Kopi Gratis Jadi Bentuk Khidmah MJM Jombang
Jawa Timur, NU Media Jati Agung ā MJM Jombang mengambil bagian dalam menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dengan membuka gerai kopi gratis bagi para mu’tamirin dan pengunjung dari berbagai daerah.
Gerai tersebut tidak hanya menyediakan kopi dan makanan. Bagi Jam’iyah Manaqib Jawahirul Ma’ani (MJM) Jombang, kegiatan itu menjadi bentuk khidmah kepada para tamu Muktamar sekaligus ikhtiar ngalap barokah dari para muassis NU.
Ketua Jam’iyah Manaqib Jawahirul Ma’ani Jombang, Gus Sulaiman, menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai NU Media Jati Agung di gerai kopi gratis MJM, Rabu. (26/8/2026)l
MJM Jombang Telah Berjalan 10 Tahun
Gus Sulaiman menjelaskan bahwa MJM menjadi wadah komunitas Jam’iyyah Manaqib Jawahirul Ma’ani di Kabupaten Jombang. Para jamaah menjalankan kegiatan rutin di berbagai mushala dan masjid.
āMJM itu kepanjangan dari Manaqib Jawahirul Ma’ani. Jadi ini wadah komunitas Jam’iyyah Manaqib Jawahirul Ma’ani di Kabupaten Jombang, yang kegiatan rutinannya hampir tiap hari dalam satu bulan. Keliling di Kabupaten Jombang, mushala, masjid,ā ujarnya.
Menurut Gus Sulaiman, masyarakat Jombang telah lama mengamalkan Manaqib Jawahirul Ma’ani. Namun, organisasi yang terkelola secara terstruktur kini memasuki tahun ke-10.
āKalau di Jombang ini sebenarnya banyak pengamalnya, cuma kita yang terorganisir ini sudah masuk tahun ke-10.ā ungkapnya.
Memiliki 27 Majelis hingga Merambah Kediri
Dalam struktur kepengurusan, MJM Jombang berada di bawah pengasuhan KH. Fathurrahman Al-Bukhari. Sementara itu, Gus Sulaiman menjalankan amanah sebagai ketua jam’iyyah.
āKalau di sini pengasuhnya Kiai Haji Fathurrahman Al-Bukhari. Jadi kalau di sini secara struktural beliau pengasuh dan saya ketua jam’iyyahnya.ā tuturnya.
Saat ini, MJM Jombang memiliki 27 majelis. Perkembangannya bahkan mulai merambah wilayah Kabupaten Kediri, khususnya Kecamatan Purwoasri dan Kunjang.
ā Ada 27 majelis, kita bahkan saat ini merambah ke Kediri sebelah utara. Dua kecamatan, Purwoasri dan Kunjang.ā ungkapnya.
Program Sosial MJM Jombang
Selain kegiatan keagamaan, MJM Jombang juga mengembangkan program sosial yang melibatkan jamaah.
Kegiatan tersebut antara lain ruwatan massal, bazar, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan gratis.
” Seperti kalau setiap setahun sekali itu kita ada ruwatan masal, nah satu Muharram itu ada kegiatan sosial, ada Bazar, pemeriksaan dan pengobatan gratis,” Jelasnya
Selain program 1 Muharram, MJM juga mengemas kegiatan hari lahir atau harlah dengan agenda sosial lainnya, seperti bakti sosial dan donor darah.
āHarlah kita kemas selain kegiatan keagamaan, juga ada sosial, bakti sosial, donor darah. Kita kerja sama dengan PMI Jombang. Kira-kira itu yang saat ini sampai hari ini berjalan.ā ungkap Gus Sulaiman.
Gerai Kopi Gratis Dibuka untuk Tamu Muktamar
Momentum Muktamar ke-35 NU kemudian mendorong MJM mengambil peran melalui gerai kopi dan makanan gratis.
āDan ini, alhamdulillah juga muktamar di Jombang ini kita ingin juga sedikit mengambil peran. Paling tidak kita buka apa? kopi gratis dan lain-lain sebisa kita, sekuat kita,” kata Gus Sulaiman.
Untuk sementara, MJM membuka gerai tersebut di satu titik karena keterbatasan tenaga.
āSementara ini hanya di sini, karena kita keterbatasan tenaga.ā terangnya.
Awalnya, MJM menjadwalkan pembukaan gerai pada sore hari. Namun, karena meningkatnya kedatangan peserta Muktamar membuat pengelola memajukan waktu pelayanan.
āKemarin kita buka tanggal 25 sore. Kita koordinasi karena juga kaitannya dengan tempat, akhirnya ya tempatnya bisa kita maksimalkan mulai pagi. Kita juga ngitung kemungkinan besar mulai hari ini kan sudah sangat banyak yang datang. Sehingga insyaallah hari ini 3 hari ke depan kita mulai pagi,ā jelasnya.
Gerai tersebut melayani pengunjung sejak sekitar pukul 08.00 WIB hingga tengah malam.
āMulai star pagi sampai jam 12 malam. Mulai jam 8-an.ā ungkap Gus Sulaiman.
Hampir 200 Kopi Dibagikan dalam Sehari
Antusiasme pengunjung terlihat dari jumlah konsumsi yang disediakan MJM. Pada hari pertama, jamaah membagikan hampir 200 kopi dan sekitar 70 hingga 80 porsi mi.
āKalau yang kemarin, baru yang kemarin kan baru buka. Kemarin kita catat itu ada kurang lebih hampir 200 kopi. Kemudian mie itu hampir kurang lebih 70 porsi atau 80 porsi.ā tuturnya.
Para pengunjung juga datang dari berbagai daerah, termasuk luar Pulau Jawa. Gus Sulaiman menyebut pengunjung dari Jambi dan Bangka Belitung.
āSementara paling jauh, Jambi, Bangka Belitung,” tambahnya.
Puluhan Jamaah Bergantian Melayani
MJM mengandalkan gotong royong jamaah untuk menjalankan pelayanan tersebut. Para relawan tidak menerima bayaran.
āTenaga pun enggak ada yang dibayar.ā tegas Gus Sulaiman.
Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, MJM menyiapkan sekitar 50 orang tenaga yang bekerja secara bergantian.
āKita kemarin sudah setting itu ada 50 tenaga kita bagi. Cuma kita enggak menutup kemungkinan siapa saja yang mau datang setiap hari, monggo,ā ungkapnya.
Khidmah untuk Tamu Para Muassis NU
Bagi MJM, pelayanan kepada peserta Muktamar memiliki makna lebih dari sekadar membagikan kopi dan makanan.
Gus Sulaiman menjelaskan bahwa pihaknya memandang para mu’tamirin sebagai tamu para ulama pendiri NU.
āKita secara kultural begini, jadi ada satu benang merah. Kita menganggap para mu’tamirin, kemudian juga pengunjung-pengunjung dari mana saja, hanya satu: kita ngalap barokah,” jelasnya.
Ia juga mengaitkan kehadiran para tamu Muktamar dengan para muassis NU yang memiliki hubungan kuat dengan sejarah Jombang.
āKita menganggap beliau-beliau itu tamunya Mbah Hasyim, tamunya Mbah Wahab, tamunya Mbah Bisri, tamunya Mbah Mas’ud R.A. Kita hanya itu, hanya ngalap barokah.ā tuturnya.
Karena itu, MJM berharap keterlibatan jamaah dalam pelayanan tersebut membawa keberkahan bagi semua pihak.
āMudah-mudahan yang terlibat semuanya ini keluberan barokah. Yang penting itu mas ya,” ujarnya.
MJM Jombang Tekankan Kembali Qonun Asasi
Terkait Muktamar ke-35 NU, Gus Sulaiman berharap seluruh pihak kembali melihat perjuangan para muassis NU sebagai pijakan dalam menjaga persatuan jam’iyyah.
āSingkatnya adalah kalau kita berkaca pada perjuangan para muassis NU, kan tidak ada jalan lain. Kembalilah pada Qonun Asasi. Karena Mbah Hasyim Asy’ari kan merintis itu untuk wadah persatuan,” tegas Gus Sulaiman.
Ia menyadari bahwa MJM bukan organisasi besar yang mampu melakukan banyak hal secara individual.
Namun, kebersamaan jamaah memungkinkan mereka mewujudkan nilai perjuangan para muassis melalui kegiatan sederhana.
āKita berusaha begitu, sebisa mungkin dengan wadah yang ada. Kita sedikit-sedikit meniru perjalanan beliau-beliau. Meskipun kita, terus terang kalau secara pribadi enggak akan mungkin bisa. Karena kita bersama-sama secara kejam’iyyahan, kita wujudkan sekecil apa pun cita-cita para muassis melalui jalan ini,ā pungkasnya.
Bagi MJM Jombang, kopi gratis menjadi salah satu cara sederhana untuk mengambil bagian dalam Muktamar ke-35 NU.
Melalui gotong royong jamaah, mereka berusaha memberikan pelayanan kepada para tamu sekaligus menjalankan semangat khidmah dan ngalap barokah. (ARIF)

