Pemkot Bandarlampung Perketat Program Makan Bergizi Gratis
Bandar lampung, NU Media Jati Agung – Pemkot Bandarlampung memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah 247 siswa mengalami keracunan massal. Kasus ini mencoreng upaya pemerintah menyediakan makanan sehat dan higienis di sekolah.
Program MBG menjadi salah satu langkah pemerintah pusat mendukung kesehatan dan kecerdasan anak bangsa.
Namun, insiden keracunan pekan ini memberi pukulan serius terhadap pelaksanaannya di Bandarlampung.
Harapan Pemkot Usai Kasus Keracunan
Wakil Wali Kota Bandarlampung, Deddy Amarullah, menegaskan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Mudah-mudahan di kemudian hari tidak terulang lagi, kejadian seperti ini,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).
Deddy meminta semua pihak menjaga kualitas serta kebersihan program MBG.
“Tentunya kami juga prihatin begitu dapat kabar ada siswa yang keracunan. Namanya makanan bergizi harus higienis,” katanya.
Evaluasi oleh Dinas Pendidikan
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bandarlampung, Mulyadi Syukri, menyatakan pihaknya menghentikan distribusi makanan dari dapur penyedia MBG.
“Dapur MBG yang menyuplai makanan ke sekolah tersebut kami hentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM),” ujarnya.
Langkah ini diambil untuk mencegah keracunan baru selama proses pemeriksaan.
Peran BBPOM dalam Pemeriksaan
BBPOM melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.
Hasil uji akan menjadi dasar pemerintah menentukan langkah berikutnya, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap dapur penyedia MBG.
Ratusan Siswa Alami Gejala Keracunan
Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, melaporkan ratusan siswa mengalami gejala keracunan.
“Total ada 247 siswa yang mengalami gejala keracunan, 12 di antaranya harus dirawat di rumah sakit dan puskesmas. Alhamdulillah saat ini kondisi mereka semakin membaik,” ungkapnya.
Keracunan terjadi di SDN 2 Sukabumi, SMPN 31 Bandarlampung, serta sebuah SD di Campang Raya. Sebagian besar siswa merasakan mual, pusing, dan muntah.
Meski kondisi korban sudah membaik, kasus ini tetap menjadi peringatan keras mengenai pentingnya kualitas makanan dalam program MBG.
Fokus pada Keamanan Pangan
Pemkot Bandarlampung bersama BBPOM mengevaluasi dapur penyedia MBG. Evaluasi meliputi standar higienitas, distribusi, hingga kualitas gizi makanan.
Langkah ini bertujuan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG sekaligus memastikan keamanan pangan di sekolah.
Dampak Terhadap Kepercayaan Publik
Orang tua siswa mengaku khawatir setelah insiden tersebut. Mereka berharap pemerintah memperbaiki sistem, bukan menghentikan program.
Menurut mereka, MBG sangat membantu dalam pemenuhan gizi anak di sekolah.
Upaya Pemkot dalam Pemulihan Kepercayaan
Pemkot berkomitmen memperkuat pengawasan agar distribusi makanan bergizi tetap aman.
Program MBG dianggap strategis dalam mendukung kualitas pendidikan dan kesehatan anak di Bandarlampung.
Keseriusan Pemerintah ke Depan
Pemkot Bandarlampung menggandeng Dinas Kesehatan, Disdikbud, dan BBPOM untuk memperkuat koordinasi.
Pemerintah menyiapkan sistem pengawasan berlapis mulai dari dapur penyedia hingga distribusi ke sekolah.
Insiden ini menjadi titik balik untuk perbaikan menyeluruh sehingga program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan aman, higienis, dan bermanfaat bagi peserta didik. (Orba Battik).

