Tubaba, NU Media Jati Agung — Proses pemilihan Kepala Tiyuh Gung Terang melalui mekanisme Musyawarah Antar Waktu (MAW) berlangsung sukses dan demokratis pada Senin, 20 Oktober 2025.
Kegiatan ini memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat setelah terjadi kekosongan jabatan kepala tiyuh.
Musyawarah yang digelar di Balai Dusun Tiyuh Gung Terang itu menghadirkan suasana penuh antusiasme. Tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan pemuda, serta pihak pemerintahan kecamatan ikut hadir dalam forum tersebut.
Sementara itu, panitia menyebarkan 84 undangan, menunjukkan komitmen untuk melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.
Tiga Kandidat Putra-Putri Daerah Bersaing Ketat
Tiga kandidat terbaik dari Tiyuh Gung Terang bersaing dalam pemilihan ini. Mereka adalah:
1. Ismail (Nomor Urut 01) — dikenal dekat dengan masyarakat dan memiliki visi meningkatkan kesejahteraan petani.
2. Neneng P. (Nomor Urut 02) — tokoh perempuan aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan di Tiyuh Gung Terang.
3. Saperi (Nomor Urut 03) — tokoh pemuda dengan gagasan inovatif untuk mengembangkan potensi desa berbasis teknologi dan kewirausahaan.
Panitia pemilihan memastikan setiap tahapan berjalan terbuka dan terpantau oleh seluruh peserta musyawarah. Suasana kompetisi terasa sehat dan penuh semangat kebersamaan.
Hasil Pemilihan Kepala Tiyuh Antar Waktu
Lebih lanjut, hasil akhir menunjukkan Neneng P. memperoleh 69 suara, unggul jauh dari Ismail yang meraih 10 suara, dan Saperi dengan 5 suara. Dari total 87 kertas suara, seluruh proses berjalan lancar tanpa hambatan.
“Pemilihan Kepala Tiyuh ini menjadi momentum penting untuk memilih pemimpin yang amanah dan mampu membawa Gung Terang ke arah yang lebih baik,” ujar Camat Gunung Terang dalam sambutannya.
Bahwa kemudian, kemenangan Neneng P. menjadi bukti bahwa masyarakat menginginkan pemimpin yang peduli, aktif, dan mampu memperjuangkan kemajuan desa.
Harapan untuk Kepemimpinan Baru Neneng P.
Dengan hasil tersebut, Neneng P. resmi menjabat sebagai Kepala Tiyuh Gung Terang. Warga pun menaruh harapan besar agar kepemimpinan baru ini dapat memperkuat semangat gotong royong, melanjutkan pembangunan yang telah berjalan, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat.
Tak hanya itu, seluruh pihak yang hadir juga mengapresiasi suasana musyawarah yang berlangsung kondusif dan penuh rasa persaudaraan.
Melalui proses ini, nilai-nilai kebersamaan dan musyawarah kembali tampak hidup di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, momen ini menegaskan bahwa demokrasi di tingkat desa masih berjalan dengan sehat, beradab, dan bermartabat. (WAWAN HIDAYAT)

