Gus Yahya Tegaskan Arah NU Harus Sejalan dengan NKRI
JOMBANG, NU Media Jati Agung ā Jumat, 28 Agustus 2026 | 01.55 WIB ā Muktamar ke-35 NU harus menentukan arah organisasi yang selaras dengan perjalanan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menegaskan hal tersebut dalam pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur.
Gus Yahya menyampaikan pandangan itu di hadapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tokoh nasional, ulama, serta ribuan peserta Muktamar. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting bagi perjalanan NU pada abad keduanya.
āSelamat datang di Muktamar pertama di abad kedua Nahdlatul Ulama,ā ujar Gus Yahya.
NU dan Indonesia Memiliki Hubungan yang Erat
Gus Yahya menjelaskan bahwa para pendiri Nahdlatul Ulama membangun organisasi tersebut sebagai ikhtiar untuk mengukuhkan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itu, NU memiliki hubungan yang kuat dengan perjalanan Indonesia sebagai sebuah negara bangsa.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa ribuan utusan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, hingga Pengurus Cabang Istimewa dari berbagai negara mengikuti Muktamar ke-35 NU.
Menurut Gus Yahya, jumlah delegasi yang hadir mencapai sekitar 2.232 orang. Sementara itu, puluhan ribu warga dan pecinta NU juga memeriahkan pembukaan Muktamar.
Kehadiran tersebut, menurutnya, menunjukkan besarnya kekuatan dan luasnya jangkauan organisasi Nahdlatul Ulama.
Warga NU Memiliki Konstituensi Besar
Berdasarkan laporan survei yang ia sampaikan dalam sambutan, Gus Yahya mengatakan warga NU diperkirakan mencapai sekitar 57 persen dari jumlah penduduk Muslim Indonesia.
Dengan jumlah penduduk Muslim yang diperkirakan mencapai sekitar 244 juta jiwa, jumlah warga NU disebut mencapai lebih dari 120 juta orang.
āIni adalah konstituensi yang sangat besar dan sekaligus tanggung jawab yang luar biasa besar,ā katanya.
Karena itu, Gus Yahya menilai besarnya jumlah warga NU harus menjadi kekuatan untuk menghadirkan kemaslahatan yang nyata bagi masyarakat.
Muktamar ke-35 NU Dorong Kerja Sama dengan Pemerintah
Gus Yahya menegaskan bahwa PBNU memandang kerja sama dengan pemerintah sebagai langkah penting untuk menghadirkan manfaat bagi warga dan masyarakat.
Menurutnya, NU telah melalui berbagai proses pergulatan dan perenungan dalam menentukan langkah organisasi.
āApabila jam’iyyah Nahdlatul Ulama ini sungguh ingin mendatangkan manfaat, kemaslahatan yang nyata bagi warganya, tidak ada jalan lain bahwa jam’iyyah ini, organisasi ini, harus bekerja sama dengan pemerintah,ā tegasnya.
NU Harus Menjadi Penyangga Negara
Selanjutnya, Gus Yahya menjelaskan bahwa NU perlu mengambil peran sebagai penyangga dan membantu kelancaran berbagai agenda serta program pemerintah.
Ia menekankan bahwa organisasi harus memastikan manfaat dari berbagai program benar-benar sampai kepada masyarakat.
āNahdlatul Ulama harus mampu menjadi penyangga, menjadi penyumbang kelancaran, penghantaran berbagai macam agenda dan program pemerintah untuk kemaslahatan rakyat agar sungguh-sungguh sampai kepada rakyat,ā ujarnya.
Ke depan, NU perlu terus meningkatkan kapasitas dan kinerjanya. Dengan demikian, organisasi dapat menjalankan perannya secara lebih efektif dalam membantu menghadirkan kemaslahatan bagi rakyat.
Ta’awun Menjadi Landasan Memperkuat Bangsa
Selain kerja sama dengan pemerintah, Gus Yahya juga menekankan pentingnya semangat ta’awun atau saling tolong-menolong dalam kehidupan masyarakat.
Ia mengutip pandangan Hadratussyeikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi.
āAt-ta’awun huwalladzi ‘alaihi madaru nizhamil umam.ā
Menurut Gus Yahya, semangat tolong-menolong menjadi salah satu landasan penting dalam membangun tatanan kehidupan masyarakat.
Kerja Sama untuk Kepentingan Bersama
Gus Yahya menjelaskan bahwa masyarakat yang mengutamakan prinsip ta’awun tidak akan terlalu berorientasi pada persoalan kekuasaan atau kedudukan.
Sebaliknya, masyarakat akan mengutamakan kerja sama untuk kepentingan, kekuatan, dan kemuliaan bersama.
āSemua orang berpikir tentang kerja sama, tolong-menolong untuk kepentingan bersama, untuk kekuatan bersama, untuk kemuliaan bersama,ā katanya.
Karena itu, ia berharap Muktamar ke-35 NU dapat memperkuat semangat tolong-menolong, baik di kalangan warga NU maupun seluruh masyarakat Indonesia.
Lima Hari Menentukan Arah Organisasi NU
Gus Yahya mengatakan sekitar 2.232 pimpinan NU dari berbagai daerah akan mengikuti proses Muktamar selama lima hari.
Mereka akan membahas dan menentukan arah organisasi serta berbagai kebijakan strategis untuk perjalanan Nahdlatul Ulama ke depan.
Keputusan yang lahir dari Muktamar tersebut akan menentukan arah perjalanan lebih dari 120 juta warga Nahdlatul Ulama.
āMaka tidak boleh arah Nahdlatul Ulama ini tidak bersesuaian dengan arah bangsa dan negara,ā tegas Gus Yahya.
NU dan Indonesia Tidak Dapat Dipisahkan
Gus Yahya juga mengutip pandangan almarhum K.H. Hasyim Muzadi mengenai hubungan erat antara Nahdlatul Ulama dan Indonesia.
āNahdlatul Ulama dan Indonesia tidak boleh dan tidak mungkin bisa dipisahkan.ā
Menurut Gus Yahya, pandangan tersebut mempertegas posisi NU dalam kehidupan bangsa dan negara.
Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya memastikan setiap arah dan langkah organisasi tetap selaras dengan kepentingan bangsa dan negara.
Gus Yahya Harap Prabowo Kembali Buka Muktamar NU
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada pembukaan Muktamar ke-35 NU.
Ia kemudian meminta Presiden Prabowo untuk membuka secara resmi Muktamar tersebut.
Dengan nada ringan, Gus Yahya juga menyampaikan harapan agar lima tahun mendatang Presiden Prabowo kembali membuka Muktamar NU berikutnya.
Muktamar NU ke-36 dijadwalkan berlangsung pada tahun 2031.
āDalam hati saya, saya tetap berharap semoga nanti dibuka oleh Presiden Prabowo lagi,ā ujar Gus Yahya yang disambut tepuk tangan dan sorakan peserta.
Gus Yahya menutup sambutannya dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan. Ia berharap Muktamar ke-35 NU membawa keberkahan bagi bangsa dan negara.
āWallahul muwaffiq ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.āĀ (Erwin Indra Saputra).
—

