NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Muktamar NU Diusulkan Digelar Awal Agustus 2026

PBNU Siapkan Sejumlah Opsi Lokasi

Jawa Timur, NU Media Jati Agung β€” Muktamar NU diusulkan digelar pada 1–5 Agustus 2026 oleh Rais Aam PBNU KH Miftahul Achyar.

Pihaknya menyampaikan usulan tersebut saat menutup Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jawa Timur di Pesantren Sunan Bejagung 2, Tuban, Ahad (12/4/2026).

Selain itu, usulan jadwal tersebut mengikuti siklus pelaksanaan muktamar sebelumnya yang juga berlangsung pada bulan Agustus. Dengan demikian, PBNU berupaya menjaga kesinambungan tradisi organisasi.

β€œPelaksanaan Muktamar NU pada awal Agustus merupakan bagian dari siklus, karena muktamar sebelumnya juga digelar pada bulan yang sama,” ujarnya.

Sejumlah Opsi Lokasi Muktamar NU Mulai Mengemuka

Namun demikian, hingga kini lokasi pelaksanaan Muktamar NU masih dalam tahap pembahasan.

PBNU membuka peluang bagi sejumlah daerah untuk menjadi tuan rumah kegiatan besar tersebut.

Selanjutnya, KH Miftahul Achyar menyebut beberapa opsi lokasi yang sedang dipertimbangkan, mulai dari kota besar hingga lingkungan pesantren.

β€œTempatnya masih akan dirapatkan, bisa di Surabaya, Jakarta, atau pesantren di daerah seperti Situbondo, Nusa Tenggara Barat, maupun Sumatera Barat,” kata Miftahul Achyar.

NU Ditekankan Tetap Berbasis Tradisi Pesantren

Di sisi lain, PBNU menegaskan pentingnya menjaga keterkaitan Nahdlatul Ulama dengan tradisi pesantren.

Gambar Artikel

Oleh karena itu, nilai historis dan kaderisasi berbasis pesantren harus tetap menjadi pijakan utama dalam pelaksanaan Muktamar NU.

Selain itu, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Abd Matin Djawahir juga mengingatkan pentingnya kembali pada nilai dasar organisasi yang tertuang dalam Qonun Asasi NU.

β€œNU harus tetap berpegang pada Qonun Asasi dan menjaga posisi Rais Aam sebagai pimpinan tertinggi,” ujarnya.

Penguatan Peran Syuriah dan Program Strategis NU

Lebih lanjut, memasuki abad kedua, NU dinilai perlu meneguhkan kembali peran syuriah. Oleh sebab itu, seluruh struktur organisasi harus memastikan tidak ada lembaga yang melampaui otoritas Rais Aam.

Kemudian, hasil Muskerwil PWNU Jawa Timur juga merumuskan sejumlah usulan strategis untuk Munas/Konbes dan Muktamar NU ke-35.

Di antaranya meliputi penguatan pemberdayaan ekonomi berbasis UMKM, pengembangan layanan kesehatan berbasis jamaah, serta penguatan kelembagaan Aswaja. (ARIF)