NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Terduga Pelemparan Batu Jadi Pelopor Tol Bakter

Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Terduga pelemparan batu di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) kini bertransformasi menjadi pelopor keselamatan dan keamanan jalan tol setelah manajemen mengambil langkah pembinaan edukatif.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (27/2) sekitar pukul 23.00 WIB di Bandar Lampung dan melibatkan sejumlah remaja yang masih berstatus pelajar.

Menanggapi laporan tersebut, manajemen Tol Bakter langsung bergerak cepat. Tim BKO kemudian mengidentifikasi serta mengamankan sejumlah remaja dalam waktu kurang dari 1×24 jam sejak laporan masuk.

Kronologi Penanganan di Ruas Tol Bakter

Untuk memastikan keamanan, manajemen menjalin koordinasi intensif dengan personel BKO dari Korem 043/Garuda Hitam. Bersamaan dengan itu, petugas melakukan observasi sekaligus mempertebal pengamanan di titik rawan.

Saat melakukan pemantauan, petugas melihat sekelompok remaja berada di atas JPO. Tidak lama berselang, terdengar benda keras jatuh ke badan jalan tol.

Melihat situasi tersebut, petugas segera mengejar para remaja dan mengamankan dua orang guna pengembangan lebih lanjut.

Hasil pengembangan menunjukkan sekitar 10 remaja terlibat dan seluruhnya masih berstatus pelajar.

Atas pertimbangan itu, manajemen memilih pendekatan pembinaan dengan melibatkan orang tua masing-masing.

Gambar Artikel

Pihak pengelola menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama.

Manager Public Affairs Hakaaston Ruas Bakter, M. Alkautsar, menyampaikan komitmennya terhadap keamanan jalan tol.

“Karena semuanya masih berstatus pelajar, kami memanggil dan menghadirkan orang tua untuk bersama-sama melakukan pembinaan. Kami berikan edukasi mengenai risiko dan dampak hukum dari tindakan tersebut, serta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Kami ingin mereka memahami bahwa apa yang dilakukan sangat membahayakan bagi pengguna jalan dan mencoreng citra wilayah di sektor keamanan,” ujar Alkautsar.

Pendekatan Restoratif dan Edukatif

Sebagai bagian dari pendekatan restoratif, manajemen memberi predikat simbolis kepada para remaja tersebut sebagai ‘Pelopor Keselamatan dan Keamanan Jalan Tol’ di lingkungan sekitarnya.

Melalui langkah ini, pengelola berharap mereka beralih peran menjadi penggerak kesadaran keselamatan di kalangan teman sebaya.

“Anak-anak ini bukan untuk diberi stigma, tetapi untuk diarahkan. Kami ingin mereka menjadi agen perubahan di lingkungannya. Jika sebelumnya mereka berada di titik yang berpotensi membahayakan, maka ke depan mereka harus menjadi yang terdepan dalam. (Ahmad Royani, S.H.I.,)