LPJ PBNU Diterima Muktamar ke-35 NU
JOMBANG, NU Media Jati Agung — Jumat, 28 Agustus 2026 — LPJ PBNU Gus Yahya menjadi salah satu agenda penting dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya optimistis para peserta Muktamar akan menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan PBNU.
Gus Yahya menyampaikan bahwa PBNU telah menyiapkan laporan pertanggungjawaban yang hampir mencapai 1.000 halaman. Selain itu, dokumen tersebut memuat berbagai kegiatan yang dijalankan selama lima tahun masa kepengurusan.
LPJ Hampir Mencapai 1.000 Halaman
Gus Yahya menjelaskan bahwa padatnya kegiatan organisasi selama lima tahun terakhir membuat laporan pertanggungjawaban PBNU memiliki jumlah halaman yang cukup besar.
“Ya alhamdulillah, kita sudah siapkan LPJ kita hampir 1.000 halaman, sebab memang karena kegiatan memang sangat padat selama 5 tahun ini,” ujar Gus Yahya kepada wartawan.
Menurut Gus Yahya, kepengurusan PBNU juga hampir memenuhi seluruh target yang diamanatkan Muktamar ke-34 NU di Lampung. Oleh karena itu, ia menilai berbagai capaian organisasi selama lima tahun terakhir telah memberikan manfaat bagi warga dan pengurus NU.
Berbagai Capaian Telah Dirasakan Pengurus NU
Gus Yahya mengatakan para muktamirin serta pengurus NU di tingkat wilayah dan cabang telah merasakan berbagai capaian yang dihasilkan selama masa kepengurusan.
Selain menjalankan program kerja, PBNU juga memperkenalkan sejumlah pembaruan untuk meningkatkan kinerja dan mempermudah manajemen organisasi.
“Mereka sudah menikmati hal-hal baru yang kita introduksi yang meningkatkan kinerja, mempermudah manajemen organisasi, dan lain sebagainya. Sehingga insyaallah, insyaallah saya kira akan berjalan dengan mulus,” katanya.
Gus Yahya Yakin LPJ PBNU Diterima
Ketika menjawab pertanyaan mengenai peluang penerimaan laporan pertanggungjawaban oleh peserta Muktamar, Gus Yahya menyampaikan keyakinannya.
Menurutnya, tidak terdapat alasan untuk menolak laporan pertanggungjawaban yang telah disiapkan kepengurusan PBNU.
“Saya kira tidak ada alasan menolaknya, ya. Dari sisi apanya juga tidak ada,” ujar Gus Yahya.
Dengan demikian, LPJ PBNU Gus Yahya menjadi salah satu materi penting yang akan mendapat perhatian dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Gus Yahya Tanggapi Isu Intervensi Muktamar NU
PW dan PC NU Dinilai Memiliki Integritas
Selain membahas LPJ, Gus Yahya juga menanggapi pertanyaan mengenai isu adanya intervensi menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Ia menilai kader NU di tingkat Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang (PC) memiliki integritas yang tinggi. Karena itu, menurutnya, mereka tidak mudah dipengaruhi oleh kepentingan pragmatis.
“Ya, intervensi atau tidak, saya kira PW dan PC ini adalah kader-kader yang memiliki integritas yang tinggi. Sehingga mereka tidak mudah dipengaruhi dengan hal-hal yang pragmatis,” ujarnya.
Gus Yahya meyakini para pengurus NU akan tetap berpegang pada idealisme organisasi dalam menentukan keputusan terbaik bagi Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
Muktamar Pertama NU di Abad Kedua
Gus Yahya menilai Muktamar ke-35 NU memiliki posisi yang strategis dan istimewa. Pasalnya, Muktamar tersebut menjadi Muktamar pertama NU dalam memasuki abad kedua perjalanan organisasi.
“Muktamar Pertama di Abad Kedua. Sehingga apa pun yang menjadi keputusan muktamar ini akan menentukan bagaimana titik tolak Nahdlatul Ulama mengarungi abad kedua ini,” katanya.
Karena itu, ia meyakini PW dan PC NU memiliki kesadaran kuat terhadap pentingnya berbagai keputusan yang akan dihasilkan dalam Muktamar ke-35 NU.
“Saya yakin PW dan PC memiliki kesadaran kuat tentang hal itu dan mereka tidak akan mudah dibujuk atau dipengaruhi dengan hal-hal yang bersifat pragmatis,” tegasnya.
Muktamar ke-35 NU menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama untuk menentukan arah perjalanan organisasi dalam memasuki abad keduanya. (Erwin Indra Saputra)

