Megawati Terpilih Lagi Jadi Ketum PDIP
Jakarta, NU Media Jati Agung – Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menyampaikan arahan yang diberikan Megawati Soekarnoputri setelah kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan. Said menegaskan bahwa PDIP akan mendukung pemerintahan Prabowo Subianto sebagai sparring partner.
Dalam pernyataannya, Said mengungkapkan bahwa Megawati berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh para utusan KSB (Kepala, Sekretaris, Bendahara PDIP di tiap daerah). Ia juga menekankan bahwa tantangan domestik dan global yang dihadapi semakin berat dan penuh ketidakpastian.
“Secara umum Ibu Ketua Umum yang pertama tentu berterima kasih terhadap kepercayaan daripada utusan-utusan KSB. Yang kedua memang Ibu Ketua Umum menyampaikan bahwa tantangan domestik dan global yang kita hadapi semakin berat, penuh ketidakpastian, jalannya pasti terjal,” ujar Said di Nusa Dua Bali Convention Center, Jumat (1/8/2025).
PDIP Sebagai Penyeimbang Pemerintahan
Said menjelaskan, dukungan PDIP terhadap pemerintah akan dilakukan dalam kapasitas sebagai mitra penyeimbang. Partai berlambang banteng tersebut akan mendukung kebijakan yang dianggap tepat sekaligus memberikan alternatif solusi untuk kebijakan yang dinilai kurang tepat.
“Oleh karenanya, kita akan mendukung pemerintah sebagai sparring partner, sebagai penyeimbang, no opposition,” ujar Said.
Ia menegaskan bahwa posisi sparring partner berarti mendukung program pemerintah yang benar serta memberikan masukan dan solusi alternatif bila ada hal yang dinilai tidak tepat.
Sikap Resmi PDIP Diumumkan di Kongres
Menurut Said, hingga saat ini PDIP tetap berada di luar pemerintahan. Sikap resmi partai akan diumumkan pada hari kedua kongres, sesuai dengan aturan organisasi.
“Sampai saat ini, keputusan Ibu Ketua Umum tetap di luar,” ungkap Said.
“Tidak ada, kan sikap politik partai baru disampaikan besok, kita tunggu bersabar sampai besok. Jangan kemudian proses-proses kongres ini menjadi cacat karena kita tidak taat terhadap AD/ART kita sendiri,” imbuhnya.
Said menambahkan bahwa pengumuman sikap politik partai akan dilakukan sesuai prosedur agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun pelanggaran aturan internal partai.

