Polisi Tangkap Salim, Pelaku Pembunuhan Pegawai Koperasi
NATAR, NU MEDIA JATI AGUNG, – Polisi tangkap pelaku pembunuhan di Natar Lampung Selatan setelah menerima laporan dari keluarga korban. Tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung dan Polres Lampung Selatan langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, menjelaskan bahwa pihaknya kini memeriksa pelaku bernama Salim.
“Pelaku pembunuhan itu atas nama Salim,” tegas Yuni saat konferensi pers di Bandarlampung, Kamis.
Penyidik menemukan bahwa Salim merupakan nasabah korban, yang masih memiliki tagihan pinjaman kepada Pandra, korban dalam kasus ini.
Menurut Yuni, penyidik terus menelusuri bukti tambahan guna memperkuat proses hukum.
“Kami akan menyampaikan perkembangan terbaru secepatnya,” ujarnya.
Polisi Kerahkan Tim ke Tangerang
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Toni Kasmiri, memimpin penyelidikan lebih lanjut dengan mengirimkan tim ke Tangerang. Langkah ini bertujuan mengusut laporan orang hilang atas nama Pandra Apriliandi (21), warga Gedung Ketapang.
AKP Indik Rusmono, Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan, memimpin tim gabungan tersebut. Mereka langsung mengumpulkan keterangan saksi dan informasi relevan di lokasi.
Petugas Lacak Anak Pelaku dan Periksa Saksi Kunci
Tim juga melacak dua anak Salim yang meninggalkan Lampung pada malam 29 Juli 2025 dan berpindah ke Tangerang untuk tinggal bersama ibu mereka.
Dalam penyelidikan lanjutan, personel dari Subdit Jatanras Polda Lampung, Polres Lampung Selatan, dan Polsek Natar secara aktif melakukan pencarian.
Selain itu, tim penyidik juga memeriksa saksi kunci, yaitu kakak korban dan kekasihnya, untuk menggali kronologi peristiwa.
Warga Temukan Jenazah Pandra di Sungai
Pada siang hari, Kamis (31/7/2025), warga Kampung Kroya, Dusun Sukarame, Desa Haduyang, Kecamatan Natar, menemukan jenazah laki-laki mengapung di sungai.
Tim identifikasi dari kepolisian segera datang ke lokasi dan memastikan bahwa mayat tersebut merupakan Pandra, pegawai koperasi yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya.

