Lompat ke konten utama

NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

01 / 01

Maulid Nabi di Ponpes Darul Islah Perkuat Akhlak Santri

Maulid Nabi Tanamkan Cinta Rasul kepada Santri

 

Lampung Selatan , NU Media Jati Agung — Maulid Nabi di Pondok Pesantren Darul Islah, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (7/9/2026), menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat pendidikan akhlak para santri.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Islah, KH Ahmad Subariyo, S.Sos.I., menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi sarana untuk mengenang perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan.

Menurutnya, umat Islam dapat menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah dengan sering mengingat dan menyebut nama beliau serta mengikuti ajaran dan akhlaknya.

ā€œTujuan maulid di Pondok Pesantren Darul Islah ini selalu untuk mengenang Baginda Rasulullah SAW. Ada dikatakan bahwasanya orang yang cinta kepada Baginda Rasul pasti akan sering menyebutkannya,ā€ ujar KH Ahmad Subariyo.

Maulid Nabi Kenalkan Keteladanan Rasulullah

KH Ahmad Subariyo menjelaskan bahwa Maulid Nabi memiliki makna penting bagi para santri. Selain mengenal sosok Rasulullah SAW, para santri juga perlu memahami perjuangan beliau dalam menegakkan dan menyebarkan ajaran Islam.

Karena itu, ia berharap peringatan tersebut dapat mendorong para santri menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

ā€œMakna maulid bagi para santri untuk menumbuhkan kecintaan kepada Baginda Rasulullah, mengenal bagaimana sifat-sifat Baginda Rasulullah, mengenal bagaimana Rasulullah itu berjuang untuk menegakkan agama Islam, untuk berdakwah,ā€ katanya.

Pendidikan Akhlak melalui Kebiasaan Sehari-hari

Selain pembelajaran agama, Pondok Pesantren Darul Islah menanamkan akhlak Nabi melalui berbagai kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

KH Ahmad Subariyo mencontohkan adab makan dan minum sebagai bagian dari penerapan keteladanan Rasulullah SAW. Para santri belajar menggunakan tangan kanan, minum dalam keadaan duduk, serta membiasakan membaca doa.

Dengan demikian, pembiasaan tersebut membantu santri mengiringi ilmu yang mereka pelajari dengan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

ā€œMudah-mudahan dengan peringatan maulid ini, anak-anak santri selalu mencontoh dari sifat akhlaknya Baginda Rasulullah SAW, sehingga santri-santri itu lebih mengutamakan akhlak dibandingkan dengan ilmu,ā€ tuturnya.

Menurutnya, seseorang dapat merasakan manfaat ilmu ketika mampu menerapkannya bersama akhlak yang baik.

ā€œKarena ilmu tanpa adanya akhlak, ilmunya itu tidak akan bermanfaat,ā€ tegasnya.

Pengasuh Ajak Generasi Muda Cintai Rasulullah

Dalam kesempatan tersebut, KH Ahmad Subariyo juga mengajak generasi muda memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui kehadiran dalam berbagai kegiatan Maulid Nabi.

Ia berharap kebiasaan tersebut dapat memberikan pengaruh positif terhadap hati dan karakter generasi muda.

ā€œPesan kami selaku pengasuh Pondok Pesantren Darul Islah, mari kepada anak-anak muda semuanya kita tanamkan cinta kepada Baginda Rasulullah dengan selalu mengenang Baginda Rasulullah,ā€ ujarnya.

Ia kemudian mengibaratkan kebiasaan menghadiri majelis Maulid Nabi seperti mengukir di atas batu. Semakin sering generasi muda mengikuti kegiatan tersebut, semakin kuat pula nilai keteladanan Rasulullah melekat dalam hati.

ā€œKalau kita sering hadir, itu akan bagaikan kita mengukir di atas batu, sehingga akan lama-lama terus tersentuh hati kita sehingga kita akan mendapatkan nur cahaya Baginda Rasulullah SAW,ā€ pungkasnya.

Maulid Nabi Jadi Sarana Pendidikan Karakter

Peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Darul Islah tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat pendidikan karakter melalui kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Melalui keteladanan Rasulullah, para santri dan generasi muda diharapkan mampu menerapkan nilai akhlak, kedisiplinan, serta semangat dakwah dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan cara itu, peringatan Maulid Nabi dapat memberikan nilai pendidikan yang berkelanjutan bagi para santri.