Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan bahwa ketahanan keluarga menjadi kunci utama untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Pernyataan tersebut hadir sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan hal itu di Bandar Lampung, Rabu (29/4), saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BKKBN Lampung.
Rakorda BKKBN Dorong Transformasi Pembangunan
Rakorda BKKBN mengusung tema βTransformasi Kemendukbangga/BKKBN untuk Mewujudkan Lampung Maju dan Mendukung Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045β.
Tema tersebut selaras dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.
Menurut Marindo, pemerintah harus membangun manusia secara menyeluruh. Oleh sebab itu, pemerintah terus meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, serta pemenuhan gizi masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya momentum bonus demografi bagi daerah.
“Lampung diproyeksikan mencapai puncak bonus demografi pada 2035. Peluang ekonomi ini harus dioptimalkan melalui peningkatan kualitas SDM, pendidikan, dan kesehatan agar penduduk usia produktif benar-benar menjadi kekuatan utama pendorong kemajuan pembangunan daerah,” ujarnya.
Program Penguatan Keluarga Terus Ditingkatkan
Marindo menjelaskan bahwa keluarga menjadi tempat pertama membentuk karakter anak. Oleh karena itu, kualitas keluarga sangat menentukan masa depan generasi mendatang.
Pemerintah daerah terus memperkuat berbagai program strategis. Program tersebut mencakup kesehatan ibu dan anak, pendidikan pengasuhan, serta pemenuhan kebutuhan dasar keluarga.

Selain itu, pemerintah mengintegrasikan pembangunan keluarga ke dalam sistem pembangunan daerah. Kemudian, pemerintah meningkatkan koordinasi lintas sektor agar program berjalan optimal.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan data keluarga sebagai dasar kebijakan.
“Pengelolaan, monitoring, dan evaluasi data keluarga harus diperkuat sebagai dasar perumusan kebijakan tepat sasaran, didukung dengan sistem pemantauan yang berkelanjutan,” ucapnya.
Integrasi Program Sepanjang Siklus Hidup
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih, menjelaskan bahwa pihaknya menjalankan berbagai program yang menyasar seluruh siklus hidup masyarakat. Program tersebut mencakup anak-anak, remaja, wanita usia subur, hingga lansia.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program.
“Seluruh program ini kami integrasikan dan kolaborasikan dengan pemerintah daerah, dan mitra kerja,” ujar Soetriningsih.
Selain itu, BKKBN menjalankan sejumlah program prioritas untuk mendukung ketahanan keluarga.
Program tersebut meliputi Gerakan Cegah Stunting, Taman Asuh Sayang Anak, Gerakan Lansia Berdaya, Gerakan Ayah Teladan Indonesia, serta pemberian Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. (Ahmad Royani, S.H.I)

