Bandar Lampung, NU Media Jati Agung – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, menggelar Konferensi Ke-II Tahun 2025 dengan mengusung tema “Membangun Sinergitas dan Kemandirian Jamaah”.
Kegiatan berlangsung di Gedung Lampung Nahdliyin Center, Rajabasa Raya, pada Ahad (19/10/2025).
Konferensi ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandar Lampung, di antaranya Rois Syuriah KH. Izzudin Abdussalam dan Ketua Tanfidziyah Kyai Ichwan Aji Wibowo, S.Pt., M.M..
Hadir pula Lurah Rajabasa Raya Iwan Supandi, S.IP, Danramil Rajabasa, Bhabinkamtibmas, serta jajaran pengurus MWCNU, tokoh adat dan budaya Lampung, dan perwakilan banom NU seperti Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU-IPPNU, Banser dan Pagar Nusa se-Kecamatan Rajabasa, serta KMNU Lampung.
Ketua MWCNU Rajabasa: Konferensi Momentum Laporan dan Regenerasi
Ketua Tanfidziyah MWCNU Rajabasa, Ustadz Ferry Fadlan, S.Pd, menyatakan bahwa konferensi ini berfungsi sebagai ajang pertanggungjawaban sekaligus momen penting untuk regenerasi kepemimpinan organisasi.
“Sebagai Ketua MWCNU Rajabasa masa khidmat 2020–2025, saya bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan Konferensi Ke-II ini. Insyaallah, kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi masyarakat Rajabasa,” ujarnya kepada NU Media Jati Agung di lokasi kegiatan, Ahad (19/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa konferensi ini akan mengangkat dua agenda utama, yaitu Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus masa khidmat 2020–2025 dan pemilihan Rois Syuriah serta Ketua Tanfidziyah untuk masa khidmat 2025–2030.
“Kami berharap siapa pun yang terpilih nantinya dapat amanah terhadap organisasi, mencintai ulama, mencintai negara, serta berbakti kepada bangsa,” tegasnya.
Laporan Kinerja: Dari Kaderisasi hingga Penguatan Kelembagaan
Dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang dibacakan saat sidang pleno, Ustadz Ferry Fadlan memaparkan berbagai capaian program MWCNU Rajabasa selama lima tahun terakhir.
Pertama, program kaderisasi Pendidikan Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) berlangsung di Asrama Haji Rajabasa pada 17–19 Februari 2023. Program ini memperkuat pemahaman ideologi dan menumbuhkan semangat khidmat kader NU di tingkat ranting.
Kedua, amaliyah keagamaan melalui Lailatul Ijtima’ rutin setiap bulan di berbagai ranting se-Kecamatan Rajabasa menyediakan ruang silaturahmi sekaligus konsolidasi keagamaan antar pengurus dan jamaah.
Selain itu, pengurus secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi tahunan di Sekretariat MWCNU Rajabasa untuk meninjau efektivitas program kerja sekaligus memperbaiki sistem administrasi organisasi.
Laporan Keuangan: Transparan dan Akuntabel
Pada kesempatan itu Ustadz Ferry memaparkan laporan keuangan organisasi selama masa khidmatmya. Ia menjelaskan bahwa sumber dana berasal dari iuran anggota ranting dan banom, donasi masyarakat, infaq, serta hibah.
Selanjutnya, pengurus menggunakan dana tersebut untuk kegiatan kaderisasi, operasional pengajian, amaliyah dan pendidikan keagamaan, publikasi, serta pembangunan sekretariat.
“Selama lima tahun, total kas MWCNU Rajabasa tercatat sebesar Rp153.090.450. Dari jumlah itu, Rp118.476.000 telah digunakan untuk kegiatan organisasi, dan saldo akhir sebesar Rp34.614.450 akan dialokasikan untuk pembangunan sekretariat MWCNU Rajabasa,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem pengawasan internal dilakukan secara rutin setiap bulan melalui laporan keuangan yang disampaikan kepada seluruh pengurus ranting lewat grup WhatsApp.
Hambatan dan Upaya Perbaikan
Ustadz Ferry menyadari berbagai tantangan, seperti keterbatasan dana, sarana, dan motivasi kader.
Oleh karena itu, pengurus terus memperbaiki sistem kerja dengan transparansi keuangan, publikasi laporan terbuka, serta penguatan kaderisasi melalui diskusi dan pelatihan rutin.

Disisi lain, MWCNU Rajabasa juga aktif memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk publikasi kegiatan dan dakwah digital.
Rekomendasi dan Harapan ke Depan
Dalam kesimpulannya, ia menegaskan bahwa pengurus MWCNU Rajabasa masa khidmat 2020–2025 telah menjalankan program sesuai visi dan misi organisasi.
Ia merekomendasikan agar kepengurusan berikutnya:
1. Mempercepat pembangunan sekretariat sebagai pusat aktivitas pengurus dan banom.
2. Menyusun program kerja lima tahunan yang terukur dan berkelanjutan.
3. Memperluas kerja sama di bidang sosial, pendidikan, dakwah, dan pemerintahan.
4. Meningkatkan profesionalitas pengelolaan keuangan dengan sistem laporan berkala.
5. Fokus pada regenerasi kaderisasi agar keberlanjutan organisasi tetap terjaga.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pengurus ranting, banom, tokoh masyarakat, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan yang telah membantu jalannya kepengurusan MWCNU Rajabasa masa khidmat 2020–2025. Semoga laporan ini menjadi bahan evaluasi agar kinerja ke depan semakin baik dan penuh keberkahan,” tutupnya.
MWCNU Rajabasa Mantap Melangkah untuk Khidmat dan Kemandirian
Konferensi Ke-II MWCNU Rajabasa tidak hanya menjadi forum laporan dan pemilihan pengurus baru, tetapi juga menjadi momentum penting untuk meneguhkan semangat sinergi, kemandirian, dan regenerasi kader NU di tingkat kecamatan.
Melalui semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus berkhidmat, MWCNU Rajabasa meneguhkan tekad agar kepengurusan masa khidmat 2025–2030 melanjutkan perjuangan dengan lebih kokoh, inovatif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Dengan mengusung nilai hubbul wathan minal iman—cinta tanah air bagian dari iman—NU Rajabasa melangkah mantap menjaga marwah Nahdlatul Ulama, memperkuat jamaah, serta mengabdi untuk bangsa dan negara. (ARIF)

