NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Paryatin Terungkap sebagai Identitas Asli Buronan Sabu Rp 5 T

Penangkapan Paryatin Buka Fakta Baru Asal Usul Buronan Sabu Rp 5 T

Jakarta, NU Media Jati Agung–Penangkapan jaringan narkoba internasional bernilai Rp 5 triliun membuka fakta identitas asli Paryatin, perempuan asal Ponorogo yang selama ini dikenal publik sebagai Dewi Astutik.

Operasi gabungan BNN, Interpol, dan BAIS di Kamboja membuat masyarakat kampung halamannya terkejut karena mereka selama ini tidak mengetahui peran besar Paryatin dalam peredaran sabu lintas negara.

Warga Ponorogo Terkejut Setelah Identitas Paryatin Terungkap

Warga Dusun Sumber Agung, Desa Balong, Ponorogo, mengenal sosok ini sebagai ibu rumah tangga yang tampak biasa.

Mereka tidak pernah melihat tanda-tanda keterlibatannya dalam kejahatan besar. Ketua RT setempat, Purnomo, menjelaskan bagaimana warga menilai sosoknya selama ini.

“Nama aslinya kan Paryatin, tujuan kerja selama ini dari rumah (tidak ada yang tahu), tidak ada pamit yang jelas. Cuma ya berangkat lagi (ke luar negeri). Kalau kejelasan itu yang tahu mungkin suami,” kata Purnomo.

Menurutnya, foto buronan yang beredar memang menunjukkan sosok yang sama.

“Secara foto, secara orang ya benar. Orang yang sama, Paryatin,” ucapnya.

Munculnya Nama Dewi Astutik dan Keterangan Keluarga

Purnomo turut menjelaskan alasan munculnya nama Dewi Astutik yang selama ini dikenal luas di pemberitaan. Ia mengaitkan nama itu dengan anggota keluarga tersangka.

“Kalau menurut keterangan kan Dewi Astutik itu nama adiknya yang ada di Singkil, Balong,” katanya.

Penjelasan ini menambah kejelasan mengenai perbedaan nama yang sebelumnya membingungkan warga.

Operasi Gabungan yang Mengakhiri Pelarian Panjang Paryatin

BNN, Interpol, dan BAIS menjalankan operasi terkoordinasi hingga akhirnya menangkap Paryatin di Kamboja. Ia memiliki peran penting dalam penyelundupan dua ton sabu bernilai Rp 5 triliun.

Pelariannya berlangsung lama dan membawanya ke berbagai negara sejak dirinya bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW).

Setelah masuk daftar buronan internasional, langkahnya terus dipantau hingga akhirnya operasi gabungan berhasil menghentikan aksinya. (ARIF)