itu, Prabowo menekankan pentingnya menjaga penghormatan terhadap ulama dan pesantren sebagai bagian dari penghormatan terhadap sejarah perjuangan sekaligus masa depan bangsa Indonesia. (Erwin Indra Saputra)