Pemprov Lampung Kembangkan Pariwisata Tanggamus
Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Pariwisata Tanggamus menjadi fokus Pemerintah Provinsi Lampung untuk meningkatkan sektor pariwisata daerah. Pemprov Lampung merancang kawasan pariwisata terpadu di Kabupaten Tanggamus dan wilayah sekitarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Tony Ferdiansyah menyampaikan daerah tersebut memiliki banyak potensi wisata.
Ia menjelaskan salah satu destinasi unggulan, yaitu Gigi Hiu, mampu menarik minat wisatawan.
“Di Kabupaten Tanggamus dan sekitarnya memiliki banyak potensi pariwisata salah satunya destinasi Gigi Hiu yang menarik untuk dikunjungi wisatawan dan memiliki potensi pengembangan wisata dengan minat khusus,” ujar Tony Ferdiansyah di Bandar Lampung, Jumat.
Klaster Wisata dari Kiluan hingga Kota Agung
Selanjutnya, Pemprov Lampung membentuk klaster kawasan pariwisata terpadu untuk memaksimalkan potensi tersebut. Kawasan ini mencakup wilayah dari Kiluan Negeri hingga Kota Agung sepanjang sekitar 60 kilometer.
Tony menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten serta pihak terkait melalui forum diskusi.
“Jadi destinasi wisata ini nanti dikelola mulai dari daerah Kiluan Negeri sampai Kota Agung, panjangnya sekitar 60 kilometer untuk kawasan wisata terpadu. Serta sudah direncanakan akan dilakukan koordinasi dan FGD dengan pemerintah kabupaten serta pihak terkait untuk pengembangan rencana ini,” katanya.
Β Destinasi Unggulan dan Penginapan Warga
Selain itu, kawasan tersebut menawarkan berbagai potensi wisata. Kawasan ini menghadirkan spot foto alami di Gigi Hiu, wisata bahari, serta warisan rumah kuno.
Pemerintah mendorong pembangunan penginapan dan homestay berbasis rumah warga untuk menarik wisatawan.

Tony menjelaskan konsep tersebut meniru pengembangan wisata di wilayah lain di Lampung.
“Objek wisata yang potensial dari Kabupaten Pesawaran yang wilayah dekat Tanggamus ini ada Pulau Wayang, Pulau Kelagian, Teluk Hantu, Pantai Kiluan, disini potensi wisata pantainya sangat banyak serta menjadi daya tarik tersendiri,” tambahnya.
Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Di sisi lain, pemerintah mengembangkan sektor ekonomi kreatif melalui 17 subsektor. Pemerintah juga menyiapkan pusat cenderamata di sepanjang jalur wisata.
Selanjutnya, pemerintah memprioritaskan pengembangan desa wisata agar masyarakat ikut terlibat langsung dalam sektor pariwisata.
Tony menekankan pentingnya peran kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam mendukung pengembangan destinasi.
“Lalu perlu juga pengembangan kembali desa wisata di Kabupaten Tanggamus. Nanti akan dibangun desa wisata di Kiluan, kemudian untuk di Kabupaten Pesawaran dikembangkan desa wisata di daerah Pulau Wayang dan Teluk Hantu yang disana juga telah ada kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Dan disarankan kepada pemerintah kabupaten untuk terus mengaktifkan kelompok sadar wisata di lokasi yang memiliki potensi pariwisata,” ujar dia.
(Ahmad Royani, S.H.I)

