Tanggamus Jadi Lokasi Peluncuran Program Strategis Pendidikan
TANGGAMUS, NU MEDIA JATI AGUNG, – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PBNU bersama Save the Children resmi meluncurkan empat program strategis di bawah naungan Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI).
Keduanya menggelar acara peluncuran di Aula Global Nusantara PCNU Kabupaten Tanggamus, pada Kamis (14/8/2025). Sebanyak 107 peserta dari berbagai elemen pendidikan dan masyarakat pun menghadiri kegiatan ini.
Selain itu, LP Ma’arif NU PBNU dan Save the Children menargetkan penguatan ekosistem pendidikan sekaligus peningkatan perlindungan anak di Tanggamus. Oleh karena itu, para pemangku kepentingan memanfaatkan momentum ini untuk mendorong kemajuan pendidikan secara berkelanjutan.
Empat Program Strategis KREASI Diluncurkan Serentak
Pada kesempatan tersebut, LP Ma’arif NU PBNU dan Save the Children langsung menjalankan empat program prioritas secara bersamaan. Dengan demikian, setiap program saling melengkapi untuk mencapai tujuan besar.
1. Aktivasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)
Pertama, para aktivis desa membangun sistem perlindungan anak yang kokoh di tingkat komunitas. Selanjutnya, mereka memastikan anak-anak tumbuh di lingkungan aman, bebas dari kekerasan, dan memiliki kesempatan berkembang secara optimal.
2. Lokakarya Peningkatan Mutu Manajemen Sekolah
Kedua, tim pelaksana melatih kepala sekolah, kepala madrasah, dan tenaga kependidikan. Tujuannya, mereka dapat memperkuat kapasitas manajemen sekolah sehingga mampu menggerakkan peningkatan mutu pendidikan di Tanggamus. Selain itu, lokakarya ini juga membangun jejaring kerja sama antar-sekolah.
3. Pembentukan “Catch up Club”
Ketiga, relawan pendidikan mendampingi anak-anak yang mengalami ketertinggalan belajar, khususnya di bidang membaca dan berhitung. Kemudian, mereka memberikan intervensi langsung agar setiap anak memperoleh hak belajar yang sama tanpa hambatan.
4. Kampanye Pendidikan Perubahan Iklim
Keempat, fasilitator mendorong siswa memiliki kesadaran lingkungan dan sikap solutif terhadap isu iklim. Di sisi lain, program ini menanamkan nilai kepedulian bumi sejak dini sehingga membentuk generasi berwawasan global.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
H. Rohman, Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif KREASI.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memajukan pendidikan.
“Kami berterima kasih atas program ini. Mari kita gunakan momen ini untuk refleksi bersama agar pendidikan di Tanggamus terus maju,” ujarnya.
Selanjutnya, H. Rohman mengajak semua pihak berperan aktif dalam mencapai tujuan peningkatan mutu pendidikan. Dengan demikian, hasil yang dicapai dapat berdampak luas bagi generasi mendatang.

Visi Holistik Program KREASI
Suardi, Direktur Program KREASI LP Ma’arif NU PBNU, menjelaskan bahwa peluncuran empat program ini terintegrasi dalam satu kesatuan yang saling mendukung.
Menurutnya, strategi ini jauh lebih efektif dibanding menjalankan program secara terpisah.
“Hari ini kita bekerja terintegrasi. Empat program ini berjalan bersamaan untuk menciptakan lingkungan belajar berkualitas, aman, dan tangguh,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa aktivis desa mengelola PATBM secara berkelanjutan, sementara lokakarya manajemen sekolah mempertajam kemampuan kepala sekolah sebagai motor penggerak mutu pendidikan.
Bagi anak yang mengalami kesulitan akademik, relawan Catch up Club hadir memberikan pendampingan intensif. Sementara itu, kampanye perubahan iklim menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
“Tujuan akhir kami melahirkan generasi cerdas, terlindungi, berkarakter, dan peduli pada masa depan bumi,” tegas Suardi.
Rangkaian Pelatihan dan Implementasi Lapangan
Usai seremoni pembukaan, para peserta yang terdiri dari kepala sekolah/madrasah SD/MI dan TK/RA, kepala tata usaha, serta aktivis perlindungan anak langsung mengikuti pelatihan sesuai bidang masing-masing.
Dengan cara ini, mereka memperoleh keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di sekolah maupun komunitas.
Selain itu, pelatihan ini menandai dimulainya implementasi nyata empat program KREASI di lapangan. Oleh karena itu, dampaknya dapat langsung dirasakan oleh sekolah, siswa, dan masyarakat.
Dampak Jangka Panjang
Tim KREASI menargetkan replikasi program ke wilayah lain di masa depan.
Di satu sisi, mereka fokus memperkuat ekosistem pendidikan. Di sisi lain, mereka juga meningkatkan perlindungan anak untuk menciptakan perubahan signifikan.
Dengan demikian, manfaatnya mencakup peningkatan mutu pendidikan sekaligus kesadaran terhadap isu global seperti perubahan iklim.
Pada akhirnya, sinergi antara LP Ma’arif NU PBNU, Save the Children, pemerintah daerah, dan masyarakat akan menjadikan Tanggamus sebagai daerah percontohan pendidikan inklusif, aman, dan berdaya saing tinggi.

