NU MEDIA JATI AGUNG

NU MEDIA JATI AGUNG
Logo NU Jatiagung

NU Jatiagung - Situs Resmi

Lampung Darurat Narkoba, Integritas Aparat Jadi Taruhan

Oleh: Ahmad Novriwan | Ketua JMSI Lampung

Lampung kini menghadapi darurat narkoba. Peredaran gelap merambah desa hingga kota, melibatkan kalangan elit maupun rakyat kecil. Kondisi ini menjadi ujian besar integritas aparat penegak hukum dalam menegakkan aturan tanpa pandang bulu.

Narkoba Menjadi Bencana Kemanusiaan

LAMPUNG, NU MEDIA JATINAGUNG,- Narkoba tidak lagi sekadar persoalan hukum. Ia sudah menjelma menjadi bencana kemanusiaan. Racunnya merambah kampung, gang sempit, hingga ruang keluarga. Generasi muda menjadi korban utama, sementara masa depan bangsa terus tergerus.

Di Lampung, kondisi ini terlihat nyata. Dari Tiyuh Pagardewa sampai Panaragan, dari pelosok Tulangbawang Barat hingga Mesuji, kasus narkoba terus bermunculan. Peredaran seolah tanpa batas wilayah. Tidak ada daerah yang benar-benar aman.

Ketimpangan dalam Penegakan Hukum

Masyarakat dikejutkan oleh berbagai peristiwa mencolok. Ada bandar yang bisa lolos dari tahanan. Ada pula pesta narkoba yang melibatkan pengurus organisasi elit. Ironisnya, kasus itu berakhir dengan “rehabilitasi rawat jalan”.

Sementara itu, rakyat kecil menghadapi nasib berbeda. Sekalipun hanya kedapatan barang bukti secuil sabu, mereka tetap digiring ke pengadilan dan dijatuhi hukuman pidana.

Apakah ini yang disebut equality before the law? Bukankah prinsip dasar keadilan menegaskan bahwa semua orang sama di hadapan hukum? Realitas justru menunjukkan ketidakadilan. Hukum keras menekan yang lemah, tetapi lunak ketika berhadapan dengan mereka yang berkuasa.

Hukum Sejati Tidak Boleh Tebang Pilih

Hukum seharusnya tidak tunduk pada jabatan, status sosial, atau kekayaan. Hukum sejati berdiri di atas kebenaran dan keadilan. Ketika aparat memperlihatkan sikap tebang pilih, itu berarti mereka bukan hanya mengkhianati konstitusi, tetapi juga amanah Tuhan.

Fenomena di Lampung kini menjadi ujian integritas aparat penegak hukum. Apakah mereka benar-benar tulus memimpin perang melawan narkoba? Ataukah justru ikut melanggengkan mafia peredaran dengan memberikan perlakuan istimewa?

Dampak Runtuhnya Kepercayaan Publik

Ketika publik mendengar pelaku dari kalangan elit bisa pulang tidur nyenyak, sedangkan rakyat kecil dipenjara, kepercayaan terhadap hukum pun runtuh. Dari sini lahir apatisme. Masyarakat bertanya, “buat apa percaya hukum kalau toh bisa diatur sesuai siapa yang terlibat?”

Bahaya lebih besar muncul saat apatisme meluas. Narkoba justru semakin subur karena masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap aparat.

Narkoba Menggerogoti Bangsa

Narkoba bukan hanya melanggar hukum. Ia juga dosa besar yang merusak sendi kehidupan. Racun itu merusak akal sehat yang membedakan manusia dari makhluk lain.

Lebih jauh, narkoba menghancurkan keluarga, memutus harapan anak-anak, dan melemahkan kekuatan bangsa. Generasi muda kehilangan moral dan akal sehat. Negara pun rapuh menghadapi tantangan.

Integritas Aparat Penegak Hukum

Saat ini aparat penegak hukum wajib membuktikan integritas. Perang melawan narkoba tidak boleh sebatas slogan di spanduk atau jargon dalam seremonial. Ia harus nyata dalam tindakan. Aparat wajib menegakkan hukum dengan tegas tanpa pandang bulu.

Keadilan tidak boleh berhenti di pintu kekuasaan. Hukum harus tegak untuk semua orang. Tanpa keberanian seperti itu, mustahil jaringan narkoba bisa diputus.

Lampung Darurat Narkoba

Lampung hari ini benar-benar darurat narkoba. Bukan hanya darurat peredaran barang haram, melainkan juga darurat kepercayaan terhadap aparat. Jika sikap tebang pilih terus terjadi, wibawa hukum runtuh. Kepercayaan publik pudar. Jaringan narkoba pun semakin subur.

Karena itu, aparat penegak hukum harus menjawab tantangan dengan satu kata kunci: integritas. Mereka wajib menegakkan hukum secara adil, konsisten, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Amanah untuk Bangsa dan Agama

Perang melawan narkoba bukan sekadar tugas institusi. Ia juga amanah agama, bangsa, dan generasi. Aparat perlu berdiri di garis depan dengan keberanian. Hanya dengan itu, Lampung dapat terbebas dari jerat narkoba.

“Semoga Allah SWT memberi kekuatan dan keberanian kepada para penegak hukum untuk berdiri di jalan yang lurus, agar Lampung terbebas dari jerat narkoba dan bangsa ini selamat dari kehancuran.”