NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Nadirsyah Ajak Warga Tubaba Jaga Lingkungan Lewat Gotong Royong

Wakil Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Nadirsyah, memimpin aksi kebersihan massal bersama masyarakat. Ia mengajak warga menjaga lingkungan melalui budaya gotong royong yang digelar di berbagai titik strategis wilayah Tubaba.

Aksi Bersama Jaga Kebersihan

Tubaba, NU Media Jati AgungWakil Bupati Tulang Bawang Barat, Nadirsyah, turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyalakan semangat gotong royong. Ia memimpin gerakan kebersihan di berbagai kawasan penting pada Jumat pagi (3/10/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung di Pasar Pulung Kencana, Lapangan GOR ZA Pagar Alam, Islamic Center, Pasar Dayamurni, hingga kawasan jalan protokol.

Setelah apel bersama, Nadirsyah mengarahkan peserta aksi membersihkan ruas jalan dari Tugu Rato Nago Besanding sampai Tugu Payung Pasar Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah.

Apel pagi itu melibatkan jajaran BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Damkar, Satpol PP, DLH, Polres Tubaba, TNI, serta berbagai OPD. Selain itu, camat, lurah, dan warga setempat ikut mendukung gerakan yang mencerminkan persatuan antar elemen daerah.

Gotong Royong Jadi Budaya

Para peserta membersihkan lingkungan dengan cara memotong rumput, memungut sampah, hingga menyemprot jalan dari debu dan pasir.

Semua pihak bergerak bersama dengan suasana penuh kebersamaan. Pemerintah daerah, aparat keamanan, dan warga berbaur dalam satu barisan.

Nadirsyah menegaskan arti penting gerakan tersebut.

“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin memberi contoh nyata dan merawat semangat gotong royong agar menjadi budaya sehari-hari,” tegasnya.

Pernyataan itu memperlihatkan komitmen pemerintah daerah untuk membangun kesadaran kolektif. Ia ingin masyarakat menjadikan gotong royong sebagai tradisi, bukan sekadar kegiatan insidental.

Antusiasme Masyarakat

Warga menyambut ajakan Nadirsyah dengan penuh semangat. Banyak masyarakat ikut turun tangan langsung memungut sampah dan membersihkan jalan.

Mereka merasa kegiatan itu memberikan dampak positif sekaligus mendekatkan pejabat dengan rakyat.

Suyatno, seorang warga Panaragan, mengaku senang melihat pejabat daerah terlibat langsung.

“Kami senang karena pemerintah turun langsung bersama masyarakat. Ini memotivasi kami untuk lebih peduli menjaga kebersihan lingkungan, bukan hanya hari ini, tapi seterusnya,” ujarnya.

Partisipasi warga yang tinggi membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa tumbuh kuat ketika pemerintah memberikan teladan nyata.

Kehadiran pemimpin di tengah masyarakat menghadirkan rasa kebersamaan sekaligus mendorong partisipasi aktif.

Harapan Pemerintah Kabupaten Tubaba

Pemerintah Kabupaten Tubaba berharap kegiatan gotong royong semakin mempererat sinergi antarinstansi. Mereka juga ingin membangun kesadaran masyarakat agar peduli menjaga lingkungan.

Pemerintah menilai kegiatan bersama mampu menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan indah secara berkelanjutan.

Pemerintah daerah tidak ingin masyarakat hanya menjaga lingkungan sesekali. Mereka menargetkan kesadaran itu menjadi kebiasaan sehari-hari.

Gotong royong terbukti menjadi sarana efektif untuk menghubungkan masyarakat, pemerintah, dan aparat. Dengan cara itu, semangat kebersamaan terpelihara, dan permasalahan lingkungan bisa diselesaikan lebih cepat.

Konteks Lebih Luas: Gotong Royong dalam Tradisi Lokal

Gotong royong bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan nilai budaya yang sudah mengakar dalam masyarakat Indonesia.

Di banyak daerah, termasuk Tulang Bawang Barat, gotong royong menjadi fondasi kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Tradisi itu mengajarkan masyarakat untuk saling membantu, baik dalam membersihkan lingkungan, membangun fasilitas umum, maupun menghadapi kesulitan.

Kehadiran pemimpin daerah seperti Nadirsyah memperkuat makna gotong royong sebagai identitas kolektif.

Ketika pemerintah menempatkan diri sejajar dengan rakyat, maka kepercayaan masyarakat semakin kuat.

Kegiatan kebersamaan semacam ini juga memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun kesadaran sosial.

Dampak Positif bagi Kehidupan Masyarakat

Kebersihan lingkungan membawa banyak dampak positif. Jalan yang bebas sampah dan debu membuat masyarakat lebih nyaman beraktivitas.

Pasar dan pusat kegiatan umum juga terlihat lebih rapi sehingga menumbuhkan citra positif bagi daerah.

Selain itu, lingkungan yang bersih mencegah berbagai penyakit. Udara menjadi lebih segar, saluran air lebih lancar, dan kawasan pemukiman lebih sehat. Kondisi itu memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat Tubaba.

Kegiatan gotong royong juga memperkuat interaksi sosial. Warga yang sebelumnya jarang bertemu bisa saling bertegur sapa. Mereka bekerja sama, berbagi tugas, dan merasakan manfaat nyata dari kerja kolektif.

Gotong Royong untuk Masa Depan Tubaba

Gerakan kebersihan massal yang dipimpin Nadirsyah tidak hanya menyentuh aspek fisik lingkungan.

Lebih dari itu, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat. Semakin banyak warga yang sadar pentingnya kebersihan, semakin ringan pula beban pemerintah dalam menjaga daerah.

Kesadaran itu menjadi kunci utama agar kebersihan berlangsung konsisten. Tanpa keterlibatan masyarakat, program pemerintah tidak akan berjalan maksimal. Oleh karena itu, partisipasi warga menjadi faktor penentu.

Nadirsyah menekankan pentingnya menjaga lingkungan melalui gotong royong. Aksi yang ia pimpin di Tulang Bawang Barat membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dapat menghadirkan perubahan nyata.

Dengan semangat gotong royong, masyarakat Tubaba membangun komitmen untuk menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan yang lebih baik. (Wawan Hidayat)