Lampung Selatan, NU Media Jati Agung — Pengajian Akbar dalam rangka Rutinan Triwulan PAC Muslimat NU Tanjung Bintang yang dirangkaikan dengan Pelantikan PAC IPNU dan IPPNU Tanjung Bintang serta Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah berlangsung khidmat dan penuh makna, di Masjid At-Taqwa Dusun II A Desa Purwodadi Simpang, pada Sabtu (27/12/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting konsolidasi jamaah Nahdlatul Ulama lintas generasi. Tiga agenda besar disatukan dalam satu rangkaian kegiatan, mulai dari penguatan ruhiyah Muslimat NU, pengukuhan kader muda NU, hingga refleksi spiritual atas peristiwa Isra’ Mi’raj.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tanjung Bintang Heri Purnomo, S.K.M., Kepala Desa Purwodadi Simpang Lamidi, S.E., Rois Syuriah PWNU Lampung, K.H Idrus Jamalullail Asy-Syafi’i, Ketua Tanfidziyah MWCNU Tanjung Bintang H. Arifin Rahman, Ketua Tanfidziyah MWCNU Tanjung Sari Ustadz Suselo, jajaran pengurus Muslimat NU, Banser, Ansor, para alim ulama, tokoh adat, serta tokoh pemuda setempat.
Tiga Momentum, Satu Napas Perjuangan NU
Ketua Tanfidziyah MWCNU Tanjung Bintang, H. Arifin Rahman, menegaskan bahwa penyatuan tiga momentum tersebut bukan tanpa alasan.

Menurutnya, pengajian merupakan ruh utama organisasi NU, sementara pelantikan adalah bentuk komitmen dan tanggung jawab kader.
“Pengajian adalah ruhnya organisasi Islam seperti Muslimat NU. Sementara pelantikan adalah janji dan tanggung jawab pengurus IPNU dan IPPNU. Semua itu kami rangkai dengan peringatan Isra’ Mi’raj sebagai landasan spiritualnya,” ujar H. Arifin Rahman.
Ia menambahkan, Isra’ Mi’raj menjadi pengingat bahwa perjuangan keagamaan tidak boleh berhenti, sebagaimana perjalanan Rasulullah SAW yang sarat makna dan pengorbanan.
Pelantikan IPNU-IPPNU sebagai Pilar Kaderisasi
Sementara itu, Pelantikan PAC IPNU dan IPPNU Tanjung Bintang dipandang sebagai langkah strategis menjaga kesinambungan kaderisasi NU di tingkat kecamatan. H. Arifin menekankan pentingnya arah dan komitmen dalam berorganisasi.
“Makna pelantikan adalah menanamkan rasa tanggung jawab dan komitmen. IPNU dan IPPNU harus berjalan sesuai AD dan ART agar organisasi memiliki arah yang jelas,” tegasnya.
Ia juga menyebut IPNU dan IPPNU dipersiapkan sebagai garda depan NU masa depan yang tidak hanya kuat secara akidah, tetapi juga matang dalam tata kelola organisasi.
Muslimat NU dan Sinergi Antar-Badan Otonom
Dalam konteks pergerakan ke-NU-an di Tanjung Bintang, Muslimat NU dinilai memiliki peran sentral. Selain menghidupkan pengajian rutin di tingkat ranting, Muslimat NU juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, IPNU dan IPPNU diposisikan sebagai penjaga kontinuitas perjuangan NU, khususnya dalam memperkuat akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di kalangan generasi muda.
Pesan Isra’ Mi’raj untuk Generasi Muda NU
Lebih lanjut momentum peringatan Isra’ Mi’raj dimanfaatkan sebagai sarana refleksi bersama. H. Arifin mengingatkan warga NU agar tidak pasif dalam beragama.
“Warga NU jangan hanya duduk diam di rumah. Harus terus bergerak, berbuat, dan meningkatkan kualitas beragama sesuai manhaj Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” katanya.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ibadah personal dan kontribusi sosial dalam kehidupan berjamaah.
Harapan dan Ajakan untuk Warga Nahdliyin
Menutup rangkaian kegiatan, H. Arifin Rahman mengajak seluruh warga Nahdliyin Tanjung Bintang untuk terus menjaga marwah organisasi dengan istiqamah mengikuti kegiatan ke-NU-an.
“Mari kita pertahankan pengajian rutin, dzikir, dan sholawat untuk membersihkan hati dan menjaga ghirah perjuangan. Hadiri setiap undangan pengajian dan terus tingkatkan ngaji, karena belajar itu seumur hidup,” pungkasnya.
Pengajian Akbar ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi peneguhan komitmen bersama dalam menjaga tradisi, kaderisasi, dan keberlanjutan perjuangan Nahdlatul Ulama di Kecamatan Tanjung Bintang. (ARIF)

