Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Muktamar NU ke-35 Gerakkan UMKM dan Ekonomi Warga Tambakberas

Expo Muktamar Buka Ruang Ekonomi bagi Warga Lokal

Jombang, NU Media Jati Agung – Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tidak hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi, tetapi juga membuka ruang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Hal tersebut terlihat dari keterlibatan warga lokal dalam kegiatan expo dan bazar yang berlangsung di sejumlah titik sekitar kawasan Tambakberas.

Panitia lokal menyediakan sejumlah stan bagi pelaku usaha. Panitia juga memberikan ruang secara gratis kepada warga sekitar agar mereka dapat ikut berjualan selama rangkaian Muktamar NU ke-35.

Gus Iqbal menyampaikan hal tersebut dalam wawancara dengan NU Media Jati Agung di Media Center dan Sekretariat, Kantor Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Senin (24/8/2026).

Menurut Gus Iqbal, kegiatan expo tersebar di beberapa lokasi, antara lain Gang 3, Gang 4, Gang 5, kawasan SMK Kreatif, serta sekitar area parkir Mbah Wahab.

ā€œKalau untuk di Gang 4, jumlah tendanya itu ada 50 yang di pinggir jalan. Terus ada 35 sama 19 di pekarangan. Nah, 25 tenda kita gratiskan untuk warga sekitar,ā€ ujar Gus Iqbal, Senin (24/8/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut menjadi bentuk keterlibatan masyarakat lokal dalam menyambut pelaksanaan Muktamar.

Warga tidak hanya menjadi penonton. Mereka juga mendapat kesempatan untuk memperoleh manfaat ekonomi dari ramainya kedatangan peserta dan pengunjung.

ā€œKita memang gratiskan untuk warga ini supaya bisa ikut memeriahkan juga, bisa ikut jualan,ā€ katanya.

Panitia Lokal Pilih Pendekatan Semi-Sosial

Menurut Gus Iqbal, pola yang diterapkan panitia lokal berbeda dengan konsep expo yang dikelola oleh event organizer (EO).

Pengelolaan profesional cenderung mempertimbangkan aspek bisnis. Sebaliknya, panitia lokal memberikan porsi sosial kepada masyarakat sekitar.

ā€œKalau panitia lokal itu kan kemarin kita ada di bahu jalan ya, akhirnya ya kita semi-semi sosial. Semi-semi sosial. Ngasihkan 50 tenda gratis, 50 persen tenda gratis ke warga,ā€ jelasnya.

Ia mengakui, jika melihatnya murni dari perspektif bisnis, memberikan sebagian tenda secara gratis tentu bukan pilihan yang paling menguntungkan.

ā€œKalau dari kalkulasi bisnis ya enggak masuk akal,ā€ ujarnya, disambut tawa dalam wawancara.

Namun, menurutnya, panitia tetap memilih pendekatan tersebut agar keberadaan Muktamar dapat masyarakat sekitar rasakan secara langsung.

Harga Stan Expo hingga Jutaan Rupiah

Selain stan gratis bagi warga, panitia juga menyediakan stan sewa bagi pelaku usaha. Berdasarkan penjelasan Gus Iqbal, harga sewa stan bervariasi sesuai lokasi.

ā€œUntuk harganya, kita mulai start from-nya di angka 2,5 juta sampai 6 juta. Kalau yang pinggir jalan itu paling tinggi cuma 3,5 juta,ā€ kata Gus Iqbal.

Sementara untuk kawasan SMK Kreatif, harga stan berada pada kisaran Rp3 juta hingga Rp6 juta.

Kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat berjualan. Panitia juga menggelar berbagai kegiatan pendamping, mulai dari festival Banjari, lomba Ma’arif, talkshow, seminar hingga pertunjukan musik.

Dengan demikian, aktivitas ekonomi tidak hanya bergantung pada jumlah peserta tetap Muktamar, tetapi juga pada arus masyarakat yang datang mengikuti berbagai kegiatan pendamping.

Ratusan UMKM Mengisi Kawasan Expo

Gus Iqbal menyebut jumlah pelaku UMKM yang terlibat dalam expo lokal mencapai sekitar 150 hingga 170 titik. Mereka tersebar di sejumlah gang di kawasan Tambakberas.

ā€œTotal jumlah itu ada berapa kemarin ya… 150 atau 170-an. Sepanjang dari Gang 5 sampai Gang 1,ā€ ujarnya.

Namun, panitia tidak menggunakan seluruh gang untuk stan UMKM. Beberapa ruas jalan tetap berfungsi sebagai jalur kendaraan.

Untuk kawasan Gang 4, menurut Gus Iqbal, terdapat sekitar 90-an titik. Sementara Gang 5 memiliki sekitar 100 titik yang terdiri dari beberapa kelompok stan.

ā€œKalau Gang 4 sini, ini ada 50, ada 39, sekitaran 90-an. Terus Gang 5 itu ada 48 plus 64,ā€ jelasnya.

Sementara kawasan sekitar Mbah Wahab lebih diarahkan untuk kegiatan sponsorship. Bagian tertentu di area belakang parkiran menjadi kombinasi antara UMKM dan sponsorship.

Kupon Undian untuk Tarik Pembeli

Untuk membantu meningkatkan transaksi para pelaku UMKM, panitia lokal juga menyiapkan mekanisme kupon undian.

Lebih lanjut, Gus Iqbal mengatakan panitia menyiapkan sekitar 2.000 kupon untuk para penyewa stan UMKM.

ā€œKupon itu semuanya nanti kita cetak ada 2.000 kupon. Itu nanti kita beri masing-masing penyewa, UMKM-UMKM yang nyewa di kita, kita kasih kupon itu untuk menarik pembeli mau beli di kuponnya masing-masing,ā€ ungkapnya.

Program tersebut diharapkan dapat mendorong pengunjung tidak hanya datang melihat kegiatan expo, tetapi juga melakukan transaksi di stan-stan UMKM.

Bagi masyarakat Tambakberas dan sekitarnya, ramainya kawasan Muktamar menjadi peluang untuk menggerakkan aktivitas perdagangan.

Sementara bagi panitia lokal, penyediaan ruang gratis bagi warga menjadi bagian dari upaya agar masyarakat sekitar juga merasakan manfaat penyelenggaraan Muktamar.

Muktamar NU ke-35 tidak hanya menghadirkan agenda organisasi. Gelaran tersebut juga menciptakan ekosistem ekonomi sementara yang mempertemukan peserta, pengunjung, pelaku UMKM, warga lokal, panitia, dan berbagai pihak di kawasan Tambakberas.

Bagi warga sekitar, kesempatan berjualan di tengah keramaian Muktamar menjadi salah satu bentuk nyata bahwa gelaran besar keagamaan dan organisasi dapat bersentuhan langsung dengan kehidupan ekonomi masyarakat. (Ahmad Royani, S.H.I)