Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Pagar Nusa Amankan Muktamar NU ke-35 di Jombang

Pagar Nusa Siagakan Ratusan Personel untuk Muktamar NU

 

JOMBANG, NU Media Jati Agung — minggu, 30 agustus 2026 – Pagar Nusa Amankan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dengan menyiagakan ratusan personel Pasukan Inti dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka bertugas menjaga keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Pasukan Inti Pagar Nusa membagi personel di sejumlah titik pengamanan. Selain itu, mereka melakukan penjagaan dan pemantauan untuk mendukung situasi yang aman dan tertib selama Muktamar ke-35 NU berlangsung.

Muhammad Sholehuddin, salah seorang personel Pasukan Inti Pagar Nusa asal Kabupaten Pasuruan, menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar hingga selesai.

“Dari awal sampai akhir yang kita harapkan dari pasukan inti Pagar Nusa, yang tentunya se-Indonesia ini, harapan kami lancar sampai selesai. Bahkan baik dari peserta atas maupun sampai bawah, selamat sampai tujuan. Amin,” ujarnya saat diwawancarai.

Sekitar 700 Personel Ikut Pengamanan

Muhammad Sholehuddin mengatakan, personel Pasukan Inti Pagar Nusa yang hadir berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Hingga wawancara berlangsung, jumlah personel yang bertugas diperkirakan mencapai sekitar 700 orang.

“Sebetulnya sih harapan dari komandan kami itu sebanyak mungkin, cuma diperkirakan sampai saat ini kurang lebih dari 700 personel,” katanya.

Menurutnya, masing-masing daerah mengirim personel sesuai kemampuan dan kebutuhan pengamanan. Sementara itu, sejumlah anggota dari Kabupaten Pasuruan turut bergabung dalam tugas tersebut.

Ia menambahkan bahwa semangat dan panggilan hati mendorong anggota Pagar Nusa untuk ikut menjaga kegiatan organisasi dan mendukung kelancaran Muktamar ke-35 NU.

Personel Jaga Sejumlah Titik di Pondok Tambakberas

Pagar Nusa Amankan Muktamar dengan memusatkan pengamanan di wilayah Pondok Tambakberas. Pasukan Inti membagi personel di berbagai titik untuk menjaga sekaligus memantau kondisi selama kegiatan berlangsung.

“Yang jelas itu di wilayah Pondok Tambakberas ini. Jadi, kita bagi di setiap titik, baik rawan ataupun aman, tetap kami jaga dan kami pantau,” ungkapnya.

Selain itu, Muhammad Sholehuddin menjelaskan bahwa struktur pengamanan Pasukan Inti Pagar Nusa juga melibatkan tim yang secara khusus memantau situasi di lapangan.

Sejumlah personel menjalankan pemantauan secara terbuka. Di sisi lain, tim lainnya memantau kondisi lapangan tanpa mengenakan atribut lengkap.

Muhammad Sholehuddin menyebut Pasukan Inti Pagar Nusa memiliki beberapa tingkatan, mulai dari KOPASCAP, KOPASDA hingga KOPASNAS. Selanjutnya, personel menjalankan koordinasi pengamanan sesuai dengan struktur komando yang berlaku.

Pendekar Diajak Menjaga Kedamaian

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Sholehuddin juga menyampaikan pesan kepada generasi muda, khususnya anggota organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Ia menekankan bahwa seorang pesilat dan pendekar seharusnya tidak identik dengan kerusuhan maupun tindakan kekerasan di jalanan.

“Harapan kami ya intinya sebagai sesepuh atau pengurus harian seluruh Pagar Nusa Jawa Timur maupun se-Indonesia, enggak ada yang namanya pendekar itu di jalanan,” katanya.

Menurutnya, dunia pencak silat memiliki ruang dan aturan tersendiri dalam menyalurkan kemampuan bertanding. Ia kemudian mencontohkan tradisi Pencak Dor sebagai pertandingan yang berlangsung di dalam arena atau ring.

“Nah, Pencak Dor ini tarung bebas tapi di ring,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan filosofi yang berkembang dalam pertandingan tersebut yang menekankan semangat persaudaraan antarpesilat.

“Ciri khasnya di atas lawan, di bawah kawan,” katanya.

Akhlak dan Kemampuan Keagamaan Jadi Perhatian

Muhammad Sholehuddin menjelaskan bahwa Pagar Nusa juga memberikan perhatian terhadap kemampuan keagamaan dan akhlak dalam pembinaan anggota.

Menurutnya, salah satu kemampuan dasar yang perlu dimiliki anggota adalah kemampuan memimpin tahlil.

“Untuk syarat keagamaan, minimal harus bisa memimpin tahlil,” ujarnya.

Selain kemampuan keagamaan, ia menyebut akhlak sebagai salah satu aspek utama dalam pembinaan anggota Pagar Nusa.

“Yang diutamakan tentunya dari akhlak,” katanya.

Dengan melibatkan sekitar 700 personel dari berbagai wilayah, Pagar Nusa Amankan Muktamar ke-35 NU melalui penjagaan dan pemantauan di sejumlah titik kawasan Pondok Tambakberas. Pasukan Inti Pagar Nusa berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar hingga para peserta kembali ke daerah masing-masing.(Erwin Indra Saputra)