NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

MWC NU Sukabumi Bandar Lampung, Mantapkan Struktur 2025–2030, Fokus Ekonomi Mandiri

MWCNU Sukabumi Bandar Lampung, Bahas Arah Pengurus 2025–2030

Bandar Lampung, NU Media Jati Agung— MWCNU Kecamatan Sukabumi Kota Bandar Lampung menggelar rapat koordinasi untuk memantapkan struktur pengurus 2025–2030 di Pondok Pesantren Assalafiyah Al Afiyah, Kp. Kroy, Kelurahan Waylaga, Sabtu (29/11/2025).

Karena konsolidasi organisasi menjadi kebutuhan mendesak, forum tersebut membahas arah gerak kepengurusan sekaligus memperkuat soliditas internal.

Ketua MWC NU Tekankan Pentingnya Pondasi Kepengurusan Baru

Ketua MWCNU Sukabumi, Kyai M. Yusuf S.A, menyampaikan bahwa rapat ini menjadi langkah awal untuk memperkuat pondasi kepengurusan.

“Pemantapan struktur pengurus MWCNU periode 2025–2030,” tegasnya.

Selain itu, ia menilai forum ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kesamaan visi para pengurus.

Tim Formatur Terbentuk melalui Mekanisme Resmi Organisasi

Kyai Yusuf menjelaskan bahwa Tim Formatur terbentuk melalui mekanisme organisasi yang berjalan sesuai aturan.

“Tim Formatur dibentuk dalam sidang pleno konferensi ke-2 setelah selesai pemilihan Rois dan ketua tanfidziyah,” jelasnya. 

Dengan demikian, proses penyusunan struktur berlangsung transparan dan sesuai tata kelola organisasi.

Fokus Besar: Kemandirian Ekonomi Organisasi

Sementara itu pihaknya menyebut bahwa Fokus utama kepengurusan baru mengarah pada penguatan ekonomi organisasi.

“Fokus kepengurusan ke depan bagaimana terciptanya kemandirian ekonomi organisasi,” ujarnya. 

Karena kemandirian menjadi faktor penting keberlanjutan organisasi, ia menegaskan perlunya program-program nyata yang mendukung visi tersebut.

Pengurus Diminta Kompak Hadapi Tantangan

Kyai Yusuf juga menyoroti pentingnya kekompakan pengurus sebagai dasar gerak organisasi. Ia pun menyampaikan harapan khusus kepada jajaran pengurus.

“Harapan besarnya agar selalu kompak dan siap bekerja untuk NU Sukabumi,” katanya. 

Namun, ia tidak menampik bahwa proses penyusunan pengurus menghadirkan tantangan tersendiri.

“Tentunya banyak tantangan dalam menyatukan visi dan misi karena berasal dari profesi dan latar belakang yang berbeda-beda,” ungkapnya.

Penguatan Kaderisasi Jadi Arah Strategis Organisasi

Terkait penguatan kaderisasi, Kyai Yusuf menegaskan perlunya langkah serius. Ia mendorong peningkatan partisipasi warga NU dalam proses pembinaan.

“Untuk memperkuat kaderisasi tentunya mendorong semua pengurus dan warga NU untuk mengikuti kaderisasi dan pelatihan-pelatihan baik yang diadakan internal MWC, PCNU dan PWNU,” imbuhnya. 

Karena itu, ia meminta seluruh elemen organisasi ikut serta dalam setiap proses pengembangan SDM.

Sekretaris MWC NU Jelaskan Seleksi Pengurus Baru

Sementara itu, Sekretaris MWCNU Sukabumi, Khairul Farih, S.Hum., S.Pd., M.Pd., memaparkan proses penjaringan pengurus.

“Dalam penjaringan pengurus MWCNU periode 2025–2030 tentunya kami memilih kader-kader terbaik di MWCNU Sukabumi,” jelasnya. 

Proses tersebut berlangsung selektif dan terukur.

Kriteria Pengurus Harus Penuhi Standar Kaderisasi

Ia menegaskan adanya kriteria khusus untuk kandidat pengurus MWCNU periode selanjutnya.

“Kriteria yang kami masukan ke pengurus terutama yang sudah mengikuti PD-PKPNU,” ujarnya. 

Dengan demikian, struktur baru akan diisi oleh kader yang telah menempuh proses pendidikan kaderisasi yang memadai.

Administrasi dan Pembagian Tugas Akan Dijalankan Efektif

Lebih lanjut, Khairul menegaskan komitmen pengurus untuk menjaga ketertiban administrasi. Ia memastikan tata kelola organisasi berjalan sesuai aturan.

“Proses administrasi tentunya sesuai mekanisme yang berlaku dan ke depan kami akan membagi sesuai tugasnya masing-masing,” katanya. 

Selain itu, ia menilai struktur baru memiliki energi kuat untuk melaksanakan program secara disiplin.

Program Awal: Koin NU dan Penguatan Ekonomi Organisasi

Sebagai langkah awal, Khairul menegaskan kesiapan organisasi menjalankan program nyata. Ia menyoroti fokus utama pada penguatan kemandirian.

“Program awal setelah pelantikan kami akan fokus kepada koin NU dan kemandirian ekonomi organisasi,” tegasnya. 

Program ini diharapkan memperkuat basis ekonomi sekaligus memperluas partisipasi jamaah.

Pengurus Diminta Bekerja Sama Tanpa Melihat Posisi

Khairul juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh pengurus yang harir.

“Diharapkan semua pengurus baik jajaran Syuriah dan Tanfidziyah bisa bekerjasama untuk mencapai tujuan yang besar tanpa melihat di posisi mana ditempatkan,” pesannya. 

Ia menilai kerja kolektif menjadi kunci kemajuan organisasi.

Komitmen MWCNU Sukabumi untuk Bergerak Solid dan Mandiri

Melalui rapat koordinasi ini, MWCNU Sukabumi kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat gerakan keummatan dan meningkatkan kemandirian organisasi.

Karena adanya visi yang sama, para pengurus berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan energi segar sekaligus kerja nyata untuk warga Nahdliyin di tingkat kecamatan.

Selain itu, forum ini menghasilkan panduan awal untuk mempersiapkan pelantikan resmi pengurus periode 2025–2030. (Ahmad Royani)