NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

PCINU dan Banser Taiwan Aksi Bersih-Bersih Pascabanjir di Hualien

PCINU Taiwan bersama Banser menggelar aksi bersih-bersih pascabanjir di Hualien. Mereka membantu warga terdampak dengan gotong royong, membersihkan lumpur, serta menguatkan semangat kebersamaan.


Relawan NU Bergerak Cepat di Hualien

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan Ranting Hualien bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bergerak cepat setelah banjir besar melanda Hualien, Taiwan. Mereka langsung turun ke lokasi bencana dengan membawa semangat gotong royong dan kebersamaan.

Banjir yang dipicu oleh Siklon Tropis Bualoi dan Angin Topan Ragasa menyapu wilayah itu pada Selasa (23/9/2025) hingga Jumat (26/9/2025). Air bah tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga meninggalkan lumpur tebal dan merusak berbagai fasilitas serta perabotan. Kondisi lingkungan pun membutuhkan penanganan segera.

Relawan NU dan Banser tidak tinggal diam. Mereka melaksanakan aksi bertajuk Relawan Peduli Banjir Hualien pada Ahad (28/9/2025). Kegiatan itu menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat Indonesia di Taiwan terhadap lingkungan sekitar.


Aksi Gotong Royong Membersihkan Lingkungan

Sejak pagi, para relawan bekerja keras. Mereka membersihkan rumah warga dari lumpur, mengangkat perabotan yang rusak, hingga memperbaiki kondisi lingkungan sekitar. Dengan kerja sama yang terjalin, suasana gotong royong terasa kental di tengah kawasan yang sebelumnya dipenuhi genangan.

“Para relawan bergotong royong membersihkan rumah-rumah yang tergenang lumpur, mengangkat perabotan yang rusak, serta memperbaiki lingkungan sekitar,” ujar Ketua PCINU Taiwan Muhammad Ghofur dalam keterangan yang diterima NU Online pada Senin (29/9/2025).

Pernyataan itu menggambarkan bagaimana aksi kemanusiaan berlangsung penuh semangat. Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, para relawan juga menghadirkan dukungan moral bagi masyarakat yang sedang berjuang melewati masa sulit.


Solidaritas dan Dukungan Moral

Ghofur menekankan bahwa kehadiran relawan NU di tengah masyarakat terdampak tidak hanya sekadar memberi bantuan teknis. Menurutnya, kehadiran mereka juga membawa semangat solidaritas dan kekuatan moral yang sangat dibutuhkan.

Ia menilai aksi ini mencerminkan komitmen warga NU di Taiwan yang selalu berusaha hadir dalam pelayanan sosial. Meskipun jauh dari tanah air, mereka tetap menjaga semangat gotong royong yang menjadi bagian dari nilai luhur bangsa Indonesia.

“Kontribusi yang diberikan juga menjadi bukti nyata bahwa kehadiran komunitas Indonesia mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal,” ucapnya.


Apresiasi terhadap Relawan

Dalam kesempatan itu, Ghofur juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PCINU Taiwan Ranting Hualien dan Banser. Dedikasi mereka, kata dia, tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana. Lebih dari itu, aksi nyata mereka juga mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata masyarakat Taiwan.

“Peran serta mereka dinilai tidak hanya meringankan beban masyarakat terdampak, tetapi juga mengharumkan nama bangsa Indonesia melalui aksi nyata di lapangan,” ujarnya.

Aksi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya solidaritas lintas bangsa dan agama dalam menghadapi bencana. Nilai-nilai kemanusiaan dapat melampaui batas negara, sehingga menjadi teladan bagi komunitas lain di berbagai belahan dunia.

“Apa yang dilakukan relawan NU di Hualien menjadi contoh bahwa nilai kemanusiaan, kepedulian, dan persaudaraan dapat melampaui batas negara, serta menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk mengedepankan semangat kebersamaan dalam membantu sesama,” ungkap Ghofur.


Dampak Topan Ragasa

Selain menjelaskan aksi sosial, Ghofur juga memaparkan dampak bencana yang menimpa Taiwan. Angin Topan Ragasa menewaskan 15 orang, melukai 101 orang, dan menyebabkan beberapa orang hilang. Namun, ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun luka serius dari kalangan Warga Negara Indonesia (WNI).

“Untuk Warga Negara Indonesia (WNI) belum ada laporan korban jiwa maupun luka serius,” jelasnya.

Keterangan itu menjadi kabar yang menenangkan bagi keluarga WNI di Indonesia. Mereka tetap bisa merasa lega meski situasi di Taiwan sempat menegangkan.


Imbauan untuk WNI di Taiwan

Ghofur juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh WNI di Taiwan. Ia mengimbau agar mereka selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah Taiwan maupun dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan.

“Jangan bepergian jika tidak mendesak, siapkan kebutuhan darurat di rumah, dan tetap saling menjaga serta memberi kabar kepada keluarga di Indonesia. Yang paling penting, jangan panik dan tetap tawakal kepada Allah,” pungkasnya.


Konteks Lebih Luas tentang Peran Diaspora

Aksi relawan PCINU dan Banser di Hualien memperlihatkan bagaimana diaspora Indonesia berperan aktif di luar negeri. Keberadaan mereka tidak hanya untuk kepentingan komunitas sendiri, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Dalam situasi bencana, kehadiran komunitas Indonesia di luar negeri sering kali menjadi penghubung solidaritas lintas bangsa. Mereka menunjukkan bahwa nilai gotong royong tidak mengenal batas geografi. Nilai itu terus hidup di mana pun orang Indonesia berada.

Melalui aksi sosial, diaspora Indonesia mengirimkan pesan kuat bahwa mereka tetap menjaga identitas kebangsaan. Nilai kemanusiaan yang mereka jalankan sekaligus menjadi sarana diplomasi budaya yang memperkuat citra positif bangsa Indonesia di mata dunia.

Kegiatan PCINU Taiwan dan Banser di Hualien menegaskan arti penting gotong royong dan solidaritas. Aksi bersih-bersih pascabanjir tidak hanya meringankan penderitaan warga terdampak, tetapi juga memperkuat hubungan persaudaraan lintas bangsa.

Dengan semangat itu, masyarakat Indonesia di Taiwan terus membuktikan bahwa kepedulian dan kebersamaan bisa menjadi energi positif untuk menghadapi bencana apa pun.